Lampung – Universitas Lampung (Unila) mencatatkan momen bersejarah dalam kontribusinya terhadap pembangunan daerah melalui penyerahan hak cipta desain Menara Siger kepada Pemerintah Provinsi Lampung.
Penyerahan dilakukan oleh akademisi senior Unila, Anshori Djausal, dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung yang berlangsung di ruang sidang DPRD Provinsi Lampung pada Selasa, 31 Maret 2026.
Hak cipta tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, disaksikan Ketua DPRD, Forkopimda, serta jajaran pimpinan instansi vertikal. Momentum ini menjadi simbol nyata pengabdian akademisi melalui karya arsitektur bernilai historis, filosofis, dan kultural.
Dalam keterangannya, Anshori Djausal menegaskan bahwa penyerahan ini merupakan bentuk wakaf sekaligus hibah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas desain Menara Siger. Menurutnya, Menara Siger bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas daerah yang memiliki nilai ekonomi tak berwujud (intangible).
“Menara Siger bukan hanya beton, tetapi memiliki makna dan simbol yang harus menjadi milik resmi daerah,” ujarnya.
Sebagai ikon Lampung, Menara Siger yang berada di kawasan Bakauheni dirancang menyerupai mahkota pengantin adat (siger) berwarna kuning keemasan dan dibangun menggunakan teknik ferrocement. Bangunan ini menjadi penanda geografis pintu gerbang Pulau Sumatra sekaligus simbol kekayaan budaya Lampung, termasuk filosofi tujuh gunung leluhur dan keberagaman sembilan bahasa masyarakatnya.
Anshori menambahkan, keberadaan Menara Siger sangat penting sebagai landmark yang memperkuat identitas daerah. Ia menyebut Lampung sebagai “Indonesia mini” yang membutuhkan simbol kuat agar setiap orang yang masuk dapat merasakan karakter khas daerah tersebut.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Ayi Ahadiat, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia menilai penyerahan hak cipta ini merupakan contoh konkret pengabdian akademisi kepada masyarakat dan negara.
Menurutnya, karya tersebut menjadi jejak intelektual yang membanggakan bagi keluarga besar Unila. Sosok Anshori Djausal pun dinilai layak menjadi teladan bagi sivitas akademika dalam berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Beliau adalah tokoh Lampung dengan basis keilmuan dan kultur intelektual yang kuat. Ini menjadi inspirasi untuk terus mendorong kemajuan Unila ke depan,” ujarnya.
Penyerahan hak cipta desain Menara Siger ini tidak hanya memperkuat kepemilikan simbol daerah oleh pemerintah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi akademisi dan masyarakat untuk terus berinovasi serta mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan daerah dan bangsa.
