KONI Metro Gelar Evaluasi Anggaran, Persiapkan Pagu 2026 dan Target Maksimal di Porprov

METRO | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Metro menggelar rapat koordinasi pengurus bersama seluruh Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungannya, di Sekretariat KONI Metro, Sabtu (31/1/2026).

Pertemuan fokus pada evaluasi penggunaan dana pembinaan tahun 2025 serta pemantapan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Dikatakan Ketua Umum KONI Metro, H. Ampian Bustami, menekankan pentingnya akuntabilitas bagi setiap cabor dalam mengelola dana pembinaan yang telah dikucurkan sepanjang tahun 2025.

Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet.

“Kita ingin memastikan serapan anggaran tahun lalu tepat sasaran. Ini menjadi rapor bagi setiap cabor untuk menentukan langkah kita di tahun anggaran berikutnya,” ucap Ampian.

Dalam rapat tersebut, dipaparkan juga mengenai rencana Pagu Anggaran KONI Metro tahun 2026.

Mengingat tahun depan merupakan tahun kompetisi besar, anggaran akan diprioritaskan untuk mendukung penuh persiapan dan keberangkatan kontingen Kota Metro menuju Porprov 2026.

Ampian menjelaskan bahwa alokasi anggaran akan dibagi menjadi dua fokus utama:
– Dana Pembinaan Rutin: Untuk operasional dan latihan harian cabor.
– Anggaran Khusus Porprov: Meliputi pemusatan latihan kota (Pelatkot), perlengkapan tanding, hingga bonus prestasi.

Menutup arahannya, ketua koni meminta seluruh pengurus cabor untuk segera tancap gas. Ia menegaskan bahwa Porprov 2026 bukan sekadar partisipasi, melainkan ajang pembuktian harga diri olahraga Kota Metro.

“Saya minta seluruh cabor sudah mulai melakukan pemetaan atlet potensial dari sekarang. Kita harus siap tempur. Target kita jelas, membawa pulang medali sebanyak mungkin dan mengharumkan nama Bumi Sai Wawai di tingkat provinsi,” tegas Ampian.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Metro dan perwakilan dari seluruh cabang olahraga yang berkomitmen penuh untuk menyukseskan agenda olahraga tahun 2026 mendatang.| (Arif).

Petenis Yunior Andalan Lampung M. Azka Pradita Pasha Ikuti Seleksi Nasional KU 14

Metro | Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) memanggil sejumlah petenis yunior KU 14, guna mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas), mulai tanggal 26 Januari sampai dengan 2 Febuari 2026, di Lapangan Tenis Kapten Muslihat GOR Pakansari Kabupaten Bogor.

Berdasarkan surat PP PELTI Nomor 40/B.PP.Pelti/I/2026 tertanggal 21 Januari 2026, yang ditandatangai oleh Sekretaris Jendral PP PELTI Andi Fajar Asti, ada Enam belas pemain yang diundang, dan dua Cadangan.

Salah satu petenis yunior andalan Lampung, M. Azka Pradita Pasha, turut juga dipanggil dan akan bertolak ke Bogor.

Dikatakan Rudi Ws orangtua sekaligus pelatih Azka, yang berasal dari Kota Metro, Azka sudah tidak sabar untuk berlaga di ajang seleknas tersebut dan optimistis bisa mengatasi atmosfer pertandingan di seleknas.

“Persiapan sudah dilakukan, saya optimistis Azka bisa lolos seleksi nasional sehingga membela Indonesia di ajang ITF Asia 14 & Under Development Championship (SA, SEA,EA) pada tanggal 3 – 13 Febuari 2026 di Cambodia dan bisa membanggakan Lampung khususnya Kota Metro,” ucap Rudi, via telpon seluler, Jumat (23/1/2026).

Lebih lanjut, Rudi juga menjelaskan bahwasanya moral bertanding telah mengalami peningkatan, apalagi Azka juga sekarang sedang menimba ilmu tenisnya di Club tenis Zetec Serang (Coach Zaenal).

“Terpenting yakin dan berusaha sekuat tenaga, mohon doanya. Terutama dengan harapan dukungan dari Pelti dan KONI Lampung, karena ini sudah membawa nama Lampung,” pungkas Rudi.

Berikut nama-nama 16 petenis yunior yang ikut seleksi nasional untuk ITF Asia 14 & Under Development Championship (SA, SEA,EA) pada tanggal 3 – 13 Febuari 2026 di Cambodia :

PKS Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer Bersama Awak Media Kota Metro

METRO | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si., melaksanakan laga persahabatan mini soccer bersama awak media di Kota Metro, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud komitmen PKS dalam memasyarakatkan olahraga.

Dalam kunjungannya ke Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung I, Almuzzammil Yusuf menyampaikan bahwa olahraga telah menjadi program rutin PKS, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Berbagai cabang olahraga seperti bersepeda, renang, bela diri, hingga sepak bola terus digalakkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat kader dan masyarakat.

“Di PKS, salah satu kegiatan pengurus dan kader adalah memasyarakatkan olahraga. Kebetulan hobi saya sepak bola, jadi setiap kunjungan ke daerah, jika memungkinkan, kami selalu mengadakan mini soccer. Selain menyehatkan, ini juga menjadi ruang kebersamaan dengan teman-teman media,” ujar Almuzzammil.

Ia juga menyinggung capaian PKS di bidang olahraga yang telah menembus level internasional. Salah satunya melalui cabang Jujitsu yang berhasil meraih dua medali dalam kejuaraan di Malaysia.

Selain itu, Almuzzammil memberikan pesan kepada kader dan anggota legislatif PKS di Kota Metro agar lebih aktif menyapa masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Mengingat wilayah Kota Metro yang relatif mudah dijangkau, ia mendorong kegiatan turun langsung ke warga melalui berbagai agenda sosial dan keagamaan.

“Saya berharap struktur dan anggota dewan PKS bisa lebih sering menyambangi masyarakat di 22 kelurahan, baik dengan bersepeda atau berjalan kaki, melalui kegiatan bansos, pengajian, maupun peringatan hari besar keagamaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil juga menegaskan komitmen PKS dalam aksi kemanusiaan, khususnya bagi korban bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menjaga ritme bantuan selama enam bulan ke depan. Dari Lampung, PKS juga mengirimkan delegasi dengan keterampilan khusus, seperti membuka bengkel motor gratis bagi kendaraan warga yang terendam banjir di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Metro, Hadi Kurniadi, mengatakan bahwa kehadiran Presiden PKS di Metro merupakan bagian dari agenda rutin kunjungan dapil.

Hadi Kurniadi mengungkapkan, bahwa laga persahabatan mini soccer bersama wartawan ini telah digelar sebanyak empat kali di Kota Metro.

“Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Metro. Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan kepada klub sepak bola. Hari ini kami bermain bersama rekan-rekan wartawan untuk mempererat silaturahmi,” ungkap Hadi.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Roma Doni, turut menyampaikan dukungannya terhadap kemajuan olahraga di Bumi Sai Wawai.

Roma Doni mengapresiasi prestasi Kota Metro yang berhasil meraih peringkat kedua se-Provinsi Lampung pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu.

“Ini menjadi modal awal untuk mendorong prestasi atlet di semua cabang olahraga. Melalui Persikomet, Kota Metro juga sudah berbicara di tingkat nasional, baik tim senior, U-17, maupun sepak bola wanita,” kata Roma Doni.

Terkait peningkatan bonus bagi atlet peraih medali Porprov, Roma Doni menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih fokus pada efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan dukungan terhadap kegiatan olahraga tetap menjadi perhatian.

“Untuk kenaikan bonus saat ini belum ada rencana karena berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah. Namun anggaran penyelenggaraan di Dispora tetap kami dorong agar ajang olahraga tetap berjalan maksimal. Kami berharap para atlet terus berjuang, dan pemerintah daerah akan terus mendukung meski dengan keterbatasan anggaran,” pungkas Doni. | (Rio).

GEGERRR! Setelah 35 Tahun Vakum, Ajang Tinju Spektakuler ‘Metro Boxing Clash 2025’ Resmi MELEDAK

METRO | Malam itu, GOR SMK Negeri 2 Metro berubah menjadi arena pertarungan penuh adrenalin, memecah keheningan yang telah membungkus olahraga tinju kota ini selama tiga setengah dekade.

Metro Boxing Clash 2025 bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah deklarasi kembalinya jiwa petarung Kota Metro ke kancah nasional dan internasional.

Ajang kolosal ini dibuka dengan gemuruh sorakan, disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Metro, M Rafieq Adi Pradana, yang kehadirannya seolah menyuntikkan energi baru ke dalam ring.

Dalam sambutannya yang berapi-api, Wakil Walikota Rafieq, menegaskan bahwa gelaran tinju ini adalah titik balik bersejarah.

“Kami tidak hanya mencari tontonan. Kami sedang mencari ATLET ELIT! Melalui Metro Boxing Clash 2025 ini, kami berharap akan lahir gladiator-gladiator muda berbakat yang kelak bukan hanya mengharumkan nama Metro, bukan hanya Lampung, tetapi juga akan mengibarkan bendera Merah Putih di podium internasional,” serunya, disambut tepuk tangan membahana para atlet, Sabtu, 15 November 2025.

Rafieq menekankan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak akan tinggal diam dalam mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan visi ambisius untuk menjadikan Metro sebagai Kota Berprestasi, Sehat, dan Berdaya Saing Global.

“Saya mengajak semua pihak dari pengurus, pelatih, masyarakat, hingga seluruh dunia usaha untuk menjadi benteng dukungan bagi para atlet kita. Kepada para petarung, bertanding lah dengan semangat membara, junjung tinggi jiwa kesatria, karena di atas segalanya, proses, kerja keras, dan disiplin adalah mahkota sejati dalam olahraga,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Metro, Raden Sarmada, dengan mata berbinar penuh kebanggaan, mengungkapkan momen ini adalah buah dari penantian panjang yang sarat perjuangan.

“Ya. Ini sudah 35 TAHUN. Itu adalah waktu terakhir kota ini menjadi saksi pertandingan tinju, saat Metro masih menjadi bagian dari Lampung Tengah. Alhamdulillah, malam ini kita mengukur sejarah baru. Sukses acara ini adalah karena kekuatan pengurus Pertina yang mampu menggerakkan dan menjadi jembatan bagi hasrat seluruh pecinta tinju,” tegas Raden Sarmada.

Ia lantas menyampaikan terima kasih secara khusus atas kehadiran Bapak Wakil Walikota yang disebutnya sebagai energi baru dan semangat baru untuk menjunjung tinggi sportivitas dan prestasi tinju di Metro.

“Jadilah atlet yang senantiasa menjunjung tinggi jiwa KESATRIA di dalam maupun di luar ring! Terus tingkatkan prestasi demi kejayaan Metro,” ungkapnya.

Acara Metro Boxing Clash 2025 ini dipastikan akan menjadi legenda, menandai dimulainya kembali era emas olahraga tinju di Kota Metro. | (Rio).

Atlet Panahan Lampung Hadir di Metro, Ikuti Seleksi Kejurnas Panahan Denpasar 2025

Metro | Ratusan atlet panahan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung hadir mengikuti seleksi untuk Kejurnas Panahan Senior 2025 yang akan berlangsung di Denpasar, Bali, di Lapangan Perpani Kota Metro di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Minggu (5/10/2025).

Tercatat sekitar 100 atlet ambil bagian dalam ajang seleksi ini. Mereka bertanding dalam tiga kategori utama, yaitu Standar Nasional, Recurve, dan Compound, digelar dengan standar ketat untuk memastikan hanya atlet terbaik dengan kemampuan memenuhi limit skor yang berhak mewakili Lampung di pentas nasional.

Dikatakan Sekretaris Perpani Provinsi Lampung, Kusyoto, bahwa seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka bagi seluruh atlet panahan di Lampung.

“Yang kita laksanakan dari Pengprov Perpani Lampung ialah seleksi Kejurnas 2025. Kita berupaya fair, karena setiap ada kejuaraan, Perpani Lampung pasti mengadakan seleksi. Seleksi ini kita buka untuk umum, seluruh atlet dari kabupaten dan kota bisa ikut,” ucap Kusyoto.

Ia menambahkan, tujuan utama bukan sekadar banyaknya atlet yang lolos, melainkan memastikan mereka yang terpilih benar-benar memenuhi limit skor dan memiliki peluang merebut medali di level nasional.

Dirinya membeberkan bahwa batas skor ditetapkan cukup ketat, untuk Compound Putra 340 poin, Compound Putri 335 poin, Recurve Putra 335 poin, Recurve Putri 330 poin, serta Standar Nasional Putra 330 poin dan Putri 325 poin.

“Yang lolos limit skor, nantinya akan kita persiapkan untuk mengikuti Kejurnas di Bali. Target kita realistis tapi optimis, yakni bisa membawa pulang minimal tiga medali. Lampung harus bisa berbicara di tingkat nasional,” tegas Kusyoto.

Metro dipilih sebagai tuan rumah seleksi bukan tanpa alasan, dimana dikenal memiliki basis atlet panahan yang cukup aktif sekaligus fasilitas lapangan yang representatif.

Sementara Ketua Perpani Kota Metro, Herwanto Agung Wibowo menuturkan pihaknya berkomitmen penuh menyukseskan penyelenggaraan seleksi.

“Untuk seleksi Kejurnas senior, kita sudah menyiapkan atlet-atlet yang berkompeten di divisinya masing-masing. Metro memfasilitasi penuh, mulai dari lapangan hingga konsumsi peserta. Alhamdulillah, pemerintah kota Metro sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Om Bowo, sapaan akrabnya.

Dirinya menilai, penyelenggaraan seleksi di Metro bukan hanya menjadi ajang penting bagi atlet untuk unjuk kemampuan, tetapi juga sekaligus promosi kota.

“Kegiatan ini mengangkat nama baik Kota Metro di kancah nasional maupun internasional. Metro tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga mulai mencetak prestasi olahraga, termasuk panahan,” tambah Om Bowo.

Seleksi ini menjadi batu loncatan penting bagi Lampung untuk memperkuat tradisi prestasi di cabang panahan. Dengan komposisi atlet yang terus meningkat kualitasnya, Perpani Lampung optimistis mampu mengulang bahkan melampaui capaian pada kejuaraan sebelumnya.

Atmosfer kompetisi di lapangan terasa ketat. Para atlet muda tampil percaya diri, sementara atlet senior menunjukkan pengalaman dan konsistensi.

Semua berjuang untuk satu tujuan, yaitu lolos seleksi dan membawa nama Lampung di Kejurnas Senior 2025.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Metro sekali lagi menjadi saksi bagaimana olahraga bisa menjadi pemersatu, sekaligus etalase prestasi daerah di tingkat nasional.

Jika target tiga medali emas yang diusung Perpani Lampung tercapai, maka Metro akan tercatat sebagai titik awal kebangkitan panahan Lampung di tahun 2025. | (Red).

 

 

Empat Cabor Baru, Menambah Keanggotaan KONI Lampung Menjadi 98 Anggota

Bandarlampung | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, kini memiliki 98 anggota sebagai mitra pembinaan atlet di seantero provinsi Lampung.

Ke-98 anggota itu terdiri dari KONI daerah 15 kabupaten dan Kota, 6 Organisasi Olahraga Fungsional dan 67 Cabang Olahraga. Dimana sebelumnya ada 94 anggota.

Wakil ketua Bidang Organisasi, Rudi Antoni menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya anggota, maka KONI Provinsi Lampung memiliki kewajiban yang juga lebih besar untuk mengcover kemitraan dengan cabang olahraga utamanya.

Hari ini, kata Acil – panggilan akrab Rudy Antoni, dalam Rapat Kerja Provinsi tahun 2025, KONI Lampung menerima dan mengesahkan 4 cabang olahraga baru untuk bergabung sebagai anggota KONI Lampung.

“Empat anggota dari cabang olahraga Savate (Federasi Savate Indonesia), Padle (Perkumpulan Besar Padle Indonesia) , Modern Triathlon Indonesia (MPI) dan Sepakbola Mini atau Mini Soccer (Komite Sepakbola Mini Indonesia). Ini diharapkan merupakan kekuatan baru Lampung pada multi event nasional kedepan,” kata Acil, Sabtu (4/10/2025).

Sebab dari cabor baru ini sudah memiliki catatan bagus terkait kepemilikan atlet. Bahkan ada yang berperingkat tinggi di level Asia.

“Kami berharap, seluruh cabang olahraga secara organisasi berbenah menuju organisasi olahraga yang kian mandiri, sehingga tidak terus bergantung 100 persen kepada bantuan pemerintah provinsi Lampung melalui Dispora dan KONI Lampung,” ungkap Acil.

Meskipun Permenpora No.14 sudah dicabut secara keseluruhan, namun tidak serta merta akan kembali memiliki amunisi full dari Pemprov Lampung.

Bagaimanapun, cabang olahraga tetap dituntut untuk bisa melakukan berbagai terobosan untuk menopang pembinaan atlet masing-masing, dengan apapun cara.

“Beberapa hari terakhir terus bergulir bahwa KONI Provinsi Lampung juga mulai menjalin berbagai kerjasama dengan mitra pendidikan seperti perguruan tinggi yang hari ini menanda tangani kesepakatan bersinergi dalam berbagai hal terkait pembinaan atlet Lampung,” tambah Rudi.

Meskipun baru dua perguruan tinggi negeri yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman, namun diharapkan akan terus bertambah pihak-pihak yang mendukung pembinaan olahraga Lampung.

“Mungkin ini pengejawantahan dari tagline : Sinergi untuk prestasi itu. Artinya KONI Lampung tidak akan jalan sendiri dan hanya menyalurkan dana hibah Pemprov saja melainkan juga kreatif membangun link dengan berbagai stakeholder yang sangat relevan.” Kata Rudi.

Dengan bertambahnya anggota cabor, maka keperluan infrastruktur juga pasti akan bertambah. Maka dari itu kerjasama dengan pihak kampus untuk membantu membangun fasilitas dan infrastruktur olahraga lainnya merupakan sebuah keniscayaan.| (Red).

Terima Bendera Pataka, Bandarlampung Tuan Rumah Porprov 2026

Bandarlampung | Kota Bandarlampung ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung tahun 2026, setelah pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Lampung, di Hotel Emersia Bandarlampung, Sabtu (4/10/2025).

Penetapan Kota Bandarlampung sebagai tuan rumah Porprov, ditetapkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Taufik Hidayat, pada Rakerprov tahun 2025 yang didukung oleh seluruh peserta Raker baik KONI Kabupaten/Kota, Cabang Olahraga maupun Olahraga Fungsional.

Penetapan tuan rumah Porprov 2026, juga ditandai penyerahan pataka kepada utusan Kota Bandarlampung Asisten I Pemerintahan Wilson Faisol, oleh Ketua Umum KONI Lampung.

Dengan diserahkannya pataka Porprov tersebut, makan calon tuan rumah Porprov 2026 yang semula adalah 3 Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji, kini resmi pindah ke Kota Bandarlampung.

Dalam sambutannya Wilson yang mewakili Walikota menyatakan, Bandarlampung siap menerima amanah tersebut yang tentunya setelah pulang dari Rakerprov ini, pihaknya akan membahas kembali dengan seluruh pihak terkait.

Mengingat even ini sangat besar dan membutuhkan perhatian serta pekerjaan yang fokus, agar apa yang diamanahkan kepada mereka bisa berjalan dengan lancar dan sesuai apa yang menjadi tujuan Porprov itu sendiri.

“Mengingat waktu yang tinggal 1 tahun. Kita akan Sinergi untuk Prestasi. Insa Allah Bandarlampung siap. Kami akan Berkoordinasi dengan KONI dan Masyarakat Bandarlampung. Targetnya satu yaitu sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” kata assisten I bidang Pemerintahan tersebut. | (Red).

Arif Suharnoko Nahkodai Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia Metro 2025-2030

Metro | Suasana penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan mewarnai pelantikan pengurus Kota Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Metro masa bakti 2025-2030, di Sasana Bakti, Jalan Gurame, Yosorejo, Metro Timur, Sabtu (28/9/2025).

Pelantikan dilakukan langsung oleh pengurus Provinsi Baveti Lampung, juga tampak hadir Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dan Ketua DPRD Kota Metro ini tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga diwarnai kehangatan dan joget bersama, menandai komitmen baru untuk menghidupkan kembali semangat para atlet veteran.

Terlihat hadir pula Forkopimda, Ketua KONI Kota Metro Ampian Bustami, Ketua Kormi Metro Ahmad Khusaini, ketua Pelti Metro Abdul Haris, serta perwakilan instansi vertikal, menunjukkan dukungan penuh seluruh stakeholder terhadap perkembangan olahraga di kota ini.

Dalam acara tersebut, Arif Suharnoko secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Baveti Metro untuk periode lima tahun ke depan.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran para atlet veteran yang telah mengharumkan nama kota.

“Mereka adalah aset berharga yang telah memberikan dedikasi dan prestasi. Kini, melalui Baveti, semangat itu harus terus dijaga dan ditularkan kepada generasi muda,” ujar Bambang, disambut tepuk tangan meriah.

Acara yang berlangsung meriah, tidak hanya sekadar seremonial. Sesekali, iringan musik mengalun dan mengajak seluruh undangan, termasuk Wali Kota dan Ketua DPRD, untuk berjoget ria.

Momen tersebut semakin mencairkan suasana dan memperlihatkan sisi kekeluargaan yang erat di antara para atlet veteran.

Dikatakan Arif Suharnoko, sang ketua terpilih, menyampaikan komitmennya untuk membawa Baveti Metro lebih aktif dan berkontribusi.

“Kami akan mengoptimalkan peran atlet veteran, tidak hanya di lapangan tenis, tetapi juga dalam pembinaan generasi muda. Ini adalah tugas kebanggaan yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Arif Suharnoko.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi suntikan semangat baru bagi para atlet Tenis veteran Kota Metro, sekaligus memperkuat jejaring dan solidaritas di antara mereka.

Dengan kepengurusan baru ini, Baveti Metro siap menjadi wadah yang aktif dalam menjaga semangat sportivitas dan prestasi, membuktikan bahwa semangat olahraga tidak pernah padam oleh waktu.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi sinyal kuat bahwa olahraga veteran mendapat tempat khusus dalam pembangunan olahraga di Kota Metro, mengukuhkan kota ini sebagai rumah yang nyaman bagi para pejuang olahraga masa lalu, kini, dan nanti. | (Arif).

Korfball Lampung Gelar Pelatihan Wasit dan Pelatih

Bandarlampung | Sebanyak 42 wasit dan pelatih Korfball ikuti penataran selama 3 hari Senin – Rabu 22-24 September, yang digelar oleh Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Provinsi Lampung, di Gedung Sumpah Pemuda Way Halim Bandarlampung.

Penataran wasit dan pelatih Tingkat Daerah tersebut, diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota dengan rincian 26 orang peserta wasit dan 16 pelatih.

Ketua Pengprov PKSI Lampung Rahmat Sumarsono mengatakan, pelaksanaan penantaran bertujuan mengembangkan olahraga ini lebih luas lagi di Provinsi Lampung umumnya.

“Alhamdulillah, minat untuk mengembangkan Korfball cukup besar di Lampung. Ada 10 kabupaten dan kota yang mengirimkan wakilnya. Ini adalah perwakilan dari Pengkab dan Pengkot. Karena PKSI Lampung kini sudah memiliki 10 pengurus Kabupaten/Kota,” kata Rahmat Sumarsono, Selasa (23/9/2025).

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan pelatihan ini digawangi Yunus Herganda Lesawengen sebagai pemateri tunggal dari Pengurus Pusat PKSI yang akan menyampaikan materi pokok untuk pengetahuan perwasitan dan kepelatihan.

“Materi akan dibagi menjadi dua bagian besar, yakni teori dan prektek. Diharapkan seluruh peserta focus pada materi yang akan disampaikan bang Yunus, agar setelah pelatihan ini kita bisa mengembangkan Kofball di Lampung dengan baik,” ujar Rahmat.

Sementara itu Sekretaris Umum Pengprov PKSI Rusbandini menambahkan bahwa pelatihan ini juga dalam rangka persiapan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung tahun 2026.

“Kami memiliki 10 Pengkab dan Pengkot saat ini, sehingga Korfball sudah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Porpov 2026. Maka dari itu kami persiapkan secara teknis perangkat pertandingannya, agar kompetisi akan berjalan di daerah-daerah, sehingga pada saat mengikuti Porprov semua sudah mengerti peraturan pertandingannya,” ungkap Rusbandini.

Menurutnya, memang animo cukup tinggi dari seluruh daerah, dan dari target 40 peserta bahkan bisa terlampaui.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membangun prestasi Korfball di Lampung, dan di PON-PON mendatang, Lampung bisa hadir dan menyumbang medali,” tambah Rusbandini.

Daerah yang mengirimkan wakilnya diantaranya Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Kota Metro dan Kota Bandarlampung. | (Red).

Jelang PON Beladiri 2025, IPSI Lampung Gelar Latihan Bersama

Bandarlampung | Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung, menggelar latihan bersama pelatih, wasit dan juri dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 Kudus, Senin (22/9/2025), di Halaman Gedung Gerinda Lampung.

Latihan bersama pelatih, wasit dan juri merupakan salah satu program kerja dari IPSI Lampung, sebagai salah satu cara peningkatan serta menjadi ajang silaturahmi bagi insa pencak silat Lampung.

Selain itu latihan bersama atau gabungan itu, bertujuan mengeratkan tali silaturahmi baik pengurus, pelatih, wasit dan juri yang ada di IPSI Lampung saat ini.

“Tadi latihan bersama atau gabungan dibuka oleh Ketua Umum IPSI, Ayah Faisol Djausal. Ini juga menjadi latihan yang kedua, tetapi lebih banyak karena melibatkan pengurus juga. Ini akan menjadi acuan untuk latihan berikutnya,” kata Wahrul Fauzi Silalahi, wakil ketua I IPSI Lampung.

Lebih lanjut Wahrul menjelaskan, sebelum latihan bersama dilangsungkan ada oesan dari Ketua Umum Hi. Faisol Djausal. Yang berharap para pelaku atau pemgurus IPSI mampu menjadi leading sektor, bagi insa olahraga pencak silat sehingga pencak silat Lampung semakin maju di masa mendatang.

“Sesuai pesan dari Ketum, IPSI Lampung akan terus berusaha, menjadi bekal bagi perguruan pencak silat di Lampung,” tambahnya.

Untuk latihan bersama atau gabungan yang berlangsung satu hari ini, menurut Wahrul akan dilanjutkan dengan penataran wasit juri dan pelatih pada akhir tahun 2025 ini.

Penataran sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu penunjang, dari program utama IPSI Lampung yaitu meningkatkan prestasi pencak silat Sai Bumi Ruwa Jurai di tingkat masional bahkan internasional.

“Latihan gabungan atau bersama ini juga, sebagai persiapan bagi kami. Karena alan mengikuti PON Beladiri pada Oktober mendatang di Kudus. Saat ini tim Pomnas juga sudah berangkat menuju Solo. Semoga kita bisa meraih prestasi,” pungkas Wahrul. |(Red).