Rafieq : Modal Manusia Fokus Pada Individu, Sementara Modal Sosial Menjadi Kekuatan Masyarakat

Metro | Wakil Walikota Metro M. Rafieq Adi Pradana, menekankan pentingnya meningkatkan Penguatan Modal Manusia dan Modal Sosial Sebagai pondasi pembangunan ekonomi – sosial berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Metro saat musrenbang di Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Rabu (28/01/2026).

Menurut Rafieq, bahwa penguatan modal manusia berarti memastikan masyarakat sehat secara jasmani dan rohani, sehingga peran pemerintah menjadi sangat penting.

Wakil Walikota menjelaskan, dengan menjaga kesehatan dan mendapatkan layanan pengobatan merupakan syarat utama penguatan modal manusia.

“Modal manusia berfokus pada individu, sementara modal sosial menjadi kekuatan masyarakat. Jika keduanya terbangun dengan baik, maka pondasi pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan dapat terwujud,” ucap Rafieq .

“Jika modal manusia dan modal sosial sudah kuat, maka kita bisa membangun pondasi ekonomi-sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, tujuan utama dari tema Musrenbang tersebut adalah untuk mempersiapkan Kota Metro menghadapi berbagai persoalan ke depan agar tetap stabil dalam kondisi apapun.

“Kita harus mempersiapkan diri menghadapi masa depan Kota Metro. Dengan pondasi yang kuat, ketika terjadi guncangan apa pun, Metro tidak akan goyah dan masyarakat tetap memiliki keberlanjutan ekonomi dan sosial,” jelas Rafieq.

Sementara itu, Camat Metro Timur, Ferry Handono, mengatakan bahwa pelaksanaan tema Musrenbang memerlukan partisipasi aktif masyarakat, salah satunya melalui semangat gotong royong.

Ferry Handono menegaskan, bahwa sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pembangunan. Oleh karena itu, peran semua pihak, termasuk media, dibutuhkan untuk membantu menyosialisasikan program-program dan menyampaikan berbagai persoalan yang ada di Kecamatan Metro Timur.

Pemerintah daerah, lanjut Ferry, akan terus memperkuat seluruh unsur dan elemen masyarakat agar manfaat pembangunan tetap dirasakan meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Relawan BPBD, forum anak, karang taruna, RT dan RW, LKK, hingga posyandu harus terus diperkuat. Dengan begitu, pemerintah tetap bisa berjalan dan masyarakat tetap merasakan hasil pembangunan,” pungkas Ferry. | (Rio.7).

Anggaran Terbatas Dari Pemerintah Pusat Menjadi Tantangan Serius Bagi Pemerintah Kota Metro

Metro | Keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kota Metro.

Meski demikian, Pemkot Metro menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui kreativitas serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Wakil Walikota Metro Rafieq Adi Pradana mengungkapkan, bahwa pemerintah tidak boleh kalah kreatif meski anggaran terbatas.

“Oleh karena itu, Pemkot Metro akan menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah pusat, baik di dalam maupun di luar Kota Metro, agar kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan,” ungkap Rafieq, saat Musrenbang di Aula Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/01/2026).

Selain itu, Rafieq menjelaskan, bahwa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pemerintah tetap memprioritaskan sejumlah titik pembangunan yang telah direncanakan.

Namun, berbagai masukan tambahan dari masyarakat tetap akan ditampung dan diupayakan realisasinya pada tahun anggaran 2027.

Rafieq menambahkan, Pemkot Metro juga terus mendorong pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat. Saat ini, beberapa titik pembangunan telah ditetapkan oleh kementerian terkait.

“Pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dapat terwujud di seluruh 22 kelurahan di Kota Metro Supaya bisa mendorong kebutuhan perekonomian masyarakat,” jelas Rafieq.

Rafieq menjelaskan, bahwa di Kelurahan Rejomulyo pembangunan belum dimulai, namun lahan telah dipastikan siap.

Sementara, pembangunan di Kelurahan Purwoasri sudah memasuki tahap pembangunan pondasi, sedangkan di Kelurahan Yosomulyo masih dalam tahap pengecekan lanjutan.

Rafieq menegaskan, bahwa pembangunan KDMP menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan. Untuk kelurahan lainnya, pemerintah masih mencari lahan seluas 1.000 meter persegi yang menjadi syarat pembangunan, namun upaya pencarian terus dilakukan agar seluruh target dapat tercapai.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Metro, Hadi Kurniadi menyampaikan, bahwa persoalan fiskal saat ini tidak hanya dialami Kota Metro, tetapi juga hampir seluruh kabupaten/kota dan provinsi akibat pemotongan dana transfer pusat.

Hadi Kurniadi menilai, bahwa pemerintah daerah harus aktif dan kreatif dalam mengakses berbagai program dari pemerintah pusat.

Menurut Hadi, DPRD Kota Metro melalui fraksi-fraksi yang memiliki perwakilan di DPR RI dapat mendorong pengusulan program-program kementerian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Langkah tersebut dinilai cukup konkret dan realistis untuk dilakukan dalam waktu dekat, mengingat mekanisme penganggaran yang ada.

“Pemerintah pusat pada prinsipnya cukup responsif terhadap proposal dan usulan daerah, seperti halnya akses Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh melalui jejaring di tingkat pusat,”ucap Hadi.| (Rio).

Pemkot Metro Kembali Lakukan Rolling, Empat Pejabat Dipindah Tugaskan

METRO | Empat pejabat di lingkungan Pemkot Metro resmi di-rolling dalam sebuah prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Asisten III Setda Kota Metro, Suwandi, dilaksanakan di Kantor BKPSDM setempat, Senin (19/2/2026) sore.

Suwandi menegaskan bahwa Rolling ini disebut sebagai bagian dari penataan organisasi demi meningkatkan efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Rolling ini dalam rangka upaya penataan organisasi, dengan harapan organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro akan lebih baik lagi. Pelayanan juga lebih baik lagi. Jadi rolling ini karena kebutuhan organisasi,” ucap Suwandi saat dikonfirmasi melalui sambungan Telepon.

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak ada arahan khusus dari Walikota terkait dengan rolling pejabat tersebut. Dirinya menegaskan bahwa rolling jabatan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk melakukan penyegaran dalam organisasi.

“Tidak ada arahan khusus dari Pak Wali Kota, hanya pelantikan itu saja. Diharapkan para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat,” ujar Suwandi.

Pernyataan tersebut terdengar normatif, sebagaimana sering diucapkan dalam setiap agenda rolling jabatan. Namun publik tentu berharap lebih dari sekadar jargon penataan organisasi dan peningkatan pelayanan yang kerap diulang, tanpa disertai indikator kinerja yang jelas.

Adapun pejabat yang di rolling tersebut yakni Sutikno sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Kota Metro kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Bidang Keselamatan, Penerangan Jalan Umum, Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro.

Kemudian, posisi Sekretaris Inspektorat kini diisi oleh Gunawan, yang sebelumnya justru menjabat pada posisi yang kini dipegang Sutikno.

Sementara itu, Ns. Hendarto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Ketatausahaan UPTD RSUD Jenderal Ahmad Yani Dinas Kesehatan Kota Metro, kini dipindahkan menjadi Sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro.

Posisi Hendarto sebagai wakil direktur kini digantikan oleh Yulia Candra Sari, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Sekretariat Daerah Kota Metro. | (Arif).

Pemkot Metro Kembali Rolling dan Lantik 8 Pejabat Baru, Ini Daftar Namanya

METRO | Pemerintah Kota Metro kembali melakukan rolling, sebanyak delapan pejabat administrator resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Administrator, berlangsung di Aula Pemkot setempat, Rabu (31/12/2025).

Mutasi dan rotasi jabatan dinilai bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi juga ujian integritas dan kapasitas para aparatur sipil negara (ASN) yang dipercaya mengisi posisi strategis.

Delapan pejabat yang dilantik tersebut berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dengan latar belakang tugas dan fungsi yang berbeda.

Ini pejabat yang dilantik, Rama Prastawa, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Metro, kini sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro.

Kemudian, Amran Syahbani, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Industri pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Usaha Menengah dan Perindustrian Kota Metro, kini menduduki posisi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Metro.

Windy Kusuma Ningrum, sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Metro, kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Industri pada Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Metro.

Aprizal, sebelumnya menjabat Sekretaris BPKAD Kota Metro, kini mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Metro.

Selanjutnya Dyah Widyani, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Anggaran dan Perbendaharaan pada BPKAD Kota Metro, kini resmi menjabat sebagai Sekretaris BPKAD Kota Metro.

Pramadya, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Penelitian Pengembangan pada Bappeda Kota Metro, kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro.

Selanjutnya Sonny Apriadi, sebelumnya menjabat sebagai Analis Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran pada Bidang Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Bappeda Kota Metro, kini mengisi jabatan Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Penelitian Pengembangan pada Bappeda Kota Metro.

Kemudian Fezal Aferizal, sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Deposit, Pengembangan Koleksi, Layanan, dan Pelestarian pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro.

Dalam sambutan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Metro, Suwandi, ditegaskan bahwa pelantikan dan mutasi pejabat bukanlah sekadar rutinitas birokrasi atau seremoni pengisian jabatan.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang berorientasi pada pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas Suwandi.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa jabatan adalah bentuk kepercayaan sekaligus ujian. Para pejabat yang baru dilantik diminta bekerja dengan penuh integritas, loyalitas, dan komitmen tinggi untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.

Ia menekankan bahwa tantangan ke depan semakin berat, seiring meningkatnya pengawasan dan tuntutan publik terhadap kinerja ASN. Perubahan zaman dan dinamika kebutuhan masyarakat, menurutnya, menuntut aparatur pemerintah untuk terus belajar, berpikir strategis, bertindak cepat, serta mampu bekerja secara kolaboratif lintas sektor.

“Jabatan bukan hanya soal posisi, tetapi tentang tanggung jawab moral dan profesional. Pimpinan akan selalu memantau dan menilai kinerja sebagai bahan pertimbangan perjalanan karier selanjutnya,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa setiap ASN harus menanamkan kesadaran bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, etika, maupun nilai-nilai agama.| (Red).

Wali Kota Metro Lantik Pejabat Eselon III di Akhir Tahun, Ini 23 Namanya

METRO | Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kota Metro kembali melakukan penyegaran birokrasi. Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, melantik dan mengambil sumpah jabatan 23 pejabat Eselon III di lingkungan Pemkot Metro, Rabu (24/12/2025) sore, di Aula Pemerintah Kota setempat.

Inilah daftar nama lengkap 23 pejabat yang dilantik dan dimutasi:

1. Alfajar Nasution, S.Sos., M.Si, dari Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro.

2. dr. Achmad Redho Akbar, MM, dari Sekretaris Dinas Kesehatan menjadi Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata.

3. Eka Syafriyanto, dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda menjadi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

4. Abu Mansur Al Maturidi, SE, dari Kabid Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda.

5. Susilo Rahmadani, M.H., S.STP, dari Kasi Tibum Satpol PP menjadi Kabid Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP.

6. Renan Joko Sajarwo, S.IP., MM, dari Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan menjadi Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro.

7. dr. Hasril Syahdu, MKM, dari Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jenderal Ahmad Yani menjadi Direktur UPTD RSUD Sumbersaribantul.

8. Estelita Kesuma, SKM., M.Kes, dari Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Jenderal Ahmad Yani menjadi Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

9. Leny Marlina, SE., MM, dari Pengawas Koperasi Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian.

10. Erfir Thabrani Indra R A, S.Sos., M.I.P, dari Analis Kebijakan Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol.

11. Risfania, S.STP., M.Si, dari Sekretaris Kesbangpol menjadi Camat Metro Barat.

12. Triyono, S.Sos, dari Camat Metro Barat menjadi Sekretaris Kesbangpol.

13. Irawesi Afif, S.ST, dari Bidan Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Litbang SDM dan Diklat RSUD Jenderal Ahmad Yani.

14. Aditya Wardana, S.STP., MM, dari Pranata Humas Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Komunikasi, Informasi dan Statistik Diskominfo.

15. Haris Munandar, S.STP., M.Si, dari Kasubbag Dokumentasi menjadi Kasubbag Protokol Setda.

16. Kharisma Zarkasi Rusyadi Saputra, S.STP., M.Si, dari Lurah Ganjar Asri menjadi Kasubbag Dokumentasi Setda.

17. Ruben Nugroho, S.STP, dari Analis Protokol menjadi Lurah Ganjar Asri.

18. Maya Ariestanty, A.Md, dari Pengelola Sarpras Kantor menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Sumbersari Bantul.

19. Lampita Hodmaida S, SE, dari Analis Kebijakan Ahli Pertama menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Ganjar Agung.

20. Hari Sapta Marsetyo, SE, dari Analis Laporan Keuangan menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Yosodadi.

21. Yulia Puspitasari, S.Ipem, dari Kasi Pemerintahan Kelurahan Purwoasri menjadi Sekretaris Lurah Purwoasri.

22. Muhammad Fadel Darmawan, S.Tr.IP, dari Analis Pelayanan menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Purwoasri.

23. Rosmalita Elviera MD, A.Md.Kep, dari Perawat Mahir Puskesmas Yosodadi menjadi Kepala Subbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Yosodadi.

Pelantikan ini menegaskan langkah Pemerintah Kota Metro dalam menata ulang struktur birokrasi, dengan menempatkan pejabat sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. | (Rio).

Paduan Suara Tim Penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang Juara 1 Lomba Sambung Lagu Dan Gerak

Lampung Timur | Patut dibanggakan, group paduan suara tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur, berhasil meraih juara 1 suara terbaik dalam lomba sambung lagu dan gerak “ Payu Kidah “ yang di selenggarakan oleh, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Timur pada acara puncak memperingati hari ibu yang ke 97 dan Hari Ulang Tahun Dharmawanita Persatuan ke 26, berlangsung di Aula rumah dinas bupati Lampung Timur.

Dikatakan ketua tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang sekaligus ketua tim paduan suara, Sri Endayani, pihaknya tidak menyangka jika tim paduan suara PKK Metro Kibang akan berhasil meraih juara 1 paduan suara terbaik tingkat Kecamatan se Lampung Timur dan meraih juara 3 pada lomba tumpeng.

“Untuk lomba sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Organisasi Prangkat Daerah (OPD) diikuti 28 peserta dan kelompok Kecamatan ada 24 kelompok. Dan Alhamndulillah kita berhasil meraih juara satu dari 23 Kecamatan peserta lomba,”ujar Indah panggilan akrab Sri Endayani, pada Lampung7.com, Senin (22/12/2025).

Indah menjelaskan, keberhasilan kelompoknya merupakan hadiah istimewa pada hari Ibu yang ke 97 bagi masyarakat Metro Kibang pada umumnya dan terkusus bagi tim penggerak PKK se Kecamatan Metro Kibang.

“Group kami terdiri dari, saya sendiri, Suwarni, Sudarmiati, Desmarniati, Rismawati. Dari latihan yang rutin dan kekompakan serta tidak grogi pada saat tampil menjadi pedoman kami dan Alhamndulillah kami berhasil meraih juara satu untuk tingkat Kecamatan se-Lampung Timur. Sedangkan untuk OPD itu terpisah dari kelompok kami.’jelas Indah.

Selanjutnya, Indah menambahkan, pihaknya juga bersyukur pada lomba nasi tumpeng, tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang berhasil meraih juara 3.

“Keberhasilan ini berkat suport dari semua pihak, dari jajaran Kecamatan , dari perangkat desa se-Kecamatan Metro Kibang dan dari seluruh masyarakat tentunya,” tandas Indah. | (Gun).

GOW Kota Metro Perkuat Barisan Perempuan Sehat dan Ekonomi Disabilitas

METRO | Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro bersama PT Bogasari Flour Mills gelar kegiatan Gebyar Senam GOW bersama Bogasari, ditama Merdeka Kota Metro, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi nyata antara Pemerintah Kota Metro, organisasi perempuan, dan dunia usaha dimana ribuan peserta dari unsur organisasi wanita hingga masyarakat umum memadati lokasi kegiatan, memperlihatkan soliditas barisan perempuan Metro yang semakin aktif mengambil peran di ruang publik.

Dikatakan Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Sari Rafieq, dirinya mengapresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Gebyar Senam GOW bersama Bogasari bukan sekadar perayaan Hari Ibu, melainkan momentum konsolidasi gerakan perempuan.

“Terima kasih yang tulus atas terlaksananya Gebyar Senam GOW bersama Bogasari yang luar biasa ini. Kegiatan ini bukan hanya memperingati Hari Ibu, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta mendorong gaya hidup sehat dan pemberdayaan perempuan,” ujar Nidia

Momentum tersebut juga dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kota Metro masa bakti 2025–2029, yang dinilai memiliki arti penting dalam pembangunan sumber daya manusia perempuan.

Nidia menegaskan bahwa PERWOSI harus menjadi motor penggerak olahraga perempuan di Kota Metro. Ia meyakini, perempuan sehat akan melahirkan keluarga kuat dan generasi unggul.

“Kami percaya, dari ibu dan wanita yang sehat akan lahir keluarga yang kuat dan generasi yang hebat. Karena itu, PERWOSI harus menjadi penggerak utama olahraga perempuan di Kota Metro,” tegas Nidia, yang juga ketua PERWOSI Kota Metro 2025-2029.

Pada periode kepengurusan 2025–2029, PERWOSI Kota Metro mengusung tiga fokus utama: memasyarakatkan olahraga sebagai gaya hidup perempuan, memperkuat sinergi dengan Pemkot Metro dan KONI dalam pembinaan atlet wanita, serta menghadirkan inovasi kegiatan olahraga yang kreatif, rekreatif, dan menjangkau hingga tingkat kelurahan.

Di momentum yang sama, Pemkot Metro bersama GOW dan Bogasari juga membuka Spesial Market, sebuah ruang ekonomi inklusif yang secara khusus melibatkan anak-anak disabilitas sebagai pelaku utama usaha.

Berlangsung di kawasan Simpang Taman Merdeka hingga Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Spesial Market menjadi wajah lain dari perayaan perempuan yang konkret, berani, dan menyentuh kelompok yang selama ini kerap terpinggirkan.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa keramaian kegiatan perempuan sengaja dimanfaatkan untuk membuka akses ekonomi bagi komunitas disabilitas.

“Kami memanfaatkan momentum ini untuk memberdayakan anak-anak disabilitas dan memberikan ruang agar mereka bisa berjualan, berdikari, dan berdaya secara ekonomi,” kata Rafieq.

Menurutnya, Spesial Market dirancang sebagai sarana belajar kewirausahaan. Anak-anak disabilitas menjadi penjual, sementara pelaku UMKM dan pengusaha lokal berperan sebagai penyedia barang. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, bukan pengendali.

“Ini bukan program resmi pemerintah, tapi inisiatif awal. Ke depan akan kita dorong agar menjadi program berkelanjutan,” ujar Rafieq.

Ketua Persatuan Komunitas Disabilitas (PKD) Kota Metro, Yunita Virya, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai Spesial Market sebagai ruang langka yang memberi akses langsung bagi anak disabilitas dan keluarganya untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi.

“Ini bukan hanya anak disabilitasnya, tetapi keluarga disabilitas juga diberikan akses berjualan. Metro menunjukkan perhatian nyata terhadap kami,” tegas Yunita.

Kolaborasi dengan Bogasari juga dipastikan berlanjut. Tim Bogasari, Inten Sawomi, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar Gebyar UMKM Kota Metro pada 10–11 Januari 2026, menghadirkan artis nasional Wika Salim dan melibatkan lebih dari 100 pelaku kuliner lokal, tanpa tiket masuk.

Dengan rangkaian kegiatan ini, GOW Kota Metro menegaskan posisinya bukan hanya sebagai organisasi perempuan seremonial, melainkan kekuatan sosial yang mampu menggerakkan kesehatan, solidaritas, dan ekonomi inklusif.| (Arif).

Bioskop XXI Hadir di Chandra Metro, Bantu Perekonomian Menengah

Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso meresmikan pusat hiburan modern Bioskop XXI Chandra Metro di lantai 3 Chandra Superstore, Selasa (16/12/2025).

Selain Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, tampak hadir juga Wakil Walikota M. Rafieq Adi Pradana, jajaran pejabat pemkot, Direktur Chandra Metro Iyan Eka Chandra, dan owner Alexus Gunawan.

Dikatakan dalam sambutan Walikota mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran bioskop pertama dengan standar nasional di kota Metro dan kehadiran bioskop ini lebih dari sekadar tempat nonton.

“Ini adalah sarana hiburan yang juga mendidik, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung UMKM lokal,” ujar Bambang.

Dia juga menyoroti manfaat ekonomi yang dibawa kehadiran bioskop ini, mulai dari penyerapan lebih dari 400 tenaga kerja lokal hingga potensinya dalam menarik wisatawan.

Sementara itu, Alexus Gunawan selaku pemilik Chandra Metro mengungkapkan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi kunci terwujudnya proyek ini.

“Kami dan pemerintah saling mendukung. Harapan kami, bioskop ini ikut membangkitkan ekonomi kota dan memberikan tontonan berkualitas bagi masyarakat,” kata Alexus.

Dengan layar yang memutar film-film terbaru dan fasilitas yang nyaman, Bioskop XXI Chandra Metro diharapkan menjadi destinasi baru bagi keluarga, remaja, dan komunitas film di Metro dan sekitarnya.

Pembukaan ini juga disertai doa bersama untuk korban bencana di beberapa wilayah Sumatra, mengingatkan akan pentingnya solidaritas di tengah kegembiraan. | (Rio)

Kota Metro Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro

Metro | Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Riza Darmanik Oh.D., IPU menegaskan tidak boleh ada agunan tambahan untuk pinjaman di bawah 100 juta bagi pelaku usaha mikro.

Hal tersebut disampaikan Riza Darmanik dalam Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro, yang berlangsung di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, Senin (08/12/2025).

“Berdasarkan ketentuan, Pinjaman Kredit Usaha Rakyat dari satu hingga seratus juta rupiah tidak boleh diminta agunan tambahan. Agunannya adalah usaha itu sendiri,” ucap Riza Darmanik.

Riza menjelaskan, bahwa bank penyalur harus memastikan aturan tersebut diterapkan. Jika ditemukan masih adanya permintaan agunan tambahan, masyarakat diminta untuk melapor.

“Silakan laporkan kepada kami jika masih ada yang meminta agunan tambahan. Hal itu tidak diperbolehkan, dan sanksinya berupa subsidi nya tidak dibayarkan,” ucap Riza.

Riza menambahkan, selama satu tahun terakhir, pendampingan dan pemberdayaan UMKM di Provinsi Lampung, khususnya Kota Metro, dinilai sangat baik.

“Di Provinsi Lampung, mulai Januari hingga 2 Desember 2025 telah tersalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar 9,5 triliun rupiah kepada 178.454 UMKM. Untuk Kota Metro sendiri, tersalurkan 127 miliar rupiah kepada 1.734 pelaku UMKM,” ungkap Riza.

“Capaian tersebut menunjukkan daya saing UMKM di Kota Metro cukup baik. Dalam kegiatan ini, tidak kurang dari 1.500 pelaku UMKM mendapatkan fasilitas seperti NIB, sertifikasi halal, P-IRT, asuransi mikro, Kredit Usaha Rakyat, layanan BPJS, dan pendampingan usaha,” paparnya.

Di tempat yang sama Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, mengungkapkan bahwa festival ini memiliki tujuan untuk membantu para pelaku UMKM, mulai dari memberikan legalitas, pendampingan, hingga meningkatkan daya saing, diharapkan UMKM dapat tumbuh sejak awal dengan legalitas yang kuat, lengkap, berdaya saing, berkembang, dan naik kelas.

“Seperti yang kita lihat, UMKM di Kota Metro sangat antusias. Meski Kota Metro relatif kecil di Provinsi Lampung, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sebagai kota yang memiliki latar belakang pendidikan yang maju, kami berharap festival ini benar-benar memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan wilayah sekitar Metro,” ujar Rycko.

Menurut Rycko, UMKM di Kota Metro yang paling menonjol adalah sektor makanan. Salah satunya ialah produk-produk yang mendapat bantuan seperti kopi dan susu kambing etawa.

Sementara itu, Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, tidak hanya sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat tetapi tidak menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha mikro di Kota Metro yang sedang berupaya memperkuat legalitas kualitas produk dan daya saing usaha dapat mendorong percepatan transformasi UMKM di Kota Metro Provinsi lampung.

“Pelaku usaha mikro merupakan momentum ekonomi daerah di Kota Metro kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja sangat signifikan,” ucap Bambang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam membangun ekosistem usaha mikro melalui fasilitas, legalitas, sertifikasi, perlindungan usaha, akses pembiayaan serta peningkatan kapasitas UMKM. Berbagai layanan seperti pembuatan NIB, sertifikat halal, SNI, pendampingan, perizinan, konsultasi usaha, hingga permasalahan digital tersedia disini untuk mempermudah masyarakat dan memperkembangkan usahanya,”imbuh Bambang.

Bambang berharap, melalui kegiatan ini seluruh peserta yang hadir dapat memberi manfaat konkrit mulai dari pembiayaan yang lebih terbuka hingga peningkatan kualitas produk dan daya saing.| (Rio).

Harumkan Lampung di PAI FAIR 2025, Delegasi Kota Metro Torehkan Prestasi Nasional

Metro | Dua delegasi Kota Metro yang mewakili Provinsi Lampung berhasil menorehkan prestasi nasional dalam ajang PAI FAIR Tingkat Nasional di Mercuri Hotel Ancol pada 30 November–3 Desember 2025.

Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa Kota Metro terus melahirkan talenta unggul yang mampu bersaing di panggung nasional.

Prestasi pertama diraih oleh Arsakha Adha Al Aswadani, siswa kelas 7 SMP Kartikatama Metro, yang meraih Juara 3 MTQ Nasional. Arsakha tampil memukau dengan teknik tilawah yang matang, meskipun dalam kondisi yang kurang Fit, penguasaan irama yang stabil, serta kemampuan artikulasi yang jelas menempatkan Arsakha sebagai salah satu peserta terbaik di Indonesia.

Kemudian, Adzani Iqbal Ar Rasyid, guru SD Muhammadiyah Metro Pusat, meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif PAI Nasional, dimana karya inovatifnya dinilai mampu membawa pendekatan baru dalam pembelajaran PAI, memadukan kreativitas visual dengan pesan edukatif yang kuat.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian kedua utusan daerah tersebut.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan ekosistem pendidikan yang terus berkembang di Kota Metro,”tegas Bambang.

Sebagai bentuk penghargaan, Walikota Metro mengundang kedua juara beserta keluarga untuk berdialog dan ramah tamah di Rumah Dinas Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Iman Santoso menyampaikan harapan agar prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar dan tenaga pendidik.

“Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh entitas pendidikan untuk terus berkompetisi dan berprestasi. Kita ingin Metro dikenal sebagai Kota Juara dan Kota Cerdas,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, juga memberikan penghargaan atas keberhasilan tersebut.

“Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan “Metro Kota Cerdas”, yaitu kota yang didorong oleh kualitas pendidikan, kreativitas, dan inovasi warganya,”ucap Agus M Septiana.

Dengan pencapaian ini, Kota Metro kembali menetapkan dirinya sebagai salah satu daerah dengan ekosistem pendidikan yang progresif, inovatif, dan berdaya saing nasional.| (Red).