Lampung – Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA BK) Universitas Lampung (Unila) menggelar workshop penguat unit layanan akademik bimbingan konseling fakultas dan pascasarjana di ruang sidang lantai dua Gedung Rektorat Unila, pada Kamis, 27 November 2025.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Kepala UPA BK Unila Prof. Dr. Novita Tresiana, M.S., para narasumber, serta dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Unila.
Prof. Suripto Dwi Yuwono dalam sambutannya menegaskan penguatan layanan BK penting untuk mendukung kesejahteraan akademik dan non-akademik mahasiswa.
“Layanan BK yang kuat diperlukan agar mahasiswa mendapat pendampingan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran,” ujarnya.
Dr. Handy Mulyaningsih, M.Si., selaku ketua pelaksana menjelaskan, workshop dilaksanakan karena mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tekanan.
Ia menyampaikan, kondisi tersebut menuntut layanan bimbingan dan konseling yang lebih terstruktur, terkoordinasi, dan dekat dengan mahasiswa.
“Selama ini pendampingan sering dilakukan secara personal, tetapi sekarang kita membutuhkan sistem layanan BK yang lebih kuat dan jelas, dan UPA-BK hadir untuk memperkuat fungsi tersebut,” jelasnya.
Rangkaian materi diisi para narasumber berpengalaman yaitu Prof. Dr. Novita Tresiana., M.Si., Begio Alief, S.Sos., Dr. Ranni Rahmayanthi, S.Pd., M.A., Moch. Johan Pratama, M.Psi., dan Dr. Ir. Citra Persada, M.Sc.
Para narasumber memaparkan materi mengenai kebijakan implementasi layanan UPA BK, dilanjutkan dengan sharing session, dasar-dasar konseling, serta pedoman layanan penanganan kasus bimbingan dan konseling di tingkat fakultas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UPA-BK dapat memastikan, setiap fakultas tidak hanya memenuhi persyaratan administratif terkait akreditasi, tetapi juga memberikan layanan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan non-akademik mereka.