Ikut Mancing dan Bakar Lele di Lokasi Jalan Rusak, Bupati Egi Janji Perbaiki Tahun Ini

Lampung Selatan, Palas – Aksi unik warga Kecamatan Palas yang memancing dan membakar ikan lele di jalan rusak sebagai bentuk protes akhirnya mendapat respons langsung dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Pada Jumat (11/4/2025), Bupati Egi turun langsung ke lokasi di ruas jalan Bumidaya–Bumirestu–Pulau Jaya.

Warga sebelumnya menabur 40 kilogram lele ke genangan air di jalan yang telah rusak parah selama lebih dari 10 tahun. Aksi damai ini dilakukan untuk menyuarakan kekecewaan terhadap lambatnya perbaikan infrastruktur di wilayah mereka, sekaligus mengingatkan janji kampanye sang bupati.

Tak hanya datang meninjau, Bupati Egi juga ikut memancing dan memanggang lele bersama warga. Suasana penuh tawa dan kebersamaan pun tercipta, membuat warga merasa aspirasi mereka benar-benar didengar.

“Kritiknya kreatif, damai, dan penuh pesan. Pemerintah harus cepat tanggap kalau seperti ini,” ujar Bupati Egi.

Menanggapi aspirasi warga, Egi memastikan bahwa ruas jalan sepanjang 5 kilometer tersebut akan masuk dalam anggaran perbaikan tahun ini. Meski sebelumnya belum tercantum dalam rencana pembangunan, Egi mengatakan dirinya langsung meminta Dinas PUPR menggeser anggaran agar proyek bisa segera dilaksanakan.

“Mulai hari ini Dinas PUPR langsung bergerak. Saya minta warga bersabar, karena ada proses yang harus dilalui. Tapi insyaAllah jalan ini akan dibangun dengan beton tahun ini. Setelah selesai, mari kita jaga sama-sama,” tegasnya.

Respons cepat ini disambut antusias warga. Agung, salah satu warga yang ikut dalam aksi, menyatakan rasa senangnya.

“Baru kali ini pemerintah turun secepat ini. Apalagi Pak Bupati mau nyemplung dan makan bareng. Ini bukti beliau peduli,” ujarnya.

Aksi damai warga Palas ini menjadi contoh sinergi positif antara masyarakat dan pemerintah, menunjukkan bahwa aspirasi bisa disampaikan dengan cara damai namun tetap berdampak.

Bupati Egi Respons Positif Kritik Warga Terkait Jalan Rusak dengan Aksi Kreatif

LAMSEL, Palas – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), merespons secara positif aksi protes warga yang menaburkan ikan lele di jalan rusak yang tergenang air di Kecamatan Palas pada Kamis (10/4/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kondisi jalan yang sudah rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah selama lebih dari 10 tahun.

Alih-alih marah atau kecewa, Bupati Egi justru mengapresiasi cara kreatif warga dalam menyampaikan kritik mereka. “Saya apresiasi kreativitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Terima kasih sudah beraspirasi dengan cara yang unik dan kreatif,” ujar Bupati Egi menanggapi aksi warga tersebut.

Egi menjelaskan, sejak dilantik sebulan lalu, kondisi jalan yang menghubungkan enam desa di Kecamatan Palas — yakni Desa Bumi Daya, Tanjung Jaya, Bumi Asri, Bumi Asih, Bumi Restu, dan Pulau Jaya — sudah menjadi perhatian utama pemerintahannya. Bupati Egi memastikan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi prioritas dalam masa pemerintahannya. Namun, dia juga menekankan bahwa untuk merealisasikan proyek infrastruktur, diperlukan proses dan perencanaan yang matang.

“Saya paham betul masyarakat sudah terlalu lama tidak mendapatkan perhatian dalam hal perbaikan infrastruktur. Tapi yang perlu dipahami juga, pekerjaan infrastruktur itu memiliki prosesnya. Bismillah kita perbaiki sama-sama,” ungkap Egi.

Aksi protes warga ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah, khususnya Bupati Egi, yang dianggap belum merealisasikan janji kampanye mengenai perbaikan infrastruktur. Puluhan warga Kecamatan Palas menaburkan sekitar 40 kilogram ikan lele ke dalam genangan air yang menutupi jalan rusak sebagai simbol ketidakpuasan mereka terhadap lambatnya perbaikan jalan yang sudah lama dibiarkan rusak.

Warga berharap agar pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi jalan yang sudah lama tidak tersentuh perbaikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Wakil Bupati M. Syaiful Anwar Hadiri Panen Raya Padi Serentak yang Dibuka Presiden Prabowo Secara Virtual

LAMPUNG SELATAN – Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menghadiri kegiatan Panen Raya Padi secara serentak yang diselenggarakan di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (7/4/2025).

Acara panen raya yang berskala nasional ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Desa Gandawesi, Kecamatan Lingung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyapa para petani di berbagai daerah dan memberikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Panen raya serentak ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian di tanah air.

Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pertanian yang digagas oleh pemerintah pusat. “Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam membuka acara ini secara virtual memberikan semangat tambahan bagi kami di daerah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat sangat peduli dengan sektor pertanian dan kesejahteraan para petani,” ujar Syaiful.

Presiden Prabowo, dalam sambutannya yang disiarkan secara nasional, menegaskan pentingnya swasembada pangan dan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada petani melalui berbagai kebijakan strategis dan bantuan langsung.

Acara panen raya ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat sekitar. Diharapkan kegiatan ini menjadi momentum yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Musim Arus Mudik, Kepala Badan Karantina Pastikan Pengawasan Tetap Berjalan di Pelabuhan Bakauheni

LAMSEL, Bakauheni – Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bakauheni, Rabu (26/3/2025).

Dalam kunjungannya, Sahat Manaor Panggabean nampak didampingi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi) dan Wakil Bupati, M. Syaiful Anwar beserta sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan.

Dari pantauan, kunjungan tersebut guna melihat optimalisasi pengawasan karantina terhadap barang ilegal, terutama satwa liar dan narkoba, serta melakukan pemantauan arus mudik.

Pada kesempatan itu, Sahat Manaor Panggabean menyoroti pentingnya pengawasan di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi salah satu akses utama penyeberangan di Indonesia.

“Pelabuhan Bakauheni ini menjadi salah satu akses penyeberangan, jadi khawatir ada oknum yang memasukkan barang ilegal seperti satwa liar, apalagi narkoba,” kata Sahat Manaor.

Sahat Manaor Panggabean juga menegaskan, akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mencari kesempatan dalam situasi mudik ini.

“Banyak modus pelaku ilegal yang berpikir kita lengah dengan keadaan seperti ini. Jadi jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Lampung Selatan, Egi menyatakan kesiapan daerahnya untuk mengikuti arahan dari Badan Karantina. Bupati Egi bahkan menyampaikan kesediaan apabila perlu dibangun balai karantina atau fasilitas lain di wilayahnya.

“Kita siap menerima arahan, dengan senang hati pak. Boleh buat balai karantina juga di sini, atau bikin taman safari di sini,” kata Bupati Egi.

Selain membahas isu pengawasan, Kepala Badan Karantina bersama Bupati Lampung Selatan beserta jajaran juga melakukan pemantauan terhadap arus mudik di Pelabuhan Bakauheni.

Kunjungan kerja itu juga guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran hukum di tengah kepadatan arus mudik lebaran 2025.

Hadiri Upacara Melasti di Balinuraga, Bupati Egi: Kita Jaga Harmonisasi Umat Beragama di Lampung Selatan

LAMSEL, Way Panji – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi) menghadiri acara Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, yang digelar di Pura Ulun Sui, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Rabu (26/3/2025).

Ketua Adat Desa Balinuraga, Nyoman Budiartono menyampaikan, Melasti merupakan upacara adat Hindu Bali yang bertujuan untuk menyucikan diri dan alam dari energi negatif.

Nyoman Budiartono menjelaskan, upacara Melasti dilaksanakan sebelum umat Hindu melaksanakan puasa, dan merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947.

“Maka dari itu, sebelum puasa, kita harus mengosongkan dan menyucikan diri dari hal-hal negatif baik yang kelihatan atau pun tidak,” jelas Nyoman Budiartono.

Lebih lanjut dia menyampaikan, jika melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi umat Hindu dapat mencapai kedamaian dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal itu bisa kita dapatkan ketika kita menjaga silaturahmi dan hati untuk hal-hal yang positif. Baik dalam hal berpikir, berkata, dan berbuat,” kata Nyoman Budiartono.

Sementara itu, Bupati Egi turut mengapresiasi atas sinergi dan kekompakan masyarakat Hindu Desa Balinuraga yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan yang penuh makna itu merupakan keberhasilan dalam wujud nyata kebersamaan dan toleransi di Lampung Selatan.

“Lampung Selatan ini merupakan miniaturnya Indonesia. Beragam suku dan agama ada di sini. Untuk itu, mari kita jaga harmonisasi umat beragama di Lampung Selatan,” pesan Egi.

Di akhir, Bupati Egi juga meminta kepada masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat kebersamaan dan saling menghargai.

“Tentu, itu akan berdampak pada hidup yang penuh kedamaian,” kata Bupati Egi.

Bupati Egi Nobar di GWH Kalianda, Timnas Indonesia Menang Tipis 1-0 Atas Bahrain

LAMSEL, Kalianda – Sorak sorai kemenangan menggema di Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Kalianda, saat ratusan warga menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Indonesia vs Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Acara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan ini berlangsung meriah, terlebih setelah Timnas Indonesia memastikan kemenangan tipis 1-0 pada laga tersebut.

Puncak kemeriahan terjadi di menit ke-24, ketika Ole Romeny berhasil menjebol gawang Bahrain. Sorak sorai warga pun kembali bergemuruh, bahkan ada yang menyalakan flare. Ole Romeny menjadi pahlawan kemenangan Garuda berkat gol semata wayangnya.

Acara nobar juga dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Penjabat Sekretaris Daerah, Intji Indriati dan para kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab setempat.

Panitia menyiapkan giant screen dan sound system untuk memberi kenyamanan warga yang hadir. Panitia juga menyiapkan doorprize menarik bagi warga yang beruntung.

Selain sebagai bentuk dukungan kepada Timnas Indonesia yang berjuang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, kegiatan Nobar juga menindaklanjuti tingginya animo masyarakat yang disampaikan melalui media sosial Instagram maupun WhatApss.

“Acara ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, yang ada di sekitar lokasi Nobar,” kata Bupati Egi usai nobar bersama warga di GWH, Selasa malam (25/3/2025).

Bupati Egi juga mengapresiasi antusias dan semangat peserta nobar untuk memberi dukungan kepada Timnas Indonesia yang berjuang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

“Saya senang sekali melihat antusias masyarakat tadi, kedepan acara seperti ini akan kita giatkan lagi,” kata Bupati Egi.

Kendati demikian, Bupati Egi berharap warga terus mendukung Timnas Indonesia, sehingga bisa melaju ke fase berikutnya. “Mari bersama-sama kita dukung Timnas Indonesia, pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ini,” ujarnya.

Sementara itu, Timnas Indonesia berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Bahrain pada lanjutan fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Duel Indonesia vs Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam, berakhir dengan skor tipis 1-0. Kemenangan atas Bahrain membuat peluang Indonesia makin terbuka untuk melaju ke fase berikutnya.

Bagikan Insentif 713 Guru Honorer di Kecamatan Natar, Bupati Egi Pinta Guru Tingkatkan Kualitas Pendidikan

LAMSEL, Natar – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), mengingatkan para guru untuk bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas pengajaran dan berkontribusi lebih nyata dalam mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.

Hal tersebut disampaikan Egi dalam penyaluran insentif tahap satu periode Januari – Februari 2025 bagi guru honorer di Kecamatan Natar yang berlangsung di SDN Bumi Sari, Kecamatan Natar, Jumat (21/3/2025).

Penyaluran insentif diserahkan secara simbolis oleh Bupati Egi kepada 713 Guru Honorer di Kecamatan Natar, dengan rincian 348 Guru Honor Negeri, 302 Guru Honor TK/PAUD dan 63 Operator Sekolah.
Kabar baiknya, insentif tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp100 ribu dari tahun sebelumnya. Sehingga, pada tahap satu ini, Guru Honor Negeri jenjang TK/PAUD mendapatkan senilai Rp600 ribu, SD/SMP senilai Rp800 ribu, dan Operator Sekolah senilai Rp600 ribu.

Bupati Egi mengatakan, kenaikan honor insentif tersebut bukan hanya sekedar apresiasi, tetapi juga bentuk dorongan bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan.

Egi menyadari, pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam kemajuan bangsa dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas pada tahun 2045. Dimana, semua itu tidak terlepas dari peran para guru.

“Saya pesan di Lampung Selatan, didik anak-anak bapak ibu sekalian dengan hati. Saya nggak mau dengar ada kekerasan, pelecehan seksual. Saya akan semaksimal mungkin untuk penuhi hak, tapi saya minta outputnya jelas dan terukur,” ujar Bupati Egi.

Tak hanya itu, Egi juga mengingatkan akan pentingnya mengikuti pelatihan yang dapat menambah wawasan dan kemampuan guru dalam mendidik para siswa/i di sekolah.

Dengan demikian, Egi berharap dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran di sekolah.

“Jangan hanya sekedar formalitas, betul-betul dijalankan pelatihan itu. Buat pelatihan yang akan mengasah kemampuan pendidik. Saya mau bapak ibu kalau pulang pelatihan dapat ilmu, bukan cuma ngambil amplop lalu pulang,” kata Bupati Egi.

Bupati Lampung Selatan Terapkan Pembayaran Gaji Otomatis Setiap Tanggal 1

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) meluncurkan gebrakan baru dengan memastikan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dilakukan secara otomatis setiap tanggal 1, meskipun jatuh pada hari libur atau tanggal merah.

Terobosan ini diumumkan oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Lampung Selatan, Wahidin Amin, yang menambahkan bahwa kebijakan ini mulai diterapkan pada 1 April 2025 mendatang. “Ini adalah inovasi dari Bapak Bupati Lampung Selatan, dengan harapan ASN dan PPPK tetap menerima gaji tepat waktu setiap tanggal 1 setiap bulannya,” ujarnya.

Sementara itu, pada Rabu (19/3/2024), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), juga menyerahkan Tunjangan Hari Raya (THR) secara simbolis kepada perwakilan ASN di Aula Rajabasa, Kantor Bupati. Pembayaran THR ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab dalam memberikan perhatian kepada ASN, Anggota DPRD, serta PPPK di Kabupaten Lampung Selatan.

Bupati Egi menjelaskan bahwa anggaran untuk pembayaran THR bersumber dari APBD Tahun 2025, yang totalnya mencapai Rp38.107.212.780. Anggaran ini diperuntukkan bagi sekitar 6.698 penerima, yang terdiri dari 2 pejabat negara, 50 anggota DPRD, 6.017 PNS, dan 629 PPPK. “Ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi kepada pejabat negara, anggota DPRD, PNS, dan PPPK melalui APBD Tahun Anggaran 2025,” kata Bupati Egi.

Selain pembayaran THR, Bupati Egi juga mengumumkan adanya kenaikan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS dan PPPK, yang tahun ini naik menjadi 75 persen dari nilai tahun sebelumnya yang hanya 50 persen. “Doakan, tahun depan bisa mencapai 100 persen. Saya tingkatkan hak bapak/ibu semua, tapi saya juga tuntut kinerja yang lebih baik,” tegas Bupati Egi.

Bupati berharap pemberian THR dan kenaikan TPP ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat kerja ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lampung Selatan. “Saya berharap pemberian THR ini menjadi semangat bagi ASN untuk meningkatkan kinerja. Mari terus bekerja dengan kolaborasi dan kekompakan dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pesan Bupati Egi.

Bupati Lampung Selatan Resmikan Lomba Semarak Ramadan 1446 H di Kalianda

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, secara resmi membuka Lomba Semarak Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi yang digelar di Halaman Masjid Agung Kalianda pada Kamis, 20 Maret 2025. Lomba ini diikuti oleh peserta dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan dengan berbagai kategori, antara lain lomba Azan, Da’i, Hadroh, Qasidah, hingga lomba Konten Kreator dengan tema “Ramadan Tenang Menyenangkan.”

Dalam sambutannya, Bupati Egi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini, yang dianggap sebagai simbol dukungan terhadap kemajuan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. “Biasanya, dalam lomba seperti ini ada isu kongkalikong, tapi saya titip pesan, keputusan dewan juri harus dihormati. Pemerintah Egi-Syaiful akan menjamin transparansi dalam setiap keputusan,” ujar Bupati Egi.

Lebih lanjut, Bupati Egi menegaskan bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Pemkab Lampung Selatan tidak hanya terbatas di Masjid Agung, namun dapat dilaksanakan di berbagai kecamatan, mulai dari Natar hingga Bakauheuni. “Jika peserta dari kecamatan yang jauh, kami akan bantu fasilitas transportasi. Di rumah dinas saya ada mobil Hiace yang bisa digunakan untuk penjemputan, atau bisa juga menggunakan bus Pemkab. Jangan sampai mereka mengeluarkan biaya pribadi,” tambahnya.

Bupati Egi berharap lomba-lomba yang digelar ini tidak hanya menjadi ajang untuk menggali bakat dan potensi peserta, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. “Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merayakan bulan Ramadan dengan kebahagiaan, kreativitas, dan semangat berbagi, serta untuk meningkatkan kualitas diri kita,” tutup Bupati Egi.

Pemkab Lampung Selatan Gelar Musrenbang RKPD 2026 dan Konsultasi Publik RPJMD Tahun 2025-2029

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, sekaligus Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029, di Aula Rimau, Kantor Bappeda setempat, Kamis (20/3/2025).

Dalam pembangunan daerah kedepan, Pemkab Lampung Selatan mengusung visi “Mewujudkan Lampung Selatan Maju Menuju Indonesia Emas 2045” melalui tujuh misi atau yang dikenal dengan Pitu Vista.

Kepala Bappeda Lampung Selatan, Aryan Sahurian, mengungkapkan, terdapat 1.537 usulan terverifikasi pada RKPD tahun 2026 yang merupakan hasil dari Musrenbang Desa hingga Kecamatan.

Selain itu, terdapat pula 441 pokok pikiran DPRD yang terdiri dari 260 usulan infrastruktur, 146 usulan ekonomi dan 35 usulan sosial pemerintah.

“Dalam Musrenbang Kabupaten Lampung Selatan ini kita akan bersama-sama menyepakati permasalahan dan prioritas pembangunan daerah,” kata Aryan Sahurian.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan program dan usulan pembangunan harus mempunyai dampak terhadap ekonomi masyarakat. Namun, juga tetap mengutamakan prioritas dan kapasitas keuangan daerah.

“Saya sudah intruksikan kepada semua OPD, dalam periode saya untuk menerapkan dua prinsip. Yang pertama impact full, dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat. Kedua, yaitu sustainable atau berkelanjutan,” kata Bupati Egi.

Egi menyatakan program pembangunan Lampung Selatan harus linier dengan prioritas pembangunan pemerintah pusat, seperti ketahan pangan, hilirisasi, ketahanan energi.

“Karena kita sudah berkomitmen, program kita harus linier dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. Itu adalah komitmen kita selama 5 tahun kedepan,” tegas Bupati Egi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, berharap program pembangunan Pemkab Lampung Selatan bisa sejalan dengan pemerintah provinsi, yaitu mendorong perekonomian yang inklusif, mandiri, SDM unggul dan produktif, serta masyarakat yang beradab.

Namun demikian, lanjut Elvira Umihanni, program pembangunan tersebut juga harus disesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan masyarakat.

“RKPD yang akan disusun ini harus menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Rencana pembangunan tahunan ini akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan,” Elvira Umihanni mewakili Gubernur Lampung.