Wabup Pesawaran Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah Lewat Pengajian Maulid

Pesawaran – Ratusan masyarakat Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, memadati pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar pada Kamis malam (4/9/2025).

Acara menghadirkan Pimpinan Yayasan Islahul Ummat Lampung, Ustadz Latif Al-Imami, yang menyampaikan tausiah bertema “Mari Bersama Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah serta Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Memperbanyak Ibadah”.

Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, turut hadir bersama Plt. Kabag Kesra dan Camat Way Lima. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengajian Maulid bukan sekadar ritual, tetapi momentum penting untuk memperkuat iman sekaligus mempererat ukhuwah.

“Sepulang dari pengajian ini, mari kita ambil hikmah dari keteladanan Rasulullah. Tidak hanya kita dengar, tetapi juga kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun saat menjalankan pekerjaan,” ujar Antonius.

Ia juga mengajak jamaah mendoakan dirinya bersama Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira, agar senantiasa diberi kekuatan dan amanah dalam menjalankan kepemimpinan.
“Kami mohon doa restu dari masyarakat agar kepemimpinan ini bisa memberi manfaat nyata dan membawa Pesawaran lebih maju,” tambahnya.

Acara berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat, doa bersama, serta antusiasme masyarakat yang mengikuti hingga akhir kegiatan. [Hendra]

Bupati Pesawaran Tinjau Rumah Roboh Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Pesawaran – Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., meninjau langsung rumah milik Ibu Erlisa, warga Dusun 1 RT 01 Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (31/8/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Rumah semi permanen berbahan bambu (geribik) itu diketahui sudah berusia lebih dari 25 tahun dan dihuni Ibu Erlisa (50), suami, serta dua anaknya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp85 juta meliputi bangunan serta perabot rumah tangga.

Dalam kunjungannya, Senin (1/9/2025), Bupati Nanda didampingi jajaran Pemkab Pesawaran, di antaranya Asisten Pemerintahan & Kesra, Kepala BPBD, Plt. Kasat Pol PP, Kadis Sosial, Kadis Kominfotiksan, Plt. Kadis Perhubungan, Kabag Kesra, Camat Gedong Tataan, Kepala Desa Kebagusan, serta perangkat daerah terkait.

Bupati Nanda menyampaikan rasa empati sekaligus dukungan kepada keluarga korban.
“Saya turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya,” ucapnya.

Ia menegaskan, Pemkab Pesawaran berkomitmen membantu warga yang terdampak bencana agar kembali memiliki hunian layak.
“Kami hadir bersama jajaran untuk memastikan kondisi korban dan menyalurkan bantuan melalui program Baznas Pesawaran, yaitu Bedah Rumah Layak Sehat (Berkat) senilai Rp16 juta,” jelasnya.

Pasca kejadian, warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing rumah. Untuk sementara, keluarga Ibu Erlisa tinggal di rumah kerabat. Selain itu, BPBD dan Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa bahan pangan, kasur, atap asbes, karpet, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan pokok lainnya.

[hendra f.]

Lomba Karaoke Open Desa Wayharong Semarakkan HUT ke-80 RI

PESAWARAN – Malam Rabu di Pedukuhan Wayharong Timur, Desa Wayharong, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran berlangsung meriah. Ratusan warga memadati area lomba karaoke open desa yang digelar pemuda-pemudi setempat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Menariknya, lomba tidak hanya diikuti peserta lokal, tetapi juga dari berbagai daerah, seperti Lampung Timur, Pringsewu, Gading Rejo, Bandar Lampung, Kedondong, hingga Waylima. Hal ini menjadikan ajang tersebut semakin bergengsi sekaligus sarana mempererat silaturahmi lintas daerah.

Lomba Karaoke Open Desa Wayharong Semarakkan HUT ke-80 RI

Ketua dewan juri, Suhandi, S.Ag., menyampaikan apresiasinya atas penampilan para peserta. Menurutnya, selain kualitas vokal, keberanian tampil di atas panggung menjadi nilai tersendiri. “Kami bangga melihat antusias peserta. Selain suara yang indah, mereka juga tampil percaya diri dan membawa suasana penuh kebersamaan,” ujarnya.

Sorak-sorai penonton, tepuk tangan, hingga teriakan dukungan membuat suasana semakin semarak. Keberhasilan acara ini tak lepas dari peran tokoh pemuda Wahyudi, akrab disapa Yudi, yang terus mendorong pemuda Wayharong untuk kreatif dan kompak dalam menghadirkan kegiatan positif. “Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga. Pemuda Wayharong harus percaya diri dan kreatif,” ungkap Yudi.

Dukungan masyarakat juga turut mengalir. Salah satu warga mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. “Acara seperti ini membuat desa lebih hidup dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Selain menjadi hiburan, lomba karaoke ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan bakat sekaligus menambah pengalaman tampil di depan umum. Pemuda Wayharong berharap kegiatan semacam ini bisa terus digelar setiap tahun, sebagai wujud persatuan dan semangat kebersamaan warga.

[Hendra F]

Jalan Sehat Penuh Kebersamaan, Warga Marga Punduh Rayakan Dua Momen Besar

Pesawaran – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran ke-18, Pemerintah Kecamatan Marga Punduh menggelar kegiatan Jalan Sehat bertema “Setawitan Senyum Waya”. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan dan diikuti oleh ribuan peserta dari 10 desa se-Kecamatan Marga Punduh.

Acara dibuka langsung oleh Plt. Camat Marga Punduh, Edy Sutrisno, S.P., dan dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pesawaran, Sunyoto, yang hadir mewakili Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, S.T., M.T.

Tampak hadir pula Kepala KUA Marga Punduh, Suhandi, S.Ag., para kepala desa, tokoh masyarakat, dan unsur perangkat desa lainnya. Jalannya acara dipandu oleh Sekretaris Camat Marga Punduh yang bertindak sebagai Master of Ceremony dengan penuh wibawa dan profesionalisme.

Dalam sambutannya, Asisten I menyampaikan apresiasi Bupati kepada seluruh masyarakat Marga Punduh atas antusiasme dan kekompakan yang tercermin dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan.

Jalan sehat dimulai pukul 06.30 WIB dengan rute mengelilingi lingkungan sekitar kantor kecamatan. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga warga umum.

Panitia menyediakan ratusan doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda dan mesin cuci. Setelah kegiatan jalan sehat, peserta disuguhi hiburan rakyat dan sesi pembagian hadiah yang semakin menambah semarak suasana.

Tema “Setawitan Senyum Waya” mencerminkan semangat persatuan, keceriaan, dan keharmonisan warga Kecamatan Marga Punduh dalam menyambut dua momentum penting: kemerdekaan RI dan hari jadi Kabupaten Pesawaran.

Acara berlangsung meriah, aman, dan penuh kegembiraan. Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar di tahun-tahun mendatang sebagai wadah mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa cinta terhadap daerah dan bangsa.

(Hendra F)

Safari Dakwah Artis Kiwil di Desa Teba Jawa, Ajak Donasi untuk Korban Perang Palestina

PESAWARAN, LAMPUNG – Ratusan ibu-ibu berhijab memadati Masjid Rhoudatul Muttaqin di Desa Teba Jawa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Senin (4/8/2025). Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti pengajian rutin bulanan Himpunan Majelis Ta’lim (HMT) Kecamatan Kedondong yang mengangkat tema “Membangun Karakter Muslim dan Muslimah yang Berakhlakul Karimah.”

Pengajian ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk aparat Desa Teba Jawa, USPIKA Kecamatan Kedondong, para kepala desa se-Kecamatan Kedondong, tokoh masyarakat, penyimbang adat Lampung, para ibu kepala desa, pemuda-pemudi dari Remaja Islam Masjid (RISMA) Rhoudatul Muttaqin, serta masyarakat setempat.

Yang menarik, pengajian kali ini menghadirkan penceramah dari kalangan publik figur, yaitu artis dan pelawak nasional, Hi. Kiwil, yang tengah melakukan safari dakwah di Provinsi Lampung.

Camat Kedondong, Irwan Rosa, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian HMT ini merupakan wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara warga desa se-Kecamatan Kedondong.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan upaya membangun masyarakat yang rukun, damai, dan bersahaja. Dengan rutin mengikuti siraman rohani seperti ini, semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat,” ujar Irwan Rosa.

Ia juga menambahkan pentingnya menjaga tali silaturahmi antarwarga sebagai jalan untuk mendatangkan keberkahan dan rezeki dari Allah SWT.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Hi. Kiwil mengajak umat Islam di Lampung, khususnya di Kedondong, untuk peduli terhadap saudara-saudara seiman di Palestina yang menjadi korban konflik berkepanjangan.

“Melalui safari dakwah ini, saya ingin mengajak masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk berbagi kepedulian terhadap saudara kita di Palestina yang sedang mengalami penderitaan akibat perang,” tutur Hi. Kiwil usai acara.

Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di Lampung merupakan bagian dari program yayasan yang menjadwalkan safari dakwah dan penggalangan donasi untuk korban perang Palestina selama sepuluh hari di berbagai wilayah di provinsi ini.

“Saya hanya dijadwalkan sepuluh hari oleh pihak yayasan untuk safari dakwah di Lampung,” jelasnya singkat.

(Hendra F)

759 Warga Desa Wayharong Terima Bantuan Beras dari Pemerintah Pusat

PESAWARAN — Sebanyak 759 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Wayharong, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, menerima bantuan beras dari program pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Penyaluran bantuan berlangsung tertib di balai desa setempat. Warga datang secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan, membawa dokumen undangan dan disambut oleh tim penyalur serta aparat desa yang telah menyiapkan logistik dengan rapi.

Bantuan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan beban kami. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ujar salah seorang warga penerima.

Kegiatan penyaluran berada di bawah koordinasi langsung Kepala Desa Wayharong, Alamsyah, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia memastikan proses pembagian berjalan adil, transparan, dan menyentuh seluruh sasaran penerima.

“Kami terus berupaya agar bantuan dari pemerintah pusat bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Alamsyah.

Setiap keluarga penerima mendapatkan bantuan beras sesuai ketentuan, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok harian, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Selain meringankan beban hidup, program ini juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat di tingkat desa. Warga berharap, bantuan seperti ini bisa terus diberikan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat dan perangkat desa yang telah memfasilitasi penyaluran dengan baik. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkap seorang lansia penerima manfaat.

Dengan semangat gotong royong, pelaksanaan program ini juga memperkuat ikatan sosial serta kepedulian antarsesama warga di Desa Wayharong.

(Hendra F)

Puluhan Emak-Emak Gelar Aksi Damai di Kantor Dinas Pendidikan Pesawaran, Desak Perlindungan untuk Korban Perundungan

Pesawaran — Puluhan emak-emak yang menamakan diri sebagai Emak-Emak Peduli Pendidikan Pesawaran menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Selasa (22/7). Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan protes terhadap dugaan perundungan yang dialami Gibran, siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Pesawaran.

Massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah nyata dalam menangani kasus perundungan tersebut dan memastikan perlindungan terhadap siswa.

Koordinator aksi, Weni Oktasari, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk dukungan moral bagi korban serta desakan agar negara hadir melindungi anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami sudah dua kali menyampaikan persoalan ini kepada pihak Dinas Pendidikan. Kami ingin Gibran didampingi secara psikologis dan difasilitasi agar bisa kembali ke sekolah. Tapi hingga hari ini belum ada solusi yang konkret,” ujar Weni.

Ia menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi representasi dari suara para ibu di Pesawaran yang menginginkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami semua tentu masih teringat kasus tragis siswa SMA di Garut yang meninggal dunia karena tak kuat menanggung bullying. Jangan sampai kejadian serupa terjadi di Pesawaran. Gibran hingga kini masih trauma dan belum kembali ke sekolah,” tambahnya.

Momentum aksi ini bertepatan dengan peringatan menjelang Hari Anak Nasional. Para ibu mendesak agar pemerintah serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan terhadap anak-anak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. Kami minta pemerintah jangan tutup mata,” pungkas Weni.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan peserta aksi diterima untuk berdialog langsung dengan pejabat Dinas Pendidikan. Aksi kemudian ditutup dengan tertib dan damai.

Diklat SPPI Batch 3 Tahun 2025 Resmi Ditutup, Provinsi Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan SDM Pertahanan

PESAWARAN – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Provnsi Lampung M. Firsada,  mewakili Gubernur Lampung bertindak…

KPU Pesawaran Tetapkan Nanda – Anton sebagai Bupati dan Wabup Terpilih Periode 2025–2030

PESAWARAN, LAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran resmi menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Nanda Indira Bastian dan Antonius Muhammad Ali, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran terpilih periode 2025-2030 dalam pleno terbuka yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandarlampung, Senin (30/6/2025).

Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang menolak gugatan sengketa hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Pesawaran yang diajukan oleh paslon nomor urut 01, Supriyanto–Suriansyah Rhalieb.

Ketua KPU Kabupaten Pesawaran, Feri Ikhsan, menyampaikan bahwa pasangan Nanda–Antonius memperoleh 128.715 suara atau 59,26 persen dari total suara sah, dan dinyatakan sah sebagai kepala daerah terpilih.

“Telah ditetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 02 sebagai pasangan terpilih untuk periode 2025–2030, berdasarkan hasil PSU dan putusan MK RI atas sengketa Pilkada Serentak 2024,” ujar Feri.

Ia menambahkan, keputusan ini mulai berlaku pada Senin, 30 Juni 2025 pukul 15.15 WIB, bersamaan dengan pengumuman resmi hasil pleno penetapan.

Tahapan Selanjutnya: Proses Administratif dan Pelantikan

Pasca-penetapan, KPU Pesawaran segera mengirimkan surat resmi kepada DPRD Kabupaten Pesawaran untuk menjadwalkan rapat paripurna dengan agenda pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati periode 2021–2025, serta penetapan kepala daerah terpilih periode selanjutnya.

Selanjutnya, DPRD akan menyampaikan surat usulan pelantikan kepada Gubernur Lampung, yang kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk penjadwalan pelantikan resmi.

Dengan tuntasnya proses PSU dan penetapan ini, Kabupaten Pesawaran kini memasuki babak baru dalam kepemimpinan daerah. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi menyambut masa pemerintahan yang baru dengan semangat kolaborasi dan pembangunan.

Gubernur Lampung Dorong KEK Teluk Pandan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Teluk…

LSM DPD Forum Komunikasi Anak Lampung (FOKAL) Kabupaten Pesawaran Dukung Pilkada Damai

PESAWARAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Anak Lampung (FOKAL) Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran tahun 2025 yang aman, damai, dan kondusif.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang direkam usai pertemuan antara Dewan Pembina dan pengurus DPD FOKAL Pesawaran di Sekretariat FOKAL, Senin, 16 Juni 2025.

Ketua Dewan Pembina yang juga Ketua DPP FOKAL Provinsi Lampung, Abzari Zahroni, memimpin langsung deklarasi tersebut bersama jajaran pengurus. Dalam pernyataannya, FOKAL menegaskan penolakan terhadap politik identitas, penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk provokasi yang berpotensi memicu konflik selama tahapan PSU.

Berikut isi pernyataan deklarasi:

1. “REDAM PERBEDAAN, RAWAT PERSATUAN”  LSM FOKAL KAB. PESAWARAN  MENDUKUNG PSU PESAWARAN TAHUN 2025 YANG KONDUSIF, MARI KAWAL DEMOKRASI DENGAN HATI  TENANG DAN PIKIRAN YANG JERNIH.
2. LSM FOKAL KAB. PESAWARAN MENOLAK ADANYA PROVOKASI, BERITA HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN YANG DAPAT MENIMBULKAN KONFLIK PADA PSU PILKADA PESAWARAN TAHUN 2025.

“Terwujudnya tahapan PSU Pilkada Pesawaran yang aman dan damai adalah tanggung jawab bersama,” ujar Abzari.

Ia juga mengimbau seluruh anggota FOKAL untuk turut serta menyosialisasikan pentingnya menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah masyarakat selama proses demokrasi berlangsung.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Dewan Pembina, Ketua, Sekretaris, Koordinator Lapangan, serta sejumlah perwakilan anggota FOKAL Kabupaten Pesawaran.

Ratusan Masyarakat Adat Dan Paguyuban Tanjung Kemala Geruduk Gedung DPRD Pesawaran

PESAWARAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk mendorong terlaksananya pengukuran ulang lahan…

858 Personel Gabungan Siap Amankan PSU Pilkada Pesawaran, Polda Lampung: Profesional dan Humanis

PESAWARAN – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada, Polres Pesawaran bersama…

Dinding Luar Gedung DPRD Pesawaran yang Dibangun Tahun 2013 Berjatuhan

Pesawaran – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pesawaran berdampak pada rusaknya salah satu fasilitas vital milik pemerintah daerah. Dinding bagian depan samping Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran yang dibangun pada 2013 dilaporkan ambrol pada Jumat (23/5/2025) siang, memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna dan masyarakat di sekitar gedung.

Sekretaris DPRD Kabupaten Pesawaran, Toto Sumedi, langsung mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area gedung demi menghindari risiko kemungkinan longsoran susulan atau kerusakan lainnya.

“Biar pihak teknis lebih dulu yang mempelajari dan menanganinya,” ujar Toto.

“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak teknis agar segera meninjau kondisi bangunan dan memastikan tidak ada risiko lanjutan,” lanjutnya.

Meskipun insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, aktivitas anggota DPRD tetap berjalan dengan kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap kondisi bangunan.

Dugaan awal menyebutkan bahwa dinding tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Pesawaran pada hari ini.

Sejumlah wilayah yang disebut berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain Gedong Tataan, Negerikaton, Tegineneng, Waylima, Padang Cermin, Punduh Pidada, Kedondong, Marga Punduh, Waykhilau, Telukpandan, hingga Wayratai.

“Kami juga terus memantau informasi dari BMKG sebagai langkah antisipatif ke depan. Keselamatan pegawai dan masyarakat menjadi prioritas kami,” tambah Toto Sumedi.

Pemerintah daerah pun turut bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur lain guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai bentuk kewaspadaan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang, serta menghindari bangunan atau pohon besar yang rawan tumbang.

Desa Bogorejo Kecamatan Gedung Tataan Gelar Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Pesawaran – Desa Bogorejo, Kecamatan Gedung Tataan, mengadakan Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) dalam rangka pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. Selasa, (20/5/25)

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bogorejo, Bapak Hermansyah, menjelaskan bahwa musyawarah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pengurus koperasi yang akan mengelola Koperasi Desa Merah Putih berdasarkan petunjuk pelaksanaan dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, yang tercantum dalam Peraturan Menteri Koperasi RI Nomor 1 Tahun 2025.

Bapak Hermansyah menambahkan, proses pemilihan pengurus koperasi akan dilakukan melalui Rapat Anggota, di mana pengurus yang terpilih diharapkan dapat mengelola organisasi dan menjalankan kegiatan usaha koperasi dengan profesionalisme dan amanah. “Pengurus yang terpilih harus memiliki pengetahuan tentang koperasi, jujur, loyal, serta mempunyai ketrampilan kerja dan wawasan usaha yang baik,” tegas Hermansyah.

Kepala Desa juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam memilih pengurus, yaitu dengan memastikan bahwa tidak ada hubungan keluarga langsung antara pengurus koperasi dan perangkat desa lainnya, termasuk Kepala Desa. Selain itu, pengurus koperasi juga harus memiliki kompetensi yang jelas dan bebas dari konflik kepentingan.

Terkait dengan susunan pengurus Koperasi Desa Merah Putih, Kepala Desa menyampaikan bahwa struktur organisasi koperasi harus terdiri dari lima orang yang mewakili bidang usaha, keanggotaan, sekretaris, dan bendahara. “Keterwakilan perempuan dalam kepengurusan juga menjadi hal penting untuk mendorong kesetaraan gender dalam koperasi,” tambahnya.

Musyawarah desa ini juga dihadiri oleh seluruh aparatur desa, lembaga BPD, jajaran BUMDes, Ketua TP-PKK, kader wanita desa, serta perwakilan dari masyarakat. Tidak ketinggalan, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan, Bapak Sunaryo, Kasi PMD, beserta pendamping desa, serta unsur-unsur TNI-Polri dan lembaga desa lainnya.

Bapak Sunaryo, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus dan anggota koperasi harus bekerja secara profesional dan amanah sesuai dengan tugas masing-masing. Hal ini penting agar koperasi dapat berfungsi dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Kepala Desa Hermansyah berharap bahwa dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih, perekonomian UMKM di Desa Bogorejo akan mengalami kemajuan yang signifikan, yang tentunya akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

(Hendra F.)

BPS Pesawaran Gelar Pembinaan Statistik Sektoral untuk Perkuat Kualitas Data Pembangunan

Gedong Tataan — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan pembinaan statistik sektoral tahap pertama dengan mengangkat…

BPS Pesawaran Dorong Literasi Statistik Melalui Program Desa Cantik di Karang Anyar

Pesawaran — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan pembinaan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) di…

KPU Pesawaran Intensifkan Sosialisasi Jelang Pemungutan Suara Ulang

Pesawaran – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran terus memperkuat upaya sosialisasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan…

Halal Bihalal Pramuka Lampung, Perkuat Persaudaraan, Satukan Semangat Generasi Muda

PESAWARAN – Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai acara Halal Bihalal Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung yang…

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan Tinjau TPA Gedong Tataan, Dorong Tata Kelola Sampah Sesuai Regulasi dan Ramah Lingkungan

Pesawaran – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada Selasa (11/3/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI dalam memastikan pengelolaan sampah yang sesuai regulasi dan ramah lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Putri Zulkifli Hasan diterima langsung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Marzuki Kepala Dinas Pertahanan dan Lingkungan Hidup Linda Sari, Kepala Dinas Kominfotiksan Jayadi Yasa, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam lawatannya tersebut, Putri Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) terakhir dengan Kementerian Lingkungan Hidup, penggunaan metode pengolahan sampah dengan area pendamping sudah tidak diperbolehkan. Larangan ini berlaku tidak hanya di Kabupaten Pesawaran, tetapi juga di 343 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Maka dari itu, penerapan waste to energy dalam pengelolaan sampah saat ini saat ini harus terus digaungakan. Beberapa yang bisa diterapkan diantaranya dengan tersedianya mesin pencacah dan pemilahan sampah yang berfungsi untuk mengkonversi sampah organik menjadi pupuk serta gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Tentu ini memerlukan kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak. Saya siap membantu dalam hal-hal yang diperlukan. Kami juga telah berdiskusi, dan ada harapan agar area di belakang TPA dapat diperluas untuk pengolahan sampah,” ujar Putri Zulkifli Hasan.

Untuk diketahui, TPA Taman Sari merupakan tempat pembuangan akhir terbesar di Kabupaten Pesawaran dengan kapasitas tampung mencapai 1,3 ton sampah per hari. TPA ini dibangun pada tahun 2011, TPA ini berdiri di atas lahan seluas 1,7 hektare.

Merespon hal tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pengelolaan sampah di daerah.

Bupati berharap dukungan ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan sistem pengolahan sampah agar lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentu masih banyak yang harus dibenahi, maka kehadiran beliau ini menjadi salah satu solusi agar ke depannya pengolahan sampah di Kabupaten Pesawaran semakin baik dan tidak merugikan lingkungan serta ada nilai tambah untuk masyarakat,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Zulkifli Hasan dan Bupati Pesawaran juga menyempatkan waktu untuk melakukan dialog dengan warga setempat yang terdampak oleh keberadaan TPA.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menginventarisasi berbagai kekurangan serta melakukan pembenahan yang diperlukan guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Termasuk menghadirkan penerapan teknologi mutakhir yang mampu meminimalisir bau dan penyebaran lalat yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.