1.500 Penari Pecahkan Rekor MURI, Tari Tuping Lampung Selatan Ukir Sejarah di Panggung Budaya Dunia

LAMSEL, Kalianda – Sebuah pertunjukan megah menghentak Lapangan Korpri, Kalianda, Minggu (16/11/2025). Sebanyak 1.500 pelajar dari berbagai sekolah di Lampung Selatan menari secara serempak dalam Pagelaran Tari Tuping 12 Wajah, yang sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Tari Tuping dengan Penari Terbanyak.

Aksi kolosal ini langsung dinilai sebagai salah satu pertunjukan tari topeng terbesar yang pernah digelar di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Iringan musik tradisional Lampung, hentak ribuan langkah penari, serta kemilau topeng 12 wajah menghadirkan panorama budaya yang memukau dan membangkitkan rasa bangga ribuan penonton yang memadati area acara.

Pagelaran monumental tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus menyita perhatian publik dan media nasional.

Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Ketua TP PKK yang juga Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Momen bersejarah ini turut disaksikan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, serta para anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kekagumannya atas gelaran budaya tersebut. Ia menyebut pagelaran ini bukan hanya memecahkan rekor, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah Lampung.

“Belum pernah ada di Lampung, Indonesia, bahkan dunia, tari topeng sebanyak ini tampil bersama. Ini luar biasa. Pagelaran ini mengingatkan pada kisah Radin Inten II dan para prajuritnya yang menyamar demi perjuangan. Semangat itu terasa hidup pagi ini,” ujarnya takzim.

Menghidupkan Legenda Dua Belas Pendekar Bertopeng

Tari Tuping 12 Wajah terinspirasi dari kisah dua belas pendekar yang menggunakan topeng sebagai lambang keberanian, kesetiaan, dan kehormatan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam gerak harmonis para penari yang tampil penuh disiplin, energi, dan kebanggaan sebagai generasi penerus budaya Lampung Selatan.

Bupati Radityo Egi Pratama mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan para pelajar menghadirkan pertunjukan kelas dunia tersebut.

“Saya sangat terharu melihat anak-anak kita tampil dengan penuh dedikasi membawa budaya Lampung Selatan ke panggung dunia. Rekor ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat dan mempromosikan budaya daerah,” ujar Bupati Egi.

Keberhasilan memecahkan Rekor MURI ini menegaskan bahwa Tari Tuping 12 Wajah bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi identitas budaya yang mampu menyatukan ribuan generasi muda dalam ekspresi yang penuh harmoni dan kebanggaan.

Rekor tersebut semakin memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai daerah yang berkomitmen menghadirkan pertunjukan budaya kelas dunia dalam rangka peringatan HUT ke-69.

Ribuan Peserta Padati Fun Run Lamsel Fest 2025, Bupati Egi dan UKP Zita Anjani Ikut Berlari Bersama Warga

LAMSEL, Kalianda – Ribuan warga memenuhi kawasan Tugu Adipura, Kalianda, sejak dini hari Sabtu (15/11/2025) untuk mengikuti Fun Run Lamsel Fest 2025, salah satu agenda unggulan peringatan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak sebelum matahari terbit, peserta sudah memadati area start dengan mengenakan jersey bertema blue sky yang mendominasi jalur utama kota. Suasana semakin meriah dengan kehadiran banner bertuliskan pesan inspiratif dan humor ringan yang dipasang sepanjang rute, memberikan energi positif bagi seluruh pelari—mulai dari komunitas olahraga, keluarga, hingga pelajar.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, hadir melepas peserta dari garis start. Tak hanya memberi sambutan, Bupati Egi turut berlari mengikuti rute fun run sambil menyapa warga di berbagai titik. Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, juga tampil penuh semangat mengikuti jalur lari bersama peserta lainnya.

Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas besarnya antusiasme masyarakat terhadap rangkaian kegiatan Lamsel Fest 2025.

“Alhamdulillah, peringatan HUT ke-69 tahun ini mendapat sambutan luar biasa. Keramaian sudah terasa sejak kemarin hingga hari ini,” ujarnya.

Ia berharap fun run dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah komunitas.

Selain Fun Run, Lamsel Fest 2025 juga menyuguhkan berbagai perlombaan, panggung musik, dan hiburan rakyat yang digelar gratis bagi warga sejak hari pertama perayaan.

“Beragam kegiatan kami siapkan untuk memberikan hiburan dan ruang kreativitas masyarakat. Semuanya gratis,” kata Bupati Egi.

Kegiatan fun run ditutup dengan sesi ramah tamah dan pemberian apresiasi kepada peserta. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara sehingga berjalan tertib, aman, dan meriah.

Ribuan Warga Meriahkan Opening Lamsel Fest 2025, Bupati Egi: Ini Perayaan Budaya Lampung Selatan

LAMSEL, Kalianda – Ribuan warga memadati Lapangan Korpri, Kalianda, pada malam pembukaan Lamsel Fest 2025 yang sekaligus menandai peringatan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025). Sorotan lampu panggung, musik enerjik, dan antusiasme masyarakat menjadikan malam tersebut sebagai pesta rakyat yang penuh warna.

Penampilan Bebizie, Kerispatih, dan DJ Ern semakin memeriahkan suasana, membuat penonton larut dalam alunan musik yang menggema hingga malam hari.

Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata sekaligus Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani. Kehadiran keduanya disambut hangat ribuan warga yang telah memenuhi area sejak sore.

Turut hadir Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekda Supriyanto, serta para pejabat tinggi pratama Pemkab Lampung Selatan.

Mewakili Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto menyampaikan apresiasinya atas kemajuan yang dicapai Lampung Selatan. Ia menilai daerah ini memiliki potensi besar, mulai dari keindahan alam, kesuburan tanah, hingga sumber daya manusia yang makin kompetitif.

“Usia 69 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan bagaimana Lampung Selatan tumbuh dan berkembang,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Radityo Egi Pratama menyebut November sebagai bulan istimewa bagi Lampung Selatan.

“Lampung Selatan berulang tahun ke-69. Usianya tidak muda lagi, tapi justru makin banyak generasi muda yang aktif dan kreatif,” katanya disambut tepuk tangan masyarakat.

Egi juga menyoroti berbagai rangkaian kegiatan sejak pagi hari, termasuk atraksi jetski lintas Selat Sunda yang menjadi pembuka Lamsel Fest 2025.

“Atraksi jetski tadi adalah simbol eratnya hubungan Banten dan Lampung Selatan. Dan kabar baiknya, acara masih panjang—ada fun run, penampilan guest star, sampai Minggu nanti Pawai Kebanggaan,” ujarnya bersemangat.

Ia menegaskan Lamsel Fest tahun ini membawa pesan kuat tentang identitas daerah.

“Ini adalah perayaan budaya. Celebration of culture. Simbol bahwa Lampung Selatan itu berani, kreatif, dan berkelas,” tegasnya.

Lamsel Fest 2025 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kreativitas, promosi pariwisata, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan agenda yang semakin variatif, festival ini terus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai gerbang Sumatra yang penuh energi dan potensi.

Ribuan warga yang hadir pada malam pembukaan menjadi bukti kuat bahwa peringatan HUT ke-69 Lampung Selatan bukan sekadar acara seremonial, melainkan semangat bersama untuk bergerak maju dan merayakan jati diri daerah.

9 Bulan Kepemimpinan, Bupati Egi Paparkan Capaian Strategis pada HUT ke-69 Lampung Selatan

LAMSEL, Kalianda – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi momentum bagi Bupati Radityo Egi Pratama untuk memaparkan berbagai capaian strategis selama sembilan bulan masa kepemimpinannya. Pemaparan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi menegaskan bahwa seluruh kemajuan yang diraih merupakan hasil kerja bersama antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, dan masyarakat Lampung Selatan.

Peningkatan Infrastruktur Jalan

Sektor infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama. Sepanjang 2025, Pemkab Lampung Selatan telah melaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 72,258 kilometer, mencakup 53 ruas di 17 kecamatan. Dari total tersebut, lebih dari 33 kilometer telah tuntas diperbaiki pada 12 ruas jalan strategis.

“Tingkat kemantapan jalan pada 2024 berada di angka 54,97 persen, dan pada 2025 meningkat menjadi 60,96 persen,” jelas Egi.

Perumahan Layak Huni dan Kolaborasi Sosial

Pada bidang perumahan, pemerintah berhasil memperbaiki 465 unit rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah. Selain itu, kerja sama dengan Wanita Filantropi Indonesia bersama dukungan dana desa menghasilkan tambahan 221 unit rumah layak huni yang telah sepenuhnya dibangun.

Stunting Terendah se-Provinsi Lampung

Upaya percepatan penurunan stunting juga menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data SSGI 2024, Lampung Selatan mencatat prevalensi stunting 10,4 persen—terendah di Provinsi Lampung.

“Target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2025 Insyaallah dapat kita capai,” tegasnya.

Peningkatan Pelayanan Publik

Di sektor pelayanan publik, kepesertaan BPJS Kesehatan Lampung Selatan telah mencapai 97,90 persen. Layanan administrasi kependudukan pun kini semakin mudah diakses melalui kantor layanan di seluruh 17 kecamatan.

Atas peningkatan tersebut, Disdukcapil dan RSUD Bob Bazar meraih predikat “Sangat Baik” dari Kementerian PANRB.

Raih Beragam Penghargaan Bergengsi

Lampung Selatan juga berhasil mencatatkan sejumlah prestasi tingkat nasional maupun provinsi, di antaranya:

  • Tiga Besar Kabupaten Terbaik se-Lampung pada Survei Kepuasan Publik 2025 (Grade A)

  • Stand Terinovatif pada APKASI Otonomi Expo

  • Penghargaan Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat Provinsi Lampung

  • Opini WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI

  • Penghargaan Strengthening of Social Forestry (SSF) dari Kementerian Kehutanan

  • Predikat Adi Praja Satwa Sewaka Madya

  • Kabupaten Layak Anak kategori Nindya

  • Pemimpin Daerah Award 2025 dari iNews TV

  • Excellence Tourism and Food Sustainability Integration dari KITA Awards 2025 Garuda TV

Bupati Egi menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Tugas kita ke depan adalah mempertahankan capaian yang ada, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, pangan, dan lingkungan,” ujar Egi.

Lampung Fest 2025, Sinergikan Kopi dan Pariwisata untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

LAMPUNG – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung…

Membanggakan! Bupati Radityo Egi Pratama Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Pariwisata dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Jakarta — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan Excellence In Tourism and Food Sustainability Integration dalam ajang Indonesia Kita Awards 2025 yang diselenggarakan Garuda TV di Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkab Lampung Selatan atas keberhasilan mengintegrasikan sektor pariwisata dengan ketahanan pangan melalui konsep Kawasan Agro Edu Wisata Terpadu, sebuah terobosan yang dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Membanggakan! Bupati Radityo Egi Pratama Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Pariwisata dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Acara penghargaan bergengsi ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, serta Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hadir pula para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain Lampung Selatan, beberapa daerah di Provinsi Lampung juga meraih penghargaan di ajang yang sama. Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan penghargaan Excellence in Agriculture and Food Prosperity, dan Kota Bandar Lampung meraih penghargaan Excellence in Public Service Innovation.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menerima penghargaan Distinguished Leadership in Home Affairs.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi pelaksanaan Indonesia Kita Awards 2025 sebagai ruang apresiasi bagi daerah yang berinovasi dan bergerak menghadirkan perubahan.

“Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan daerah yang mampu melakukan inovasi dan perubahan,” ujar Tito.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkab Lampung Selatan dan dukungan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata dan ketahanan pangan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi pahlawan pangan,” ucap Egi.

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai daerah yang progresif dalam pengembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata berbasis ketahanan pangan berkelanjutan.

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Transparansi Pelayanan Publik Lewat Sosialisasi SP4N-LAPOR

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab Lampung Selatan menggelar Sosialisasi Tata Cara Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di Aula Rajabasa, Kantor Bupati setempat, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Anton Carmana, yang menegaskan pentingnya peningkatan efektivitas pengelolaan SP4N-LAPOR sebagai kanal utama masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun pengaduan atas layanan publik.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, Anasrullah, S.Sos., M.M., serta Hasan, S.E., Pejabat Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku narasumber, yang memaparkan tata kelola pengaduan masyarakat berdasarkan Permendagri Nomor 8 Tahun 2023.

Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Lampung Selatan, Novi Riantina, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap kinerja para admin SP4N-LAPOR di seluruh perangkat daerah dan 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi program dan kinerja pemerintah, terutama dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik melalui pengaduan SP4N-LAPOR,” ujar Novi.

Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Anton Carmana menekankan bahwa SP4N-LAPOR merupakan bentuk nyata penerapan kebijakan ‘No Wrong Door Policy’, yang menjamin setiap laporan atau aduan masyarakat diterima dan ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

“Melalui sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau aspirasi secara langsung, dan pemerintah wajib menindaklanjutinya secara cepat, transparan, dan akuntabel,” jelas Anton.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta memahami dengan baik prosedur dan mekanisme penanganan pengaduan sesuai ketentuan, mulai dari penerimaan, verifikasi, tindak lanjut, hingga pelaporan akhir sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 8 Tahun 2023.

“Setiap proses harus dilakukan secara terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Anton menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Lampung Selatan atas inisiatif penyelenggaraan sosialisasi tersebut sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya keterbukaan dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat,” pungkasnya.

M Hazizi Ajak Masyarakat Lampung Selatan Perkuat Semangat Kebangsaan Lewat Sosialisasi Ideologi Pancasila

LAMPUNG SELATAN — Dalam upaya menanamkan semangat persatuan dan memperkuat kesadaran berbangsa, anggota DPRD Provinsi Lampung…

Kemenko Pangan Kawal Ketat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Lamsel: Target Selesai Tepat Waktu dan Tepat Mutu

LAMSEL, Ketapang – Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional. Melalui Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap, Yogi Yanuar, Kemenko Pangan meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/10/2025).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, yang memantau pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih di empat lokasi di Provinsi Lampung. Di Lampung Selatan sendiri, dua wilayah menjadi titik fokus pengembangan, yakni Desa Ketapang dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.

“Hari ini kami memantau langsung salah satu daerah prioritas, yaitu Desa Ketapang. Program ini merupakan amanah Presiden untuk memperkuat kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan nasional,” ujar Yogi Yanuar di sela kunjungan lapangan.

Proyek Strategis Nasional untuk Kemandirian Nelayan

Yogi menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan. Kemenko Pangan bertanggung jawab melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program, sementara pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan setelah proyek ini rampung,” tegasnya.

Ke depan, pengelolaan fasilitas akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih, yang telah menyiapkan rencana kerja dan strategi pelibatan anggota.
“Alhamdulillah, koperasi sudah siap mengelola fasilitas ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat nelayan,” tambah Yogi.

Pembangunan Capai Target, Rampung Akhir 2025

Di Desa Ketapang, PT Adi Karya selaku kontraktor pelaksana mengalokasikan lebih dari Rp15 miliar untuk pembangunan 19 bangunan dan 25 item pekerjaan. Sejumlah fasilitas tengah disiapkan, mulai dari Pasar Ikan, Bale Nelayan, Sentra Kuliner, Kios Waserda, Gudang Beku, Pabrik Es, Docking Perahu, Bengkel Nelayan, Shelter Cold Box, Shelter Pendaratan Ikan, hingga Bangunan Eksisting.

Yogi mengungkapkan, progres proyek hingga saat ini telah melampaui target, dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

“Kami ingin memastikan proyek ini tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna, sehingga benar-benar membawa maslahat bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat

Dalam kunjungan itu, Yogi didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni, Kadis Perikanan Lampung Selatan Dwi Jatmiko, dan Kadis Koperasi UKM Lampung Selatan Aryantoni.

Kemenko Pangan berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat penyelesaian pembangunan, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan di Lampung Selatan.

“Kami ingin proyek ini menjadi contoh bagaimana sinergi pusat dan daerah mampu menciptakan desa nelayan modern yang mandiri dan produktif,” tutup Yogi.

Lampung Selatan Siap Pecahkan Rekor MURI! Aksi Jetski Jakarta–Bakauheni Jadi Pembuka Spektakuler HUT ke-69

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tengah bersiap menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 pada 14 November 2025, dengan konsep yang lebih megah, kreatif, dan berkelas nasional.

Tahun ini, Lampung Selatan menyiapkan kejutan besar: pemecahan Rekor MURI melalui perjalanan jetski dari Jakarta menuju Bakauheni. Aksi lintas laut ini akan menjadi pembuka spektakuler rangkaian Festival HUT Lampung Selatan 2025, sekaligus menegaskan posisi Lampung Selatan sebagai gerbang pariwisata dan budaya Pulau Sumatra.

Rencana besar tersebut dibahas dalam rapat panitia pelaksana HUT ke-69 Lampung Selatan yang digelar di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (8/10/2025).

Zita Anjani Dorong Lampung Selatan Jadi Pusat Festival Nasional

Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni, tetapi momentum kebangkitan daerah.

“Kita ingin HUT Lampung Selatan bukan hanya seremoni tahunan, tapi festival besar yang membanggakan daerah. Seperti Jember dan Banyuwangi, Lampung Selatan juga harus punya event besar yang dikenal luas,” ujar Zita dengan optimis.

Zita menjelaskan, rangkaian HUT ke-69 Lampung Selatan akan berlangsung enam hari penuh, menampilkan beragam kegiatan atraktif seperti festival musik, olahraga, pawai budaya, dan bazar UMKM yang akan memeriahkan sore hingga malam hari.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan acara ini.

“HUT ke-69 ini harus jadi kerja kolaboratif. Semua pihak — pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat — harus ikut berkontribusi. Ini bukan hanya ajang perayaan, tapi juga ruang kreatif dan produktif bagi masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriani, serta Ketua DWP Ratna Yanuana, turut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari keamanan, logistik, hingga keterlibatan komunitas lokal.

Pemerintah Kabupaten menargetkan agar perayaan ini menjadi ikon tahunan baru, yang dapat menarik wisatawan, memacu ekonomi kreatif, serta memperkuat citra Lampung Selatan sebagai daerah yang dinamis dan berdaya saing nasional.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa Lampung Selatan bukan hanya pintu gerbang Sumatra, tetapi juga pusat inovasi, budaya, dan kolaborasi,” pungkas Zita.