Lampung – Universitas Lampung (Unila) resmi menggelar Partnership Meeting bersama University of Seville, Spanyol, di Gedung Rektorat Lantai 2 Unila. Pertemuan strategis ini memperkuat kolaborasi internasional melalui program HARVEST Erasmus+ guna mendukung pertanian dan pangan berkelanjutan serta memperluas kerja sama pendidikan dan riset lintas negara.
Kegiatan dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Ayi Ahadiat, yang menegaskan internasionalisasi kampus menjadi kebutuhan strategis.
“Kolaborasi akademik global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui HARVEST Erasmus+, Unila memperkuat kapasitas pendidikan tinggi dalam sistem pertanian dan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
HARVEST Erasmus+: Strategi 2025–2027
Koordinator Konsorsium HARVEST dari University of Seville, Miguel Ángel Martín López, memaparkan arah strategis program 2025–2027.
HARVEST (Higher Education Leadership on Agricultural and Food Rights for Environmental Sustainability) merupakan program Erasmus+ Uni Eropa yang melibatkan delapan universitas Eropa dan Asia Tenggara.
Roadmap Program:
-
2025: Identifikasi praktik pertanian berkelanjutan & tren pedagogi inovatif
-
2026: Implementasi Capacity Building and Training Programme (CBTP)
-
2027: Pilot micro-courses, akreditasi micro-credentials & Students’ Innovation Hubs
CBTP dirancang hybrid dan lintas disiplin, mencakup pelatihan daring, pengembangan micro-course, hingga pembentukan innovation hub mahasiswa.
Potensi Kolaborasi Lintas Disiplin
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan kolaboratif dari sivitas Unila, antara lain:
-
Proyek cold storage untuk menjaga kualitas pangan
-
Social forestry management
-
Inovasi pengelolaan sampah rumah tangga
-
Ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim
-
Kolaborasi ilmu sosial dan sastra
Pertemuan ditutup dengan penyerahan draf nota kesepahaman (MoU) dan suvenir sebagai simbol penguatan kerja sama jangka panjang.
