Disporapar Usulkan Revitalisasi Stadion Tejosari Jadi Metro Sport Center

Metro | Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kota Metro, telah menggulirkan usulan strategis yaitu revitalisasi Stadion Tejosari menjadi Metro Sport Center.

Hal ini muncul sebagai bentuk respons atas padatnya aktivitas olahraga warga di ruang publik non-olahraga seperti Taman Merdeka, yang dinilai sudah tidak ideal secara tata ruang maupun fungsi kota.

Selain itu, pembangunan atau renovasi stadion tejosari sudah layak untuk dilakukan sebagai sarana penunjang kegiatan olah raga yang lengkap dan memadai.

Kepala Disporapar Metro, Tri Hendrianto melalui Sekertaris, Alfajar Nasution menjelaskan bahwa tren olahraga lari dan jogging yang kini digemari masyarakat harus difasilitasi melalui sarana olahraga yang sesuai standar. Namun, kondisi Stadion Tejosari yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan itu.

Alfajar Nasution, Sekretaris Disporapar Metro

“Kami sudah lama menyampaikan ini ke pimpinan. Fenomena jogging di kawasan jalan protokol, terutama di seputaran Taman Merdeka, sejatinya perlu dicari solusinya. Fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) menjadi terganggu, dan dari sisi keselamatan lalu lintas, ini juga berisiko,” kata Fajar, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (13/6/2025).

Usulan menjadikan Stadion Tejosari sebagai Metro Sport Center bukan sekadar perbaikan fasilitas lama. Konsep ini mencakup revitalisasi total stadion menjadi pusat olahraga terpadu dengan fasilitas lintasan lari, area senam terbuka, ruang UMKM, serta integrasi dengan ruang komunitas dan kegiatan publik.

Namun tantangan terbesar ada pada pembiayaan. Menurut Fajar, pembangunan Metro Sport Center tidak mungkin ditopang hanya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Revitalisasi ini membutuhkan anggaran besar. Kami sudah susun proposalnya dan saat ini sudah berada di tangan pimpinan. Harapan kami, ini bisa dibawa dan disuarakan ke pemerintah pusat. Jika hanya mengandalkan APBD, kami rasa akan berat,” jelas Fajar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah membuka opsi kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau pola lain yang sesuai regulasi pengelolaan aset daerah.

Revitalisasi Stadion Tejosari disebut Fajar sejalan dengan misi pembangunan Walikota Bambang dan Wakil Walikota Rafieq, khususnya pada aspek peningkatan kualitas sarana publik dan penataan fungsi ruang kota.

“Kami menilai Stadion Tejosari bukan tidak layak, hanya kurang representatif. Lokasinya strategis, dan bisa dikembangkan. Ini adalah bagian dari indikator capaian misi kepala daerah di bidang kepemudaan dan olahraga,” tambah Fajar.

Namun, dirinya juga menekankan bahwa pembahasan teknis mengenai pola pengelolaan harus melalui kajian lanjutan lintas instansi. Status stadion sebagai aset daerah menuntut ketepatan formula hukum dan kelembagaan dalam pelaksanaannya.

Salah satu alasan mendesak di balik usulan ini adalah kembalinya Taman Merdeka pada fungsi dasarnya sebagai ruang terbuka hijau. Penggunaan taman sebagai lintasan lari selama ini dinilai menimbulkan dampak turunan terhadap lalu lintas di pusat kota dan membebani fungsi ekologis taman itu sendiri.

“Taman Merdeka seharusnya menjadi paru-paru kota, bukan lintasan olahraga utama. Stadion Tejosari lebih cocok, karena memang dirancang sebagai sarana olahraga,” jelas pria yang juga aktif menyoroti isu pembangunan tersebut.

Menurutnya, dengan memindahkan beban aktivitas olahraga ke Metro Sport Center, Taman Merdeka bisa difungsikan ulang sebagai kawasan teduh untuk rekreasi pasif dan pelestarian vegetasi kota.

Usulan revitalisasi Stadion Tejosari sesungguhnya bukan hal baru. Namun hingga kini, ide tersebut masih tertahan di fase gagasan. Dengan keterbatasan fiskal daerah dan kompleksitas pengelolaan aset publik, realisasi Metro Sport Center membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.

Perlu ada nyali politik dari pemimpin daerah untuk menjadikan proyek ini sebagai prioritas pembangunan. Di sisi lain, dukungan legislatif, partisipasi publik, dan komitmen pusat akan menentukan apakah gagasan ini akan bertransformasi menjadi ikon baru bagi warga Metro atau kembali menjadi tumpukan dokumen dalam laci birokrasi.

“Kami sudah bahas ini lama. Semoga dengan kepemimpinan yang sekarang, Pemkot bisa wujudkan fasilitas olahraga yang benar-benar layak bagi masyarakat,” tandas Fajar.

Metro adalah kota yang berkembang, dengan penduduk muda dan gaya hidup yang dinamis. Fasilitas olahraga seharusnya bukan jadi opsi kedua, melainkan infrastruktur utama yang mendukung kualitas hidup.

Revitalisasi Stadion Tejosari, jika benar diwujudkan dengan perencanaan yang matang bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tapi menjadi investasi kota yang berjangka panjang. | (Gun).

Nilai Hasil TKA SPMB SMAN 3 Metro, Melalui Smard Board Langsung Diumumkan Secara Terbuka dan Transparan

Metro | Melalui Smart Board besar SMA Negeri 3 Metro, mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta yang ikut jalur prestasi secara langsung (live) dan terbuka yang digelar di teras sekolah.

Dikatakan kepala sekolah SMA Negeri 3 Metro Ibnu Budi Cahyana bahwa dengan menayangkan hasil Tes Kemampuan Akademik melalui jalur prestasi, sehingganya calon wali murid dan masyarakat, bisa melihat skor nilai TKA secara langsung (live) saat peserta sedang mengikuti TKA.

“Kami transparan, jadi hasilnya langsung ditayangkan, adapun jumlah calon murid yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jalur prestasi berjumlah 110 murid, 1 orang tidak bisa ikut test karena sakit, sedangkan calon murid yang akan diterima melalui jalur ini sebanyak 114 peserta,”ujar Ibnu Budi, Kamis (12/6/2025).

Lebih lanjut dijelaskan Ibnu Budi Cahyana, untuk Kota Metro ada 2 Sekolah yang masuk kategori SMA Unggul di Propinsi Lampung, yakni SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Metro.

“Penerimaan Jalur Prestasi SMA Unggul ditentukan berdasarkan penggabungan nilai dari tiga komponen utama sebagaimana dijelaskan dalam juknis SPMB 2025, yaitu (1) Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot 60%, (2) Nilai Rapor semester 1 s.d 5 dengan bobot 25%, dan (3) Piagam/sertifikat prestasi akademik dan non akademik dengan bobot 15%,” ucap Ibnu Budi.

Dijelaskannya juga, calon Murid yang tidak lolos jalur prestasi, masih bisa mendaftar di jalur domisili, afirmasi, dan mutasi, dengan ketentuan memenuhi persayaratan masing-masing jalur sebagaimana yang tertera dalam juknis SPMB 2025.

Jalur domisili adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di dalam wilayah penerimaan murid baru yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Wilayah rayon domisili SMAN 3 Metro meliputi 6 kecamatan, yaitu kecamatan Metro Utara, Metro Pusat, Punggur, Trimurjo, Kotagajah dan Pekalongan.

“SMA Negeri 3 Metro, untuk Tahun Pelajaran 2025/2026, akan menerima Murid sebanyak 324, dengan rincian dari jalur prestasi sebanyak 114 Murid (35%), jalur domisili sebanyak 97 Murid (30%), jalur afirmasi sebanyak 97 Murid (30%), dan Jalur Mutasi sebanyak 16 Murid (5%),” ucap Ibnu Budi Cahyana.

Ditambahkannya, ada hal yang berbeda untuk jalur domisili, yaitu Jika pendaftar jalur domisili melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan Murid dilakukan dengan memprioritaskan : (1) rerata transkip nilai Ijazah/SKL, (2) Jarak tempat tinggal terdekat ke satuan pendidikan, (3) Usia yang lebih tua berdasarkan akte kelahiran.

Sama dengan jalur penerimaan SMA Negeri lainnya di Lampung, Jalur afirmasi adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan calon murid penyandang disabilitas.

Jika pendaftar jalur Afirmasi melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan Murid dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon Murid terdekat dengan satuan pendidikan.

Jalur mutasi adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berpindah domisili karena perpindahan tugas dari orang tua/wali dan bagi anak guru yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tua mengajar.

“Jika pendaftar jalur mutasi melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan Murid dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon Murid terdekat dengan satuan pendidikan,” pungkas Ibnu Budi Cahyana. | (Arif).

SMAN 1 Metro, Hasil Tes Kemampuan Akademik SPMB Jalur Prestasi Ditayangkan Secara Langsung, Terbuka, dan Transparan

Metro | SMA Negeri 1 Metro telah selesai melaksanakan SPMB Jalur Prestasi SMA Unggul Provinsi Lampung, dimana dIawali dengan Pendaftaran jalur prestasi & verifikasi berkas dilaksanakan secara on line (tanggal 4, 5, dan 10 Juni 2025) dan pelaksanaan TKA dilaksanakan secara online di SMAN 1 (tanggal 11 & 12 Juni).

Usai test, Panitia SPMB SMAN 1 Metro mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta jalur prestasi secara langsung (live) dan terbuka menggunakan layar LCD yang di gelar di halaman sekolah, sehingga calon wali murid dan masyarakat, bisa melihat skor nilai TKA secara langsung (live) saat peserta sedang mengikuti TKA.

Hal tersebut disampaikan kepala Sekolah SMA Negeri 1 Metro M Kholid saat memantau penayangan hasil test, bahwa Jumlah calon murid yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jalur prestasi sebanyak 315 murid, sedangkan calon murid yang akan diterima melalui jalur ini sebanyak 114 Murid.

“Kelulusan Jalur Prestasi SMA Unggul ditentukan berdasarkan penggabungan nilai dari tiga komponen utama sebagaimana dijelaskan dalam juknis SPMB 2025, yaitu (1) Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot 60%, (2) Nilai Rapor semester 1 s.d 5 dengan bobot 25%, dan (3) Piagam/sertifikat prestasi akademik dan non akademik dengan bobot 15%, Peserta yang dinyatakan lulus jalur prestasi akan diumumkan pada tanggal 14 Juni, dilanjutkan dengan proses daftar ulang sampai dengan tanggal 15 Juni,” ujar M. Kholid, Kamis (12/6/2025).

Kemudian, calon Murid yang tidak lolos jalur prestasi, masih bisa mendaftar di jalur domisili, afirmasi, dan mutasi, dengan ketentuan memenuhi persyaratan masing-masing jalur sebagaimana yang tertera dalam juknis SPMB 2025.

Adapun jalur domisili adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di dalam wilayah penerimaan murid baru yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi.

“Wilayah rayon domisili SMAN 1 Metro meliputi 6 kecamatan, yaitu kecamatan Metro Pusat, Metro Timur, Metro Barat, Metro Selatan, Batanghari dan Pekalongan,” ucap M.kholid.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada hal yang berbeda untuk jalur domisili, yaitu Jika pendaftar jalur domisili melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan Murid dilakukan dengan memprioritaskan : (1) rerata transkip nilai Ijazah/SKL, (2) Jarak tempat tinggal terdekat ke satuan pendidikan, (3) Usia yang lebih tua berdasarkan akte kelahiran.

Sedang Jalur afirmasi adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan calon murid penyandang disabilitas.

Jika pendaftar jalur Afirmasi melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan murid dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon Murid terdekat dengan satuan pendidikan.

Kemudian, untuk jalur mutasi adalah jalur penerimaan murid baru yang diperuntukkan bagi calon murid yang berpindah domisili karena perpindahan tugas dari orang tua/wali dan bagi anak guru yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tua mengajar.

Jika pendaftar jalur mutasi melampaui jumlah kuota, maka penentuan penerimaan Murid dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon Murid terdekat dengan satuan pendidikan.

“Untuk Tahun Pelajaran 2025/2026, SMA Negeri 1 Metro akan menerima Murid sebanyak 324, dengan rincian dari jalur prestasi sebanyak 114 Murid (35%), jalur domisili sebanyak 97 Murid (30%), jalur afirmasi sebanyak 97 Murid (30%), dan Jalur Mutasi sebanyak 16 Murid (5%),” pungkas M.kholid.

(Suprayogi).

Bahaya Kendaraan Overdimensi dan Overload, Sat Lantas Polres Metro Door To Door Gencarkan Sosialisasi

Metro | Satuan Lalu Lintas Polres Metro Polda Lampung, terus menggencarkan sosialisasi door to door pencegahan kendaraan Over Dimensi dan Over Load yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Hal tersebut dikatakan Kasat Lantas AKP Sulkan, mewakili Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, bahwa sosialisasi sudah dimulai sejak 1 Juni dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2025.

“Kegiatan ini kita laksanakan secara masif selama satu bulan penuh, untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya kendaraan OVERDIMENSI DAN OVERLOAD serta potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat ditimbulkan,” kata AKP Sulkhan, Rabo (11/6/2025).

Adapun titik-titik lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi meliputi di Jalur Alternatif, perusahan, bengkel dan expedisi.
Kegiatan dilakukan dengan cara membagikan leaflet, spanduk serta di media, radio metro polis kepada masarakat kota metro serta para pengendara kendaraan bermotor.

“Setiap hari, personel Sat Lantas membagikan puluhan lembar leaflet yang berisi informasi penting terkait dampak negatif kendaraan Overdimensi dan Over load,” jelasnya.

AKP Sulkhan juga menjelaskan, leaflet dan bener yang dibagikan berfungsi sebagai media komunikasi langsung untuk meningkatkan pemahaman pengendara mengenai risiko kendaraan yg overdimensi dan overload.

Sosialisasi ini juga menyertakan informasi tentang sanksi atau tindakan hukum yang akan dikenakan kepada pelanggar.

“Tujuannya bukan semata-mata penindakan, tapi lebih kepada upaya preventif. Diharapkan, sosialisasi ini mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut data yang disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, dalam Rakor penanganan Overdimensi dan overload di Kemenhub pada 23 Mei 2025, terdapat sekitar 26 ribu korban meninggal dunia setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, sebagian besar melibatkan kendaraan Overdimensi dan overload.

“Angka ini sangat memprihatinkan, dan menjadi dasar pentingnya kampanye Indonesia Menuju Zero Overdimensi dan Overload Sosialisasi dilakukan serentak secara nasional oleh jajaran Lalu Lintas, baik di tingkat Polda maupun Polres,” ungkap AKP Sulkhan.

Ia menambahkan, dengan optimalisasi sosialisasi, diharapkan masyarakat sudah memahami larangan dan konsekuensi dari pelanggaran Overdimensi dan Overload sehingga tidak ada lagi alasan ketidaktahuan saat dilakukan penindakan.

Kasat Lantas AKP Sulkhan, juga berharap, dengan masifnya edukasi yang dilakukan, para pemilik kendaraan angkutan barang bisa lebih taat terhadap peraturan dimensi dan muatan kendaraan.

“Kami berharap ke depan tidak hanya kesadaran pengemudi yang meningkat, tetapi juga kesadaran dari para pemilik dan perusahaan angkutan barang. Mari kita wujudkan bersama lalu lintas yang aman, tertib dan lancar serta tetap mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan,”pungkas AKP Sulkhan. | (Rio).

IAIN Beralih Status Menjadi UIN Jurai Siwo Jusi Lampung

Metro | Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jurai Siwo Kota Metro Lampung menggelar tasyakuran sebagai wujud rasa syukur atas resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo (Jusi) Lampung berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 57 Tahun 2025.

Sebelum acara tasyakuran dilaksanakan, kegiatan diawali dengan pengukuhan guru PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) di lingkup UIN setempat, berlangsung di Gedung Akademik Center Kampus II setempat, Selasa (10/6/2025).

Dikatakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons, bahwa peralihan status IAIN menjadi UIN Jurai Siwo Lampung berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 57 Tahun 2025.

“Peralihan itu kemarin di tanggal 26 Mei. Saya di undang ke Jakarta untuk menerima keputusan presiden, kita memperoleh SK Nomor 57 Tahun 2025, bahwa IAIN Metro berubah menjadi nama UIN Jurai Siwo Lampung,” ujar Ida Umami.

Dia menyebut, peralihan status IAIN menjadi UIN Jurai Siwo Lampung tersebut tentunya memberikan dampak yang baik.

“Tentu saja, perubahan bentuk dari IAIN ke UIN ini membawa beberapa dampak, terutama yang pertama adalah kita dapat membuka prodi dan fakultas umum. Misalnya, fakultas saintek (Sains Teknologi),” ucap Ida Umami.

“Walaupun ini masih fokus kepada ortaker (organisasi dan tata kerja) dan lain sebagainya, nanti kedepan kita dengan berubah menjadi UIN itu, akan membuka prodi umum seperti kesehatan masyarakat, dan lain sebagainya. Nanti di bawah fakultas sainstek dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, nama UIN Jurai Siwo Lampung tersebut memiliki makna yang khusus.

“Sebetulnya, Jurai Siwo itu kita pakai sejak nama yang pertama, yaitu STAIN Jurai Siwo. Jurai Siwo adalah sembilan (9) marga yang ada di Lampung. Jadi, nama UIN Jurai Siwo, kita akan kembali lagi mengangkat Lampung, baik di kancah lokal, nasional, maupun sampai kancah internasional, dengan kearifan budaya Lampung jurai Siwo,” pungkas Ida Umami. | (Rio).

DPRD Paripurna Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Metro Yang ke-88

Metro | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro gelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Metro yang ke-88 untuk mamantapkan langkah menuju Masa depan yang lebih gemilang.

Rapat Paripurna yang di buka oleh Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, dihadiri Walikota Metro Bambang Iman Santoso, wakil pimpinan DPRD, Forkopimda, anggota DPRD, OPD, pimpinan Parpol, Camat Sekota Metro, Lurah Sekota Metro, tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya, berlangsung di Gedung DPRD setempat, Senin, (09/06/2025).

Dalam sambutannya Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, peringatan ini bukan hanya seremonial semata melainkan ajakan untuk merenungi perjalanan panjang tapak tilas sejarah dan memantapkan langkah wujud Masa depan yang lebih gemilang.

“Kota Metro yang memiliki cikal bakal daerah kolonis terus berkembang sebagai sebuah kota yang memiliki daya saing dan daya tarik tersendiri dengan masyarakat nya yang multikultur serta memiliki semangat gotong royong yang tinggi,” ungkap Bambang.

“Di usia yang ke 88 ini Kota Metro siap melangkah untuk mewujudkan visi pembangunan daerah 2025-2029 yaitu Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Berbudaya yang Religius,” ucapnya.

Lebih lanjut, walikota metro menjelaskan bahwa Kota Metro di tahun 2025 ini telah memasuki usia 88 tahun dan akan memasuki masa emas atau 100 tahun di tahun 2037 mendatang.

Dengan melihat pencapaian saat ini sudah semestinya Kota Metro memiliki andil dan mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045, dengan visi sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan.

“Dengan melihat pencapaian selama 88 tahun pula, Kota Metro telah menunjukan sebagai Kota yang layak diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional atas prestasi-prestasi yang telah diraih, baik prestasi dalam pelaksanaan pembangunan maupun prestasi anak bangsa, putra daerah. Melalui perspektif pembangunan, Alhamdullillah, Kota Metro termasuk dalam kategori sebagai Kota yang berhasil dan mendapat pengakuan secara nasional,” papar Bambang.

Kemudian, sejalan dengan semangat yang di gaungkan Bapak Presiden pada Retret kepala daerah di Magelang Februari 2025 kita semua di inginkan, akan pentingnya persatuan hilirisasi, industrialisasi, patriotisme dan nasionalisme dalam mempercepat pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

“Di Metro semangat ini harus kita terjemahkan dalam setiap langkah dan kebijakan konkret pengelolaan pembangunan mewujudkan visi Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Berbudaya yang Religius membutuhkan sinergi dan harmonisasi yang kuat antara pemerintah kota dan seluruh pemangku kepentingan. Kami mengajak untuk terus berkolaborasi demi mewujudkan Kota Metro yang lebih baik,” pungkas Bambang.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ganjar Jationo menyampaikan dukungannya agar Metro dapat mewujudkan visi dan misinya.

“Memperkuat sinergi antar pemerintah daerah legislatif dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola yang baik transparan dan berpihak kepada rakyat,” ucapnya.

“Pak Gubernur berpesan agar Kota Metro terus menggali inovasi baru dalam perspektif digitalisasi pelayanan publik untuk mempercepat transformasi demokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” paparnya.

“Pak Gubernur juga mengingatkan Kota Metro lebih kreatif, lebih inovatif dalam investasi dan pemberdayaan ekonomi lokal khususnya kepada UMKM dan potensi kreatif anak-anak metro yang harus terus kita bangkitkan,” ujarnya.

“Pak Gubernur juga menyampaikan pesan agar Kota Metro menyiapkan generasi muda sebagai aktor utama Indonesia emas melalui peningkatan kualitas pendidikan pengembangan karakter dan kepemimpinan,” pungkas Ganjar. | (Rio).

DPD Golkar Kota Metro Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Salurkan Daging ke PK PL dan Simpatisan

Metro | Hari Raya Idul adha 1446 Hijriah, DPD II Golkar Kota Metro melaksanakan penyembelihan Hewan…

PWI Kota Metro Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Salurkan Daging ke Masyarakat

Metro | Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro…

Polsek Metro Timur dan Tekab 308 Tangkap Dua Pelaku Pencurian Gabah

Metro | Aksi cepat dan tepat dilakukan oleh Team Tekab 308 Presisi Polres Metro Polda Lampung bersama Unit Reskrim Polsek Metro Timur dalam mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Metro Timur, Kota Metro.

Kejadian bermula saat seorang warga, MNC (31), melaporkan ke Polsek Metro Timur bahwa telah terjadi pencurian terhadap sembilan karung padi kering (gabah) seberat 450 kg milik ibunya yang disimpan di halaman rumahnya di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Yosodadi, pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025 sekitar pukul 04.30 WIB. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp3,2 juta.

Menurut keterangan pelapor, pencurian diketahui setelah suaminya, B.A., melihat karung padi berserakan di depan rumah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui seluruh isi karung sudah raib digondol pencuri.
Berdasarkan laporan dengan nomor LP/B/19/V/2025/SPKT/Polsek Metro Timur/Polres Metro/Polda Lampung, tim gabungan segera melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk dua orang terduga pelaku pada sore harinya, sekitar pukul 18.30 WIB.

Dua pelaku berinisial M.L. (24) dan H.S. (28), warga Desa Kedaton, Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Timur, ditangkap saat berada di sebuah rumah kos di wilayah Kelurahan Yosodadi, Metro Timur.

Dari hasil interogasi, keduanya mengakui telah melakukan pencurian tersebut bersama seorang rekan lainnya berinisial M (DPO), yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam berikut kunci kontak, serta pakaian yang digunakan saat beraksi.

Dikatakan Kapolsek Metro Timur AKP Amirul Hasan, mewakili Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat tim kami dalam merespon laporan warga. Kami akan terus memburu satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami kantongi,” ujar AKBP Amirul, Minggu, (25/5/2025).

Kedua tersangka kini telah diamankan di Polsek Metro Timur dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada serta segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.| (Rio).

Efril Hadi Dorong Pembuatan Irigasi, Penambahan Tiang PLN dan Pembuatan Jembatan

Metro | Pembuatan irigasi, penambahan tiang PLN dan permintaan pembuatan jembatan dari RW 07 Purwosari yang tembus ke Karangrejo menjadi aspirasi utama yang di usulkan masyarakat.

Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota komisi II DPRD Kota Metro Efril Hadi, saat kegiatan Reses masa sidang ll, di rumah bapak Andi Kurniawan, RT 39, RW 07, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu, (21/05/2025).

“Seperti yang kita saksikan bersama ada beberapa masukan dari masyarakat salah satunya terkait irigasi, tetapi memang ada beberapa atau satu titik yang memang harus diprioritaskan di jalan kucing RT 39 insyaallah akan kita kawal secara bersama-sama agar dapat direalisasikan,” ucap Efril.

Selain itu, ada usulan masyarakat meminta adanya jalan tembus dari RW 7 Purwosari ke Karangrejo, permasalahannya sekarang karena menyeberangi kali Bunut.

“Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak balai pengairan, karena kan belum tentu kita mengusulkan ke balai akan disetujui, terkait dengan jembatan yang harus kita bangun, maka dari itu kita akan mempelajari secara bersamaan-sama,” ujar Efril.

Efril menambahkan, dalam reses kali ini juga ada usulan terkait penambahan tiang PLN, untuk itu ia akan berkoordinasi dan mendorong pihak PLN agar hal tersebut juga dapat segera terealisasi.

“Tiang PLN di Metro Utara masih terdata sebagai SKS, tiang yang diusulkan akan dipasang dan berkoordinasi dengan pihak PLN juga terkait pengusulan penambahan lampu/ PJU berkaitan dengan ada nya tiang itu sendiri,” jelas Efril.

“Intinya saya siap bersama masyarakat, namanya kita berupaya, seperti terkait PLN, kita akan mengusulkan ke PLN untuk pengadaan tiang jalan yang menurut masyarakat sudah layak. Makanya tadi kita mendorong kepada lurahnya atau pamong untuk memberikan usulan yang betul-betul dari masyarakat, kita bersama masyarakat akan tetap mendorong,” tutup Efril. |(Rio).