BPJS Kota Metro Sosialisasikan Program JKN Bersama Anggota Komisi lX DPR RI

Metro | Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kota Metro Sosialisasi Program JKN bersama Anggota Komisi lX DPR RI Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn, berlangsung di Aula Kelurahan Mulyojati. Jum’at (19/09/2025).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Metro, Bellza Rizky Ananta menyampaikan, bahwa peserta kini cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Hal ini merupakan wujud komitmen BPJS Kesehatan yang telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas).

“Ketentuan ini juga telah tertuang dalam janji layanan, baik melalui e-KTP maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), yang ditandatangani langsung oleh para direktur dan pimpinan fasilitas kesehatan,” ucap Bellza Rizky.

Terkait Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari segmen APBN, Bellza Rizky menegaskan, bahwa Kementerian Sosial melakukan verifikasi dan validasi secara rutin di tingkat pusat. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Dana APBN harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Jangan sampai justru masyarakat yang mampu ikut dibiayai, karena itu tidak tepat sasaran. Bagi yang tidak lagi memenuhi syarat, khususnya di luar kategori Desil 1 hingga Desil 5, kepesertaannya akan dinonaktifkan,” jelas Bellza Rizki..

Bellza juga menegaskan, bagi peserta BPJS Kesehatan Tidak ada batasan lama waktu perawatan di rumah sakit.

Hal ini sesuai dengan janji layanan, di mana fasilitas kesehatan tidak diperbolehkan membatasi pelayanan, karena BPJS Kesehatan menanggung seluruh layanan sesuai dengan indikasi medis yang dibutuhkan peserta.

Bellza menambahkan, Saat ini seluruh kabupaten/kota sudah menanggung peserta JKN, dan BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan pemerintah daerah di seluruh provinsi.

Khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Metro, terdapat enam daerah yang terlibat, yaitu Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji.

“Dengan keenam daerah tersebut, telah ditandatangani nota kesepakatan dan rencana kerja bersama kepala daerah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan kriteria yang ditanggung pemerintah daerah. Skema ini berbeda dengan PBI APBN, karena sumber anggarannya berasal dari APBD, bukan APBN,”ucap Bellza.

Bellza berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan pemahaman peserta JKN. Semakin tinggi tingkat pemahaman, semakin besar pula kesadaran masyarakat untuk memiliki kartu JKN.

“Apalagi, tahun ini program JKN telah memasuki tahun ke-11 sejak diluncurkan,”pungkas Bellza.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rahmawati Herdian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kemudahan layanan administrasi BPJS Kesehatan yang kini dapat diakses melalui WhatsApp.

“Alhamdulillah, Kota Metro sudah cukup baik karena sebagian besar masyarakatnya telah ditanggung langsung oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Rahmawati .

Rahmawati menambahkan, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman mengenai layanan BPJS Kesehatan yang ada di Kota Metro.

“Kepada seluruh peserta supaya memanfaatkan momen ini untuk bertanya langsung, sehingga masyarakat dapat lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta BPJS Kesehatan,”pungkas Rahmawati.| (Rio).

Ketum KONI Lampung Sayangkan Bangunan Posko di Depan Gedung

Bandarlampung | Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Taufik Hidayat angkat bicara dan menyatakan kekecewaannya atas berdirinya bangunan semi permanen yang disebut sebagai posko keamanan Bhayangkara FC di kompleks PKOR Way Halim Bandarlampung.

Taufik mengaku terkejut, secara tiba-tiba ada kegiatan membuat sebuah posko keamanan untuk Liga 1, yang dibuat semacam kontainer dan dibangun persis di depan gedung Sumpah Pemuda, dimana disitu KONI provinsi Lampung berkantor.

Dalam persoalan adanya niat membangun apapun di kawasan PKOR Way Halim tentu seharusnya memiliki etika dan kesantunan yang dikedepankan, dan seyogyanya dengan surat menyurat yang elegan, karena kabarnya ini adalah sebagai posko institusi keamanan negara.

“Prinsipnya silahkan, membangun posko terkait apapun yang penting ada komunikasi yang baik secara kelembagaan. Teman-teman di KONI sudah berusaha mencari tahu terkait bangunan Posko tersebut, namun sampai sekarang tetap berjalan seolah-olah tanah itu tak bertuan. Padahal KONI Provinsi Lampung sudah puluhan tahun berkantor di sini, dan ini juga pekerjaan umat. Untuk mengurusi olahraga Lampung,” kata Taufik, kepada awak media ini, Selasa sore (16/9/2025).

Ini menjadi preseden buruk dalam hubungan secara kelembagaan. Meskipun sejujurnya, bangunan itu tidak mutlak dipersyaratkan oleh manajemen Liga Indonesia ada posko keamanan yang persis berhadapan dengan stadion.

Lebih lanjut Taufik menyampaikan bahwa persoalan terbesarnya adalah letaknya yang tidak pas.

“Kalau mau membangun di sekitar PKOR silahkan karena itu juga tanah provinsi Lampung, tetapi tidak harus persis di depan wajah kami, dan membelakangi kantor KONI Lampung. Silahkan digeser 20-30 meter ke kanan atau ke kiri kan ada lahan yang masih luas,” tambah Taufik.

Tata Ruang

Mantan ketua Bappeda Lampung itu juga menyampaikan soal etika berkomunikasi antar lembaga, karena KONI Lampung adalah lembaga sah dan legitimate.

Kantor KONI Lampung yang ada di Gedung Sumpah Pemuda adalah sebuah rumah besar masyarakat olahraga Lampung.

“Sekali lagi kami tidak menghalangi untuk membuat posko di PKOR, tetapi kali ini letaknya yang tidak tepat. Karena tepat berada di wajah kami,” ungkap Taufik.

Secara kasat mata, terkait tata ruang juga tidak etis, dimana bangunan seng semacam kontainer diletakkan membelakangi gedung yang menjadi kebanggaan olahraga Lampung.

Proses pembangunan ini pun tidak didahului dengan adanya surat menyurat baik pemberitahuan atau permintaan secara resmi antar lembaga, karena jelas ini posko didirikan bukan oleh perorangan.

Urgensinya Apa

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Provinsi Lampung, Rudy Antoni menanyakan apa urgensinya sehingga bangunan itu didirikan dan diletakkan di depan Gedung KONI Lampung, sebab masih banyak alternatif tempat yang bisa dipergunakan, tanpa harus menyinggung “orang lain”.

“Semestinya, harus dikomunikasikan dengan elegan, kalau ini dari sebuah lembaga negara. Jangan justru buat gaduh seperti ini. Bhayangkara FC sedang memerlukan dukungan masyarakat Lampung hadir di sini, bukan justru melukai perasaan masyarakat,” tutur Rudy.

Rudy mengatakan bahwa Bhayangkara FC bertanding hanya satu kali dalam sebulan di stadion Sumpah Pemuda, artinya dalam satu tahun hanya 12 kali pertandingan. Lalu mengapa harus dibangun posko semi permanen atau malah permanen seperti itu.

“Atau katakanlah mau dibuat permanen yaa silahkan kalua itu protapnya. Tetapi masalahnya di depan kantor orang lain. Tanpa komunikasi, tanpa koordinasi. Yang saya dengar ini sudah diingatkan oleh Kepala UPTD PKOR, bahwa tidak diperkenankan dibangun di depan KONI Lampung, karena tidak etis. Artinya bukan di larang, tetapi sudah disampaikan agar tidak di depan gedung KONI, kalau ditempat lain dipersilahkan. Tolonglah bimbing kami dengan etika berlembaga yang baik,” kata Rudy Antoni.

Sementara itu, Heris Meyusep, Kepala UPTD PKOR Way halim membenarkan bahwa tidak pernah ada permohon secara tertulis, dan sudah disarankan untuk tidak mendirikan poskonya di depan kantor KONI Lampung.

“Clear, saya sudah sampaikan seperti itu. Selain KONI Lampung memang keberatan, memang secara estetika tidak bagus, tidak etis. Masak iya membelakangi kantor besar seperti itu. Dan saya sudah sampaikan, namun nyatanya tidak digubris sampai saat ini masih nekat dibangun seperti itu. Kami juga akan segera sampaikan ke pimpinan soal ini,” kata Heris.

Dia menambahkan bahwa sudah menyarankan agar poskonya dibangun di sayap kiri atau kanan, sederetan dengan lokasi yang sekarang ini.

“Dan jaraknya tidak jauh juga. Dari posisi semula.” ucap Heris.

Maka dari itu baik Taufik Hidayat, Acil dan Heris sepakat bahwa seyogyanya posko itu segera dipindahkan dari tempat tersebut. |(Red).

Evaluasi Kinerja, Walikota Metro Monitoring Kegiatan Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

Metro | Guna evaluasi kinerja pemerintahan, Walikota Metro melakukan monitoring kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Acara berlangsung di aula Kecamatan Metro Utara turut hadir OPD DPUTR, Kominfo, UMKM, Dishub, DLH, Kesra dan Asisten I. Kamis (18/09/2025).

Dikatakan dalam sambutan Walikota Metro Bambang Iman Santoso, bahwa dirinya menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan monitoring ini merupakan bagian penting dari upaya kita dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang akuntabel, transparan, partisipatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat harus dimulai dari level yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu kecamatan dan kelurahan,”ucap Bambang.

Bambang juga menjelaskan, bahwa kecamatan dan kelurahan bukan hanya sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik.

Kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat bawah sangat menentukan keberhasilan pembangunan di Kota Metro secara keseluruhan.

“Melalui Kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa sesuai administrasi Setiap program dan kegiatan yang telah direncanakan dengan ketentuan, berjalan pemerintahan tertata dengan baik dan sesuai peraturan. Layanan kepada masyarakat dilakukan dengan cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan publik serta koordinasi dan sinergi antara perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan berjalan dengan efektif,” ungkap Bambang.

Melalui momentum ini, walikota mengajak untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pelayanan.

“Mari kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan, serta inovasi dalam tata kelola pemerintahan,”ujar Bambang.

Bambang berharap, kegiatan monitoring ini dapat menjadi media refleksi, pembelajaran, sekaligus pemacu semangat bagi semua untuk bekerja lebih baik lagi, demi terwujudnya Visi Kota Metro menjadi Kota “Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”.| (Rio).

Walikota Metro Hadiri Orientasi Dokter Muda di RSUD Jendral Ahmad Yani

Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso membuka serah terima ucap janji dan pembukaan orientasi dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro, Rabu, (17/09/2025).

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan selamat datang dan selamat menjalani masa orientasi kepada para mahasiswa Co-Ass Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Orientasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tindak lanjut konkret dari Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang telah kitasepakati bersama. Ini merupakan bukti komitmen untuk bersinergi dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan,” ucap Bambang

Lebih lanjut Bambang menyampaikan bahwa Kota Metro sebagai kota pendidikan dan kota sehat, sangat terbuka terhadap kehadiran para tenaga medis muda yang ingin belajar, berkembang, dan mengabdi.

“Kami percaya bahwa kehadiran mahasiswa Co-Ass di rumah sakit di Kota Metro akan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam peningkatan layanan medis, tetapi juga dalam membangun semangat kemanusiaan dan profesionalisme di bidang kesehatan,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, Profesi dokter adalah panggilan jiwa yang mulia. Dalam proses menjadi seorang dokter, masa Co-Ass adalah fase penting yang akan menguji ketangguhan, integritas, dan empati kalian terhadap pasien dan masyarakat.

Oleh karena itu, diharakan peserta dapat mengikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh, menjalin komunikasi yang baik dengan para pembimbing, dan menjaga etika profesi selama bertugas.

 

“Kehadiran kalian semua di sini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah kalian akan mendapatkan pengalaman berharga, tidak hanya dalam mengobati pasien, tetapi juga dalam memahami dinamika sosial dan kesehatan masyarakat. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk menerapkan ilmu, melakukan praktik klinik yang relevan dengan kesehatan, dan memberikan dampak yang nyata serta berkelanjutan bagi Masyarakat Kota Metro,” ungkap Bambang.

Direktur RSUD A. Yani Metro, Dr. Fitri Agustina menyatakan, penerimaan dokter muda ini selaras dengan visi rumah sakit sebagai institusi pendidikan.

Menurutnya, masa orientasi menjadi jembatan penting antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik langsung di lapangan.

“Saat ini para mahasiswa memasuki proses implementasi pengetahuan, setelah bergelut dengan teori-teori di Kampus Malahayati, Lampung,” kata Fitri.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., berharap seluruh proses kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ilmu bagi mahasiswa.

Muhammad Kadafi menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, tidak hanya untuk keberhasilan pribadi, tetapi juga demi mendukung kesuksesan Kota Metro dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan visi dan misinya.

Menurutnya, Kota Metro menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mendukung Metro sebagai Kota Pendidikan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi proses pembelajaran dan pengabdian yang berharga, sekaligus bekal bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir, menulis karya ilmiah, maupun melaksanakan aktivitas kemahasiswaan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan,”pungkas Khadafi. | !Rio).

Setelah di Demo, Akhirnya Walikota Metro Tidak Jadi Rumahkan THL

Metro | Setelah sempat memanas saat aksi demo, akhirnya ratusan tenaga harian lepas (THL) Kota Metro dan mahasiswa diterima walikota Metro di aula pemerintahan setempat. Selasa,(16/09/2025).

Dalam diskusi tersebut para THL dan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kepastian status kerja dan kesejahteraan mereka,

Dalam forum itu ada 5 poin utama ialah :
1. Pemerintah kota metro berjanji dan menjamin tidak akan merumahkan 449 THL pemerintah daerah, 91 THL alih data THL BLUD dan guru.

2. THL pemerintah daerah THL BLUD dan guru yang tidak terdaftar di database BKN yang sudah sesuai aturan agar diusulkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Paruh Waktu.

3. Menagih janji program unggulan walikota dan wakil walikota Metro seluruhnya terutama tentang kesejahteraan ASN dan honorer sesuai dengan APBD Kota Metro.

4. Mendorong BKN RI dan Kemenpan RB memberikan konfirmasi atau kelonggaran kembali untuk memasukkan THL database pemerintah daerah THL BLUD dan THL guru ke dalam usulan PPPK Paruh Waktu.

5. Memberikan resolusi alternatif kepada seluruh THL pemerintah daerah, THL BLUD dan guru sehingga tidak kehilangan pekerjaan di lingkungan pemerintah Kota Metro.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Metro Bambang Iman Santoso mengungkapkan, bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam.

“Kita sudah menyepakati aksi damai yang dilakukan HMI dan para THL. Pemerintah daerah akan memastikan semua komitmen ini berjalan dengan baik,” ucap Bambang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini menyampaikan, DPRD sudah menyetujui tuntutan ini.

“Insya Allah apa yang menjadi harapan walikota akan segera ditindaklanjuti,” ucap Ria.

Ketua Forum THL Raden Yusuf, menyampaikan bahwa solusi sudah ditemukan. Solusi ini perlu disepakati bersama dan tentu membutuhkan waktu untuk direalisasikan. Ia berharap para THL dapat bersabar agar keinginan bersama dapat terwujud sepenuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Adi Herlambang, menegaskan bahwa pernyataan Wali Kota dan Wakil Wali Kota hari ini tidak boleh berhenti hanya di forum.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal hingga para THL mendapatkan kepastian atas hak-hak mereka.| (Rio).

Bakar Ban, Warnai Aksi Demo Mahasiswa dan THL

Metro | Sejumlah mahasiswa Kota Metro bersama Ratusan pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) honorer menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Metro, Selasa (16/09/2025).

Demo tersebut dilakukan guna mendesak Wali Kota Metro agar menepati janji kampanye yang dinilai belum terealisasi.

Saat aksi, massa juga melakukan pembakaran ban sebagai bentuk protes keras, bahkan, sempat terjadi gesekan antara mahasiswa dengan aparat petugas yang berjaga di lokasi.

Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1. Kepastian status kepegawaian THL honorer yang hingga kini belum jelas.
2. Transparansi pengelolaan anggaran daerah, khususnya yang menyangkut dana pendidikan dan kesehatan.
3. Perbaikan layanan publik yang dinilai masih lambat dan berbelit.
4. Realiasi janji kampanye Wali Kota terkait peningkatan kesejahteraan tenaga honorer dan pembangunan infrastruktur dasar.

Aksi berlangsung selama beberapa jam, akhirnya diakhiri dengan pertemuan antara perwakilan THL, mahasiswa, dan Wali Kota Metro.

Pertemuan itu membahas tuntutan serta mencari solusi agar dapat segera direalisasikan pemerintah daerah.| (Rio).

Datangi BKPSDM, THL Kota Metro Tanyakan Kepastian Terkait Status

Metro | Ratusan Tenaga Hari Lepas (THL) di Kota Metro menuntut kepastian terkait status mereka semenjak aturan baru tentang penataan tenaga honorer dan PPPK.

Salah satu THL, Raden Yusuf menyampaikan harapan besar 540 tenaga honorer lain yang masih bertahan tidak ikut dirumahkan.

“Dari hasil konsultasi tadi, bisa kita lihat bahwa BKPSDM Metro sifatnya hanya menunggu instruksi pusat. Sementara kami ini tenaga kerja, dalam hal ini berstatus sebagai THL, tentu butuh kepastian. Kepastiannya apa? Apakah di tahun 2026 kami masih bekerja atau tidak?”ungkap Yusuf, di halaman BKPSDM Kota Metro, Jum’at (12/09/2025).

Lebih lanjut, dia menyampaikan kalau ternyata tidak lagi bekerja, otomatis harus mencari pekerjaan lain, dan mencari pekerjaan lain itu bukan hal yang mudah. Karena itu, harapannya BKPSDM Metro segera memberikan solusi dan langkah-langkah yang jelas.

“Saat ini memang masih tahap konsultasi, tapi kami juga akan berupaya menempuh langkah lain, termasuk melakukan audiensi dengan DPRD Metro dan kepala daerah. Harapannya, perjuangan kami bisa didengar hingga ke pusat dan ada titik terang,”ujar Yusuf.

Sementara, Plt sekertaris BKPSDM Rama Prastawa menjelaskan, untuk kepastian, saat ini seluruh Indonesia masih menunggu keputusan dari BKN.

“Kami juga sudah bersurat menanyakan terkait status pegawai atau honorer yang tidak masuk paruh waktu, namun hingga sekarang belum ada keputusan final,”ujar Rama.

Rama juga menjelaskan bahwa ini bukan hanya isu Kota Metro atau Provinsi Lampung, melainkan isu nasional dimana Honorer atau TMS (Tidak Memenuhi Syarat) yang tidak masuk paruh waktu masih menunggu keputusan akhir dari BKN, apakah nantinya akan dirumahkan atau tetap dilanjutkan. Kami di BKPSDM Kota Metro juga masih menunggu instruksi resmi dari BKN.

“Untuk ketentuan yang bisa lolos ke paruh waktu adalah mereka yang mengikuti seleksi PPPK tahap 2 hingga selesai. Sementara itu, ada juga honorer berstatus TMS, yakni yang sudah masuk database tetapi memilih ikut seleksi CPNS. Mereka juga tidak bisa masuk ke PPPK paruh waktu. Hal ini masih terus kami tanyakan ke BKN karena belum ada keputusan tindak lanjut,” ucap Rama.

Diketahui, sebanyak 91 orang resmi dirumahkan. Angkatan tahun 2025 mulai diberhentikan per 1 September, sesuai dengan surat edaran hasil rapat seluruh OPD bersama Bapak Wali Kota.| (Rio).

Resmi, Bambang Lantik Hendri Dunan Jadi Kepala Inspektorat Metro

Metro | Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso melantik Hendri Dunan sebagai Kepala Inspektorat Kota Metro di Aula Pemerintah Kota setempat, Selasa (9/9/2025).

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Jabatan Nomor: 800.1.3/8-3/03/2025, berdasarkan Keputusan Wali Kota Metro Nomor: 800.1.3647 Tahun 2025 tanggal 8 September 2025 tentang Mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkot Metro.

Hendri Dunan resmi menggantikan Plt. Kepala Inspektorat, Sapto Yuwono dimana sebelumnya dipercaya menempati posisi strategis di Metro, Hendri Dunan menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso menekankan bahwa jabatan Inspektur bukan sekadar posisi formalitas, melainkan ujung tombak dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tetapi lebih dari itu, jabatan Inspektur adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, dedikasi, dan keberanian moral,” kata Bambang.

Ia menambahkan bahwa Inspektorat memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam mengawal akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola pemerintahan.

Fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga ini diharapkan dapat mencegah kebocoran anggaran, penyalahgunaan wewenang, serta praktik korupsi yang kerap membayangi birokrasi.

Wali Kota juga menekankan agar Hendri Dunan mampu membangun budaya kerja yang berlandaskan etika, profesionalisme, dan objektivitas.

Ia menegaskan, ke depan, Inspektorat tidak hanya sekadar menjadi lembaga pengawas formalitas, melainkan harus benar-benar hadir sebagai early warning system bagi potensi penyimpangan.

“Dalam konteks good governance, Inspektorat memiliki tanggung jawab moral sekaligus institusional untuk menegakkan budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel. Inspektorat harus mampu memberi pembinaan, pencegahan, dan peringatan dini agar birokrasi kita tidak terjebak dalam praktik penyimpangan,” jelas Bambang.

Bambang juga mengingatkan bahwa keberhasilan Inspektorat sangat ditentukan oleh sinergi semua perangkat daerah.

“Saya mengajak seluruh OPD agar memberikan dukungan penuh, membangun komunikasi yang sehat, dan bersinergi dengan pejabat yang baru dilantik,” tambah Bambang.

Pelantikan Hendri Dunan di posisi strategis ini tidak lepas dari sorotan publik. Pasalnya, Inspektorat Kota Metro selama ini dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasannya.

Beberapa kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dan program yang terindikasi tidak tepat sasaran masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Dengan rekam jejak sebagai pejabat di Pesisir Barat, publik menaruh harapan agar Hendri Dunan mampu menghadirkan gebrakan baru, tidak hanya sebagai simbol jabatan, tetapi benar-benar memimpin pengawasan birokrasi dengan integritas tinggi.

Kehadiran sosok baru di kursi Inspektorat juga diharapkan mampu memperkuat komitmen Wali Kota Metro dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berdaya saing. Namun, tantangan terbesar adalah keberanian Inspektorat untuk bersikap objektif, bahkan ketika harus mengawasi pejabat atau lembaga yang berada dalam lingkaran kekuasaan itu sendiri.

Di tengah sorotan publik terhadap kinerja pemerintah daerah, jabatan Kepala Inspektorat menjadi posisi yang sangat menentukan wajah Metro ke depan, apakah benar-benar menuju pemerintahan yang bersih, atau sekadar melanjutkan pola lama yang sarat dengan kompromi politik.| (Red)

Semakin Nekat Tanpa Rasa Takut, Aksi Pencuri Gasak Motor Terekam CCTV di Metro

Metro | Kota Metro kembali diguncang aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kali ini, dua pelaku dengan wajah tertutup helm terekam jelas kamera CCTV saat menggondol satu unit motor jenis Honda Beat warna hitam berplat BB 5481 RW.

Kejadian tersebut berlangsung di halaman parkir MBC Swalayan, Kecamatan Metro Barat, pada saat pemilik motor sedang berbelanja sekira pukul 17:27 WIB, Senin, (8/9/2025).

Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Salah satunya mengenakan jaket orange, sementara rekannya memakai kaos hitam.

Tanpa rasa takut, mereka berhenti di depan deretan motor yang terparkir. Salah seorang pelaku kemudian turun, beraksi cepat membongkar kunci motor incaran mereka.

Hanya dalam hitungan detik, motor milik korban berhasil dinyalakan, dan keduanya langsung kabur membawa hasil curian.

Korban berinisial LW (23) mengaku sangat terkejut ketika usai berbelanja dan hendak pulang, ia tidak lagi mendapati motornya di tempat semula.

Kepada warga sekitar, ia sempat kebingungan hingga akhirnya menyadari bahwa kendaraannya telah digasak maling, padahal motor miliknya sudah dikunci stang. Kejadian itu sontak membuat pengunjung swalayan lain ikut panik, khawatir motor mereka pun menjadi sasaran berikutnya.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Kota Metro saat ini benar-benar dalam kondisi darurat pencurian motor. Para pelaku tidak lagi pandang bulu, bahkan berani beraksi di area parkir swalayan yang notabene ramai pengunjung dan berada di pusat keramaian.

Modus yang mereka lakukan pun terbilang rapi dan cepat, membuat korban tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan kendaraannya.

Keresahan warga Metro kian memuncak, mereka menilai aksi para maling motor semakin merajalela karena lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan tegas aparat.

“Sekarang parkir sebentar saja sudah tidak aman. Kita benar-benar merasa was-was,” ungkap salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menuntut aparat kepolisian untuk bergerak cepat memburu pelaku, mengungkap jaringan pencurian ini, serta memperketat patroli di titik-titik rawan curanmor.

Kondisi ini menjadi alarm keras bagi aparat keamanan, bahwa rasa aman warga benar-benar terancam.

Bila aparat tidak segera bertindak tegas, bukan tidak mungkin aksi pencurian semakin brutal dan membuat warga kehilangan kepercayaan terhadap keamanan di kota mereka sendiri.

Saat ini Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Barat.|(Red).

Bambang Hadiri Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri pengajian Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H. berlangsung di Masjid Agung Taqwa Kota Metro. Senin (08/09/2025).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan pembagian 384 paket bantuan yang disalurkan kepada berbagai kalangan, di antaranya lansia dhuafa, pengemudi ojek online, tukang becak, dan buruh (penerima ATM beras Masjid Agung Taqwa).

Bantuan juga diberikan kepada imam, muazin, dan marbot masjid. Selain itu, Majelis Taklim melakukan kunjungan ke rumah warga sakit, lansia, dan dhuafa, serta Tim Peduli Masjid Taqwa turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Dikatakan dalam sambutan Walikota, bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum yang sangat penting bagi umat Islam. Tidak hanya merayakan kelahiran Rosulullah, tetapi juga meneladani akhlak dan ajaran beliau yang penuh dengan kasih sayang, kebaikan, dan kebijaksanaan. Nabi Muhammad SAW adalah pembawa perubahan besar yang menginspirasi umat manusia dalam menjalani kehidupan yang terbaik.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengangkat Tema “Meneladani Rasulullah menuju insan Rahmatan lil ‘aalamiin” sebuah tema yang sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di tengah tantangan kesenjangan sosial, persoalan ekonomi, serta merapuhnya nilai moral dan etika yang bisa memicu gejolak di masyarakat,”ucap Bambang Iman Santoso

Bambang berharap, melalui tausiyah yang akan disampaikan oleh Almukarom Gus KH Imam Rofi’l SIP dari Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro, jamaah dapat mengambil hikmah dan mengambil pelajaran yang berarti dalam rangka membekali diri untuk mewujudkan pribadi pribadi yang mulia dengan meneladani kepribadian Rasulullah SAW.

“Kami yakin dan percaya bahwa masyarakat Kota Metro yang kental dengan nuansa Religiusitas tidak gampang untuk terprofokasi ajakan ajakan yang sesat. Namun, upaya kita dalam menanamkan ahlakul karim harus terus dilakukan agar kita tidak mengalami “The Lost Generation” kepada generasi penerus kita,” tegas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang juga mengajak untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wahana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali silaturahmi.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan semua pihak yang telah berusaha keras menyelenggarakan acara. Semoga segala upaya dan amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjadi amal yang pahalanya terus mengalir,” pungkas Bambang. | (Rio).