Unila Hadiri FGD Penyusunan DBOD Lampung 2025

Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama KONI Provinsi Lampung, Universitas Lampung (Unila), serta unsur akademisi, dunia…

Rektor Hadiri Silaturahmi Pisah Sambut Kapolda Lampung

Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menghadiri…

Unila Gelar Sosialisasi Reformasi dan Transformasi Kinerja ASN

Lampung – Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi bertema “Perencanaan dan Desain Manajemen Talenta dalam Membangun ASN…

Kampus Jadi Titik Rawan Gratifikasi, KPK Ajak Sivitas Akademika Lawan Bersama

Bandar Lampung | Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir akal sehat dan moral bangsa dalam mencegah perilaku koruptif.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menegaskan hal itu saat memberikan kuliah umum bertajuk “Membangun Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi pada Perguruan Tinggi” di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (5/11/2025).

Setyo menyampaikan bahwa sivitas akademika—mahasiswa, dosen, dan kampus—harus menjadi pemikir, penggerak, dan penjaga nilai integritas. Pendidikan, menurutnya, adalah fondasi karakter antikorupsi yang harus tertanam hingga alam bawah sadar.

“Saya yakin, kalau ini sudah didasari dengan alam bawah sadar, ini akan menjadi sebuah karakter yang tidak akan tergoyahkan oleh siapapun. Intervensi dari siapapun bisa ditolak karena itu menyalahi sesuatu budaya baik,” ujar Setyo.

Dalam paparannya, Setyo menyoroti skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang berada di angka 37 dari 100, menempatkan Indonesia di peringkat 99 dari 180 negara.

Skor ini, katanya, mencerminkan masih tingginya praktik korupsi dan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk lingkungan pendidikan.

“Skor bukan hanya sekedar angka, tapi skor ini menunjukkan bahwa perilaku itu masih ada,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar dosen terus menanamkan kesadaran bahwa tindakan setiap individu berdampak pada integritas bangsa,”ucap Setyo.

Setyo menyoroti tiga titik kerawanan integritas di kampus: kejujuran akademik, kedisiplinan akademik, dan gratifikasi. Ia juga mengingatkan soal potensi intervensi dalam penerimaan mahasiswa baru dan pemilihan rektor.

“Kalau perlu bisa melibatkan tim pencegahan KPK agar dapat mengikuti proses pemilihan rektor yang akan terjadi di UIN. Jadi perjalanan dari tahap awal sampai akhir bisa kami monitor supaya prosesnya bisa berjalan secara transparan,” tawar Setyo.

Terkait gratifikasi, Setyo mengingatkan agar setiap pemberian dilihat dengan cermat apakah berkaitan dengan tugas atau bertujuan memengaruhi, termasuk untuk menaikkan nilai atau meloloskan lulusannya.

Peringatan ini sejalan dengan temuan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024. Indeks Integritas Pendidikan berada pada angka 69,50 kategori “Korektif”.

KPK menemukan 30% guru/dosen dan 18% pimpinan satuan pendidikan masih menganggap gratifikasi hal yang wajar. Bahkan di 22% satuan pendidikan, pemberian hadiah digunakan untuk menaikkan nilai atau meluluskan siswa.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Wan Jamaluddin, menyampaikan komitmen kampus memperkuat budaya integritas.

“Kehadiran bapak menjadi penanda keseriusan dan komitmen kita bersama dalam membangun ekosistem pendidikan antikorupsi dan berintegritas,” kata Jamaluddin.

Ia menjelaskan bahwa UIN Raden Intan Lampung mengusung tagline Ber-ISI: Intelektual, Spirituality, Integritas, dan telah menegakkan nilai integritas secara konsisten.

“Integritas kami tegakkan sekali dengan tidak adanya transaksional promosi jabatan, mutasi jabatan di lingkungan UIN Raden Intan Lampung dari mulai posisi wakil rektor hingga posisi kasubag,” ujar Jamaluddin.

Rektor berharap kehadiran KPK semakin menguatkan budaya integritas di lingkungan kampus.

KPK menegaskan bahwa kampus harus menjadi contoh nyata nilai antikorupsi dan benteng terakhir akal sehat, sehingga tidak ada ruang bagi praktik korupsi di dunia pendidikan.| (Red).

SMA MUAD Sukses Gelar Tes Kompetensi Akademik, Siapkan Lulusan Unggul ke Perguruan Tinggi

Metro | Semangat juang dan dedikasi tinggi tampak jelas di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMA MUAD) Metro saat sukses menggelar hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2025 pada Senin (3/11/2025).

Kegiatan penting yang berlangsung tertib dan lancar di Ruang Labkom ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan langkah strategis sekolah dalam menyiapkan “Generasi Emas” untuk meraih kursi di Perguruan Tinggi terbaik!

Salah satu aspek menarik dari pelaksanaan TKA ini adalah penggunaan pengawas silang dari guru sekolah lain. Ini adalah praktik edukatif yang sangat penting! Pengawasan silang tidak hanya menjamin integritas dan objektivitas hasil ujian, tetapi juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kejujuran dan transparansi dalam setiap proses, nilai-nilai fundamental untuk masa depan.

Kepala SMA MUAD, Alex Kurniawan Almansyur, M.Pd mengungkapkan, apresiasinya terhadap capaian serapan lulusan ke perguruan tinggi tahun 2025 yang sangat membanggakan.

Menurutnya, Keberhasilan ini adalah cerminan dari kualitas pendidikan dan pembinaan yang efektif di sekolah.

“Kami menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan yang efektif di sekolah,” ujar Alex.

Lebih lanjut, Alex menekankan bahwa TKA adalah bagian krusial dari upaya menjaga kualitas dan mutu lulusan. Sekolah bahkan telah memulai program bimbingan belajar intensif persiapan TKA sejak awal tahun ajaran 2025/2026. Ini menunjukkan komitmen SMA MUAD untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga memandu siswanya menuju kesuksesan akademik di tingkat selanjutnya.

Dalam sesi motivasi penuh semangat, Alex Kurniawan Almansyur berpesan inspiratif kepada para siswa, menggarisbawahi aspek edukatif dari kerja keras yang mereka lakukan.

“Anak-anakku, para pejuang ilmu di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, hari ini kalian telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam Tes Kemampuan Akademik. Ingatlah, setiap usaha yang kalian curahkan hari ini adalah investasi untuk masa depan cerah kalian. Teruslah belajar, teruslah bermimpi, dan jangan pernah berhenti menggali potensi diri,” jelas Alex.

Alex menutup dengan keyakinan penuh, “Kalian adalah generasi emas yang akan membawa perubahan. Percayalah pada kemampuan kalian, dan gapailah cita-cita setinggi langit. Masa depan ada di tangan kalian, teruslah berkarya dan membanggakan almamater,” pungkas Alex | (Rio).

FKIP Gelar Tasyakuran Capaian Akreditasi Unggul

Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar acara tasyakuran atas capaian…

Pemuda Lampung Raih Penghargaan Internasional, Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

KUALA LUMPUR, Malaysia — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan internasional. Radep Riyantoro, pemuda asal Lampung yang juga pendiri dan penggerak Nusadaya Academy, menerima penghargaan internasional atas kontribusinya dalam inovasi dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh YBHG Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Bin Awang, President/Vice Chancellor Open University Malaysia (OUM), bersama Encik Bani Bin Zainal Azmian, CEO METEOR Learning Sdn. Bhd., dalam sebuah acara resmi di Kuala Lumpur.

Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kiprah Nusadaya Academy sebagai lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global. Lembaga ini bahkan mendapat apresiasi sejajar dengan berbagai universitas ternama dunia dan institusi besar di kawasan Asia.

Dalam kesempatan yang sama, Radep Riyantoro juga memperoleh kehormatan sebagai anggota Senat Kehormatan pada Sidang Wisuda Open University Malaysia (OUM). Ia tampil berdampingan dengan jajaran akademik dan pimpinan universitas, mewakili Nusadaya Academy dan dunia pendidikan Indonesia di forum internasional.

Radep juga turut berperan dalam prosesi wisuda mahasiswa Nusadaya Academy yang menempuh program pendidikan internasional di Malaysia, langkah bersejarah bagi institusi pendidikan asal Indonesia yang mampu menembus panggung akademik global.

“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan Indonesia. Kami akan terus membuka akses dan kesempatan global bagi generasi muda untuk bersaing dan berprestasi di level internasional,” ujar Radep Riyantoro.

Pencapaian ini menegaskan bahwa anak muda Indonesia mampu menjadi pemimpin dan inovator di kancah global, sekaligus menjadi inspirasi bagi pemuda Lampung dan seluruh Indonesia untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Dengan torehan ini, Nusadaya Academy semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi pendidikan lintas negara, mendorong mobilitas internasional, serta meningkatkan kapasitas tenaga profesional Indonesia menuju era global yang kompetitif.

Diduga 90 Hari Tak Masuk Kerja, Oknum PNS Dinas Pendidikan Tanggamus Terancam Sanksi Tegas

TANGGAMUS — Heboh dugaan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus yang disebut tidak masuk kerja selama 90 hari tanpa keterangan. Meski demikian, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak dinas terkait, Selasa (4/11/2025).

Informasi yang beredar menyebutkan, pegawai yang dimaksud adalah Andi Susanto, S.Kom, yang diketahui menjabat sebagai Plt. Kasi Sarpras untuk jenjang SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Tanggamus.

Saat sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Tanggamus, Kepala Dinas Pendidikan tidak berada di tempat. Namun, Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan, Almuhaisin, membenarkan adanya informasi mengenai salah satu pegawai yang tidak masuk kerja selama hampir tiga bulan terakhir.

“Benar, memang ada salah satu pegawai yang hampir tiga bulan tidak masuk kerja. Kami sudah berupaya menghubungi yang bersangkutan melalui telepon, tapi nomornya tidak aktif,” ungkap Almuhaisin.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah berusaha mencari keberadaan pegawai tersebut, termasuk mendatangi rumahnya, namun belum pernah berhasil bertemu.

“Kami juga sudah mencoba datang ke rumahnya, tapi tidak pernah ketemu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Almuhaisin menegaskan bahwa dalam waktu dekat Dinas Pendidikan akan melayangkan surat teguran tertulis kepada pegawai yang bersangkutan.

“Kami akan segera mengambil tindakan, dalam waktu dekat surat teguran tertulis akan dilayangkan, dan selanjutnya akan kami laporkan kepada pimpinan,” tegasnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama lebih dari 60 hari kerja secara kumulatif dalam satu tahun dapat dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Dengan demikian, jika terbukti benar tidak masuk kerja selama 90 hari, oknum PNS tersebut berpotensi diberhentikan dari jabatannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini diharapkan segera mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi kedisiplinan aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah.

[Khoiri]

Unila Lepas 12 Awardee Bright Scholarship Ikuti Bright National Summit

Lampung – Universitas Lampung (Unila);resmi melepas 12 mahasiswa penerima Bright Scholarship Batch 11 dari YBM BRILiaN…

Pelajar SMP Bandar Lampung Raih Prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025

Bandar Lampung – Sejumlah pelajar SMP di Kota Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat Provinsi Lampung yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung pada pekan lalu.

Kegiatan yang diikuti 120 pelajar SMP se-Provinsi Lampung ini menjadi ajang penting dalam upaya revitalisasi bahasa daerah (RBD). Dari kompetisi tersebut, enam pelajar asal Kota Bandar Lampung berhasil membawa pulang penghargaan di berbagai kategori lomba.

Mereka adalah:

  • Permata Putri N. dari SMPN 22 – Juara 2 Menulis Aksara Putri

  • Sabda Sayfush S.P. dari SMPN 2 – Juara Harapan 2 Cerpen Putra

  • Naura Salwa S. dari SMPN 16 – Juara Harapan 2 Cerpen Putri

  • M. Kenzie N. dari SMP Al Kautsar – Juara 2 Komedi Tunggal Putra

  • Raihan Abdullah R. dari SMP Al Kautsar – Juara 3 Pidato Putra

  • Andrea Vietnam Chen – Juara 3 Pidato Putri

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para pelajar tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Bandar Lampung, kami mengucapkan terima kasih dan bangga atas prestasi adik-adik semua. Untuk para pemenang lomba pidato, komedi, dan bernyanyi akan kami tampilkan pada kegiatan numerasi dan literasi bulan November ini,” ujar Eka, Senin (3/11/2025).

Pelajar SMP Bandar Lampung Raih Prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025

Eka yang juga menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Bandar Lampung menegaskan komitmen Pemkot untuk terus mendukung semangat belajar dan berprestasi para pelajar.

“Kami akan terus memberikan dukungan penuh agar pelajar Bandar Lampung semakin semangat belajar dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pelajar SMP Bandar Lampung Raih Prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Lampung Kota Bandar Lampung, Heriyadi, S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dan dukungan dari Pemkot Bandar Lampung melalui Disdikbud berjalan baik. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut agar pelajar SD dan SMP semakin termotivasi mengikuti FTBI, baik di tingkat kota maupun provinsi,” ungkapnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai upaya pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda.

FMIPA Gelar Audit ISO 21001:2018 Tahap Dua

Lampung – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Audit ISO 21001:2018…

Unila Gelar Pelatihan Pekerti

Lampung – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Lampung (Unila) menggelar pelatihan Peningkatan Keterampilan…

Universitas Saburai Lantik Pengurus UKM Periode 2025–2026: Wujud Regenerasi dan Penguatan Karakter Mahasiswa

Bandar Lampung – Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) resmi melantik pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2025–2026 pada Jumat, 31 Oktober 2025. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Graha Lantai 3 Universitas Saburai, Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Raja Agung Kusuma A.R.C., S.H., M.H., yang hadir mewakili Rektor Universitas Saburai. Turut hadir pula para pembina UKM, pengurus demisioner, pengurus baru, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Saburai dalam melakukan regenerasi kepemimpinan di lingkungan organisasi kemahasiswaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Dr. Raja Agung Kusuma menyampaikan apresiasi kepada pengurus UKM periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mengembangkan kegiatan mahasiswa di kampus. Ia juga berpesan agar pengurus baru dapat menjadi motor penggerak yang aktif, kreatif, dan inovatif.

“UKM merupakan wadah pembinaan mahasiswa di luar perkuliahan yang berperan penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap seluruh UKM dapat terus berkolaborasi serta memberikan kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat,” ujar Agung.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan ikrar pengurus UKM yang dipimpin oleh perwakilan pengurus terpilih, serta penandatanganan berita acara pelantikan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama pengurus UKM Universitas Saburai. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai acara tersebut, menjadi penanda awal baru bagi UKM Saburai untuk terus bergerak maju membangun kampus yang aktif, berprestasi, dan berkarakter.

Unila dan UNM Makassar Jalin Kerja Sama Kelembagaan dan Diskusi Senat Universitas

Lampung – Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan benchmarking dari Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus melaksanakan…

Unit Humas dan Protokol FKIP Gelar Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan 2025

Lampung – Telah dilaksanakan kegiatan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan Unit Humas dan Protokol Fakultas Keguruan dan…

Inovasi Inkubator Pintar Solusi Teknologi Unila untuk Peternak Kambing di Lamteng

Lampung – Tim dosen dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lampung (Unila), berhasil mengembangkan…

Himakom Resmi Membuka Ajang Computer Science Showdown 2.0 2025

Lampung – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer (Himakom) Universitas Lampung (Unila) resmi membuka ajang Computer Science…

Unila Gandeng Antara Gelar Pelatihan Teknik Penulisan Jurnalistik

Lampung – Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ayi…

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025: Menumbuhkan Cinta Bahasa dan Budaya Lampung Sejak Dini

Bandar Lampung — Balai Bahasa Provinsi Lampung kembali menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, sebuah ajang tahunan yang bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Lampung.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Bahasa Provinsi Lampung pada 22–24 Oktober 2025 ini diikuti oleh 120 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan serupa dijadwalkan akan dilaksanakan pada 28–30 Oktober 2025 mendatang.

Festival ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan berbahasa daerah melalui berbagai cabang lomba, seperti membaca cerita rakyat, berpidato, menulis aksara Lampung, serta bernyanyi lagu Lampung.

Pelajar SD Negeri 2 Kampung Baru Raih Prestasi di FTBI 2025

Salah satu momen yang mencuri perhatian datang dari cabang lomba bernyanyi lagu Lampung tingkat SD se-Provinsi Lampung, di mana Andriel Gilbert, siswa SD Negeri 2 Kampung Baru, Bandar Lampung, berhasil meraih Juara Harapan II.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan panitia sebagai bentuk nyata semangat pelajar dalam mencintai bahasa dan budaya daerahnya.

Kepala SD Negeri 2 Kampung Baru, Rahmatiyah, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras Andriel. Ia menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk berani tampil dan terus mencintai bahasa serta budaya Lampung. Festival ini bukan hanya lomba, tetapi juga sarana pelestarian warisan daerah kita,” ujar Rahmatiyah.

Dukung Program Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah

Sementara itu, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung, selaku Ketua Panitia FTBI 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Revitalisasi Bahasa Daerah yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Melalui festival ini, kami ingin menanamkan rasa bangga menggunakan bahasa daerah sejak dini. Anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mengenal nilai-nilai luhur budaya Lampung,” ungkapnya.

Membangun Generasi Muda yang Cinta Bahasa dan Budaya

Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian, Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar terus menjaga dan menghidupkan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa dan kekayaan budaya Indonesia.

“Bahasa daerah adalah jati diri bangsa. Selama generasi muda mau belajar dan bangga menggunakannya, maka budaya Lampung akan tetap hidup dan berkembang,” tutup Ketua Panitia FTBI 2025.

Rapat Luar Biasa Senat Dies Natalis FISIP ke-39

Lampung – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) gelar rapat luar biasa…