Marahnya Walikota Metro, Karena Ini

Metro | Ada kesan yang berbeda ditunjukan Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, saat memimpin apel pagi Pemerintah Kota Metro yang digelar di halaman Kantor Pemkot, Senin (4/8/2025).

Terlihat Walikota Metro menunjukkan ketegasan sekaligus kekecewaannya kepada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana momen yang seharusnya menjadi refleksi kesetiaan dan integritas ASN, justru disaksikan langsung oleh Wali Kota sebagai ajang formalitas semata.

Kemarahan orang nomor satu di Kota Metro itu terlihat saat menyaksikan para ASN yang dianggapnya tidak sungguh-sungguh ketika mengucapkan sumpah janji pegawai.

Dalam pidatonya, Wali Kota menegaskan bahwa sumpah janji bukanlah ritual seremonial kosong, tetapi komitmen moral dan etika yang harus dijalani dengan sepenuh hati.

“Sebelum saya menyampaikan sambutan tertulis saya, saya ingin menyampaikan satu hal penting yaitu saat mengucapkan sumpah janji pegawai, jangan malah elek-elekan,” ujar Bambang.

Walikota Bambang secara gamblang menyebut bahwa banyak ASN tampak malas dan asal-asalan ketika melafalkan sumpah. Ia menyaksikan langsung bagaimana beberapa pegawai hanya menggerakkan bibir tanpa suara, menandakan sikap tidak serius dalam memaknai ikrar yang seharusnya menjadi pondasi moral seorang abdi negara.

“Semangatnya itu juga ya dikeluarkan. Saya lihat itu masih banyak yang elek-elekan. Bapak-ibu itu seolah tidak bersuara, cuma bibirnya saja yang gerak-gerak. Apakah takut dengan sumpah janji sebagai pegawai tersebut apa gimana, saya nggak paham,” ucap Bambang.

Bambang kemudian meminta kepada seluruh pegawai agar pada apel mingguan berikutnya, ucapan sumpah janji tidak lagi dilakukan setengah hati. Ia mengingatkan bahwa setiap kalimat dalam sumpah mengandung konsekuensi moral yang besar.

“Saya mohon, minggu depan, saat mengucap sumpah janji, harus dengan kesungguhan. Karena itu akan masuk ke dalam jiwa bapak ibu semua. Dan ketika itu sudah merasuk, maka akan tumbuh kesadaran untuk menjaga amanah jabatan,” ujar Bambang.

Apel tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Metro dan penyerahan hadiah lomba Vlogging lingkungan bagi pelajar SMA/SMK sederajat. Namun semangat penghargaan itu seolah kontras dengan atmosfer apel yang mendadak menjadi sorotan tajam akibat teguran Walikota.

Momen tersebut menjadi evaluasi besar, bukan hanya bagi para ASN yang hadir, tetapi juga bagi seluruh jajaran birokrasi di Kota Metro untuk kembali menghayati nilai-nilai dasar pelayanan publik, loyalitas, dan integritas.

Ini bukan kali pertama Walikota Bambang menyoroti ketidaksungguhan ASN. Dalam beberapa apel sebelumnya, ia pernah menyinggung soal kedisiplinan waktu, etos kerja, hingga mental melayani yang dinilainya masih belum merata di kalangan birokrat.

Namun kali ini, amarahnya menyasar langsung pada sikap batin para ASN. Ia mengajak seluruh aparatur untuk tidak mempermainkan simbol-simbol integritas hanya demi formalitas.| (Red).

Walikota Metro Salurkan Bantuan Warga Yang Terkena Dampak Angin Puting Beliung

Metro | Sebanyak 255 warga yang terkena dampak bencana angin puting beliung menerima bantuan yang disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, di empat kelurahan di Kecamatan Metro Utara, Jumat (01/08/2025).

Dikatakan Walikota Bambang Iman Santoso, bahwa hadirnya pemerintah disini bukan hanya sekedar melihat dan memberikan bantuan saja. Namun, pemerintah hadir disini untuk bertemu dan merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat yang terkena bencana puting beliung.

“Alhamdulillah, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, hanya bentuk materi saja. Kami datang bersama-sama disini ingin ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh masyarakat yang tertimpa musibah,” ucap Bambang Iman.

“Adapun bantuan nanti yang akan kami berikan, itu hanya sekedar untuk meringankan beban. Untuk bantuan yang akan diberikan nanti yaitu, berupa sembako dan sedikit uang untuk membantu kerusakan-kerusakan materi,” imbuhnya.

Selain itu, Walikota juga mengucapkan terimakasih kepada para pamong setempat, lurah, camat, dan BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang telah tanggap dan membantu warga yang tertimpa musibah tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pamong, lurah, camat, dan BPBD yang sudah terjun langsung dan tanggap pada musibah ini. Ayo kita tetap bersama-sama melakukan gotong royong membantu masyarakat kita yang tertimpa musibah ini,” ucap Bambang Iman.

Pada kesempatan yang sama, Camat Metro Utara, Hery Hendarto menyampaikan, sebanyak 255 KK (Kepala Keluarga) mendapatkan bantuan yang terkena bencana angin puting beliung.

“Total kerusakan berat sebanyak 18, kemudian untuk kerusakan sedang sebanyak 63, dan kerusakan ringan 174,” ujar Heri.

“Bentuk bantuan yang di berikan dari Dinas Sosial itu berupa sembako. Kemudian, dari pemerintah ada tiga (3) kategori, yang berat mendapatkan bantuan uang senilai Rp 2 Juta, kemudian yang sedang Rp 1 Juta, dan yang ringan Rp 500 Ribu,” tambah Heri.

Sementara itu, Salah Satu Warga yang terkena dampak angin puting beliung, Bambang mengucapkan rasa syukurnya atas proses penyaluran bantuan yang sungguh cepat.

“Setelah terkena musibah, saya langsung di beri arahan oleh Pak RW (Rukun Warga) untuk segera melapor, dan responnya pun langsung cepat. Dan Alhamdulillah, untuk bantuannya hari ini sudah disalurkan,” pungkasnya.| (Rio).

Bayana Jabat Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro

Metro | Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, resmi melantik Dra. Bayana, M.Si.,CGCAE sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro dilaksanakan di Aula Pemerintahan Kota Metro, Jumat, (25/7/2025)

Bambang Iman Santoso mengatakan dengan dilantiknya Pj sekda tersebut, diharapkan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) akn menjadi lebih baik lagi.

“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari mekanisme Pemerintahan yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan dalam rangka mengisi kekosongan jabatan sekretatis daerah agar roda Pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal, atas dasar tersebut melalui usulan Wali Kota dan telah memperoleh persetujuan Gubernur dan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri ( Mendagri),” ucap Bambang.

Penjabat Sekda bukan hanya pelaksana petugas administratif, ia adalah motor penggerak organisasi Pemerintahan sebagai jembatan antara kebijakan antara Kepala Daerah dan pelaksanaan teknis di Lapangan.

“Bahwa sebagai penjabat Sekda, saudara dapat menjadi teladan utama dalam menjunjung tinggi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), netralitas bukan soal aturan, melainkan soal integritas dan tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Bambang juga menitipkan agenda penting untuk penataan birokrasi Pemerintahan Kota Metro.

“Saya titipkan agenda penting terkait penguatan dan penataan organisasi perangkat daerah penataan birokrasi harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja menyesuaikan dengan kebutuhan riil pelayanan masyarakat, menjamin adanya kesinambungan program strategis daerah,” kata Bambang.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perangkat daerah berorientasi pada hasil, tidak hanya pada prosedur, menjaga kondusifitas antara perangkat daerah dan memberikan pelayanan,”lanjutnya.

Dirinya berterimakasih kepada Dra. Bayana dan seluruh kepala OPD turut hadir dalam pelantikan dan pengangkatan sumpah PJ Sekda Kota Metro.

“Kepada pejabat yang baru dilantik Saya ucapkan selamat melaksanakan tugas,” pungkas Bambang.| (Rio).

Pemkot Metro Apresiasi Dedikasi, Tiga Pegawai Raih Penghargaan ASN BerAKHLAK

Metro | Pemerintah Kota Metro, di bawah kepemimpinan Wali Kota Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui sistem Reward and Punishment yang konsisten diterapkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam upaya mendorong peningkatan kinerja dan dedikasi, Pemkot Metro memberikan penghargaan kepada tiga pegawai berprestasi, meliputi dua ASN dan satu non-ASN.

Ketiga ASN diantaranya, Eka Syafrianto selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk kategori struktural, Fajar Eri Setiawan sebagai Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa untuk kategori fungsional, dan Wahyu Saputra dari Bagian Pemerintahan untuk kategori non-ASN.

Penghargaan ini diberikan selaras dengan Core Value dan Employer Branding ASN, yakni nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang diamanatkan oleh pemerintah pusat. Nilai-nilai ini menjadi landasan bagi setiap ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, M. Supriyadi menyampaikan apresiasinya kepada para penerima penghargaan.

Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak berpuas diri, melainkan menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi.

“Beberapa langkah strategis untuk menciptakan ASN BerAKHLAK meliputi penguatan komitmen antara pimpinan dan bawahan, penyelarasan sistem kerja, perubahan individu, pemetaan kinerja pegawai, penentuan peta jalan rencana aksi dan anggaran, pengelolaan agen perubahan (Agent of Change), monitoring dan evaluasi berkala, serta pemberian penghargaan/apresiasi bagi ASN berprestasi,” kata Supriyadi, di Halaman Pemkot setempat, Kamis, 24 Juli 2025.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Metro 2025-2030 yang berfokus pada konsep Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.

Dalam kerangka ini, ASN BerAKHLAK diwujudkan melalui tiga pilar utama diantaranya, penyelenggaraan pemerintahan modern berbasis teknologi, penguatan sektor jasa seperti pendidikan dan kesehatan sebagai motor ekonomi, serta pemeliharaan nilai-nilai budaya dan religius sebagai fondasi sosial Kota Metro.

Tim Penilai Pemkot Metro telah melaksanakan proses seleksi ketat untuk periode Januari hingga Juni 2025, mencakup ASN dengan Jabatan Struktural, Fungsional, Pelaksana, serta Pegawai Non-ASN (Tenaga Kontrak Daerah) di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Metro.

“Kepada pegawai dengan kinerja terbaik, diberikan penghargaan (reward). Sebaliknya, pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran disipliner akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Supriyadi.

Para penerima penghargaan ini diharapkan dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi seluruh pegawai lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme demi pelayanan publik yang prima. | (Rio).

Elmanani : Penanganan Konflik Sosial di Kota Metro, Kedepan Pihaknya Akan Roadshow di Setiap Kecamatan

Metro | Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Elmanani menyampaikan, akan mengadakan roadshow di setiap kecamatan untuk melihat situasi dan kondisi masing-masing wilayah.

Hal tersebut disampaikan Elmanani saat rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Metro, di Aula Kelurahan Yosodadi Metro Timur, Rabu, (23/072025).

“Bahwa informasi terupdate dari pihak-pihak Kecamatan, Babinsa dan Babinkamtibmas, kondisi Kota Metro sampai hari ini aman dan kondusif. Meski ada beberapa persoalan kecil, semuanya sudah dalam proses penanganan yang berangsur membaik,” ucap Elmanani.

“Kedepan Pihaknya akan mengadakan roadshow di setiap Kecamatan untuk melihat langsung kondisi lapangan secara lebih detail dan menyerap informasi lebih mendalam,” ungkap Elmanani.

Elmanani menambahkan, konflik yang masih bisa terjadi di masyarakat baik individu maupun kelompok karena perbedaan tujuan dan pemikiran. Konflik ini terjadi dari berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Sebagai bentuk pencegahan dan penanganan konflik, Elmanani mengajak semua elemen untuk terus memperkuat koordinasi, termasuk dengan masyarakat.

Elmanani berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam penanganan konflik, serta turut membantu dengan memberikan informasi terkini mengenai situasi di wilayah masing-masing.

“Sebagai aparat pemerintah, kami akan terus berkoordinasi dengan tim keamanan, dan kami juga berharap masyarakat ikut berperan aktif,” tegas Elmanani.

Lebih lanjut, masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi dalam penanganan konflik, memberikan informasi terupdate di wilayah masing-masing.

Adapun susunan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Kota Metro adalah sebagai berikut:

Ketua: Wali Kota Metro

Wakil Ketua I: Wakil Wali Kota Metro

Wakil Ketua II: Kapolres Metro

Wakil Ketua III: Dandim 0411/KM

Wakil Ketua IV: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro. | (Rio).

Pertina Metro Persembahkan 9 Emas 9 Perak dan 5 Perunggu Pada Walikota

Metro | Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Metro mempersembahkan medali kepada Walikota Metro Bambang Iman Santoso dalam Ajang Polresta Cup Kejuaraan Nasional Bhayangkara Boxing Class 2025 saat Audiensi di kantor pemerintah setempat.

“Kami atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro khususnya saya sebagai walikota Metro pada hari ini sudah menghadap kepada kita dan bertemu dengan Ketua pertina serta seluruh jajaran pengurus yang didampingi oleh Asisten ll dan Sekretaris Disporapar,” ucap Bambang

“Jujur saya merasa sangat bangga dan sangat bahagia atas apa yang disampaikan oleh Ketua Pertina Kota Metro. Bahwa dalam mengikuti sebuah event kejuaraan tersebut, para atlet kita berhasil meraih prestasi membanggakan dengan membawa pulang mendali yang sangat dinantikan terutama mendali emas diantaranya: 9 emas 9 perak dan 5 perunggu,” ungkap Bambang Iman Santoso, di halaman kantor pemerintah setempat, Selasa, (22/07/2025).

“Ini adalah sebuah prestasi yang sangat luar biasa yang sudah kalian tunjukkan dan persembahkan untuk membawa nama baik kota tercinta kita ini yaitu Kota Metro, Sebagai Wali Kota, saya—Bambang Iman Santoso—atas nama pribadi dan seluruh jajaran pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. Kami benar-benar berkomitmen untuk terus mendukung para atlet yang telah mengharumkan nama daerah,” ujar Bambang.

Walikota menjelaskan, bahwa wadah tersebut disiapkan untuk kalian semua agar bisa mengembangkan karier dengan lebih baik. Ini jauh lebih efektif dibandingkan jika bergerak sendiri-sendiri.

“Jika kalian ingin meningkatkan karier di bidang olahraga khususnya di cabang yang kalian minati seperti tinju maka bergabunglah dengan wadah ini. Dengan begitu, jalan menuju keberhasilan dan prestasi yang kalian inginkan akan lebih mudah dicapai,”tutup Bambang.

Senada dengan Wali Kota, Ketua Pertina Kota Metro, Raden Sarmada, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih.

“Alhamdulillah, kerja keras para atlet dan tim pelatih selama ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Kami tidak menyangka bisa meraih medali sebanyak ini,” tutur Raden Sarmada.

Raden Sarmada menjelaskan, bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari program latihan yang terstruktur dan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kota.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas atlet kami agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa mendatang,” pungkas Sarmada.| (Rio).

Ristiadi : Kilas Balik Berdirinya Desa Kibang, Jangan Lupakan Sejarah Desanya

Lamtim | Desa Kibang Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, adakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon turune wahyu makoto romo, dengan dalang Ki Rohmad Susanto, dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 76 serta bersih Desa, berlangsung di lapangan sepak bola Dusun 6 Mulyosari, Senin (21/7/2025).

Pj. kepala Desa Kibang, Ristiadi menjelaskan singkat Kilas balik berdirinya desa Kibang yaitu pada tahun 1949, pada masa itu Desa Kibang dikenal dengan nama Dusun Pulau Payung, yang saat ini menjadi Dusun 1 di Desa Kibang. Dan pada saat itu Desa Kibang masih menjadi bagian dari desa Rejomulyo ( Metro Selatan ) Kecamatan Metro Kabupaten Lampung Tengah.

Dusun Pulang Payung inilah cikal bakal berdirinya sebuah desa yaitu desa Kibang yang dikemudian hari berkembang menjadi bagian penting terbentuknya Kecamatan Metro Kibang, masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Lampung Timur.

“Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan masyarakat, pada 27 Maret 1969, berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor 6/8/B.I/D/1969, Desa Kibang resmi ditetapkan sebagai desa definitif dengan kepala Desa bapak M.Harun, beliaulah kepala desa pertama,” jelas Ristiadi.

Selanjutnya, Ristiadi mengungkapkan, secara berturut – turut tongkat astafet kepimimpinan di desa Kibang dipegang oleh para tokoh terbaik dari warga desanya.
Pemilihan kepala Desa pertama berlangsung pada tahun 1971 dan M.Saumi terpilih menjadi kepala desa berikutnya hingga tiga priode.

“Berkaca pada perjalanan sejarah itu, kita belajar bahwa pembangunan desa bukan hasil kerja satu orang atau dua orang, tapi buah dari kerja keras secara kolektif masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, petani dan semua lapisan masyarakat yang dengan penuh cinta kasih merawat desa ini,”ungkapnya.

Dikatakan Ristiadi, momentum bersih Desa ini sebagai momen intropeksi diri membersihkan hati dari rasa iri dengki, memperkuat tali persaudaraan serta membulatkan tekad untuk membangun desa Kibang kearah yang lebih baik.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat mari kita sama-sama belajar dari sejarah desa Kibang yang penuh makna dan perjuangan. Jangan sampai kelak di kemudian hari generasi penerus melupakan sejarah desanya, tidak mengenal tokoh-tokoh yang telah berjuang keras untuk mendirikan dan membangun desa Kibang, dari sebuah dusun kecil menjadi sebuah desa yang besar maju, makmur, sejahtera dan religi,”pungkas Ristiadi.| (Gun).

Sinergi KPK – Pemda: Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah Demi Efektivitas Pelayanan Publik

Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi sebagai langkah awal mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih pascapelantikan kepala daerah di sejumlah provinsi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, Kamis (10/7/2025), dan melibatkan pemerintah daerah dari DKI Jakarta, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, serta Jawa Barat.

Forum ini diinisiasi oleh Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai ruang penguatan komitmen antara kepala daerah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih untuk mewujudkan pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

KPK juga menekankan pentingnya sinergi strategis dalam mendorong upaya pencegahan korupsi secara sistemik dan berkelanjutan.

“Kepala daerah bukan hanya pemegang mandat politik, tapi juga penentu arah perubahan. Kami ingin memastikan bahwa kekuasaan yang diberikan rakyat tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Kolaborasi dan integritas menjadi kunci, jadikan KPK sebagai partner strategis dalam membangun tata kelola,” tegas Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK.

Johanis mengungkap bahwa sebanyak 51 persen atau 854 dari 1.666 perkara yang ditangani KPK bersinggungan dengan pemerintah daerah, baik dari jajaran eksekutif dan legislatif. Angka ini menjadi alarm bahaya yang perlu diwaspadai dan dibenahi.

“Jabatan itu sifatnya hanya sementara, hanya 5 tahun, maksimal 10 tahun. Lakukanlah yang terbaik untuk pembangunan daerah dan negara kita. Jangan bergaya di atas mobil, sementara rakyat kita menderita,” sambung Johanis.

Untuk itu, KPK mendorong penyelarasan antara kebijakan daerah dan strategi nasional pemberantasan korupsi, termasuk Aksi Stranas PK.

Tak hanya itu, instrumen pencegahan seperti Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem antikorupsi di daerah.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas, terlebih Jakarta tengah menuju Kota Global.

Sehingga, kunci utama mewujudkannya bisa dimulai dari keberanian pemimpin untuk menahan godaan dan menanamkan budaya antikorupsi mulai dari diri sendiri.

“Jakarta memiliki anggaran Rp 91,2 triliun, tahun depan menjadi Rp 94 triliun, pasti semua orang tergiur. Untuk itu, pengelolaan (anggaran) menjadi bagian dari sikap antikorupsi sebab sikap antikorupsi harus dimulai dari diri sendiri. Kedepannya, saya berharap dan mendoakan terutama bagi semua kepala daerah, tidak ada yang ketika tertangkap itu bahagia,” tegas Pramono.

Adapun, Pemprov DKI Jakarta telah menegaskan komitmen antikorupsi melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi antikorupsi bagi seluruh Kepala Daerah dan Direksi BUMD; pejabat mengajar antikorupsi; bus dan kampanye antikorupsi; bimbingan teknis fraud risk assessment; serta festival antikorupsi.

Dorong Sistem Pencegahan yang Terintegrasi

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi penting untuk mengantisipasi potensi penyimpangan dalam kebijakan efisiensi belanja daerah, terutama terkait perubahan Peraturan Kepala Daerah mengenai penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam hal ini, KPK menekankan urgensi penggunaan MCSP sebagai instrumen deteksi dini atas risiko benturan kepentingan dan penyimpangan kebijakan.

KPK juga mendorong kepala daerah untuk menyelaraskan kebijakan dengan agenda nasional pemberantasan korupsi, mengelola pemerintahan secara transparan dan akuntabel, melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara tepat waktu sesuai Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2024, serta mengembangkan sistem pengendalian gratifikasi dan pemberdayaan penyuluh antikorupsi (PAKSI & API) di wilayah masing-masing.

Dengan kolaborasi yang erat antara KPK dan pemerintah daerah, diharapkan agenda pemberantasan korupsi di level lokal semakin kuat guna mewujudkan pelayanan publik yang bersih, efektif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Plt Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK Agung Yudha Wibowo, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II Bahtiar Ujang Purnama, Direktur Monitoring KPK Aida Ratna Zulaiha, serta jajaran Kepala Daerah, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan Inspektur Daerah dari enam provinsi yang menjadi peserta kegiatan.|(Gun/rils).

Marciano : KONI Harus Bekerjasama dengan Pemerintah

Jakarta | Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI Purn Marciano Norman, berpesan agar KONI Lampung mampu dan harus berkoordinasi dan bekerjasama, dengan Pemerintah di daerah masing-masing.

“Berkoordinasi dan Kerjasama adalah mutlak bagi KONI kepada Pemerintah,” kata Marciano.

Hal tersebut disampaikan Marciano kepada Ketua KONI Provinsi Lampung dan rombongan, Kamis (10/7/2025) pagi di Komplek Gelora Bung Karno, Gelora Bung Karno, Gedung Direksi, Jl. Pintu Satu Senayan lantai 8, RT.1/RW.3, Kota Jakarta Pusat, Jakarta, saat menerima audiensi Ketua KONI Lampung terpilih sekaligus mengesahkan SK kepengurusan KONI Lampung.

Gerakan senyap selama ini sudah menggulirkan langkah pasti ke Jakarta untuk menjemput payung hukum organisasi besar yang bernama KONI untuk periode 2025-2029.

Empat personil dari Lampung yang dipimpin ketua umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat didampingi Chrisna Putra, Margono Tarmudji dan Riagus Ria menjadi tamu pertama hari ini yang dijadwalkan bertemu dengan ketua KONI Pusat Marciano Norman di ruang kerjanya yang didampingi oleh Waketum 1 Suwarno, Sekjen Lukman Djajakesuma dan Wakabid Humas Tirto Prima, Kamis 10 Juli 2025 pagi.

Kehangatan tidak bisa disembunyikan dalam pertemuan ini, karena selama ini yang terdengar di Jakarta bahwa KONI Provinsi Lampung masih berproses dalam dinamika yang cukup tinggi ombaknya. Namun kehadiran Taufik cs sudah memberikan kesan teduh dalam Bahasa yang lembut di sebuah perjamuan itu.

Taufik menyampaikan maksud dan tujuan kehadirannya di kantor KONI Pusat ini secara rinci, dan ditanggapi penuh suka cita oleh Marciano dan pengurus lainnya.

“Kami bersama teman-teman mewakili masayarakat olahraga Lampung, dalam hal ini ingin bersilaturahmi dengan bapak ketua KONI Pusat beserta jajaran, sekaligus menyampaikan draft kepengurusan KONI provinsi Lampung periode 2025-2029 untuk mendapatkan pengesahan, sebagai dasar kami bekerja ke depan,” kata Taufik.

Dan seterusnya diskusi berjalan mengalir dengan akrab. Beberapa hal pun juga disampaikan kepada KONI Pusat untuk meminta penjelasan langsung.

Dalam pertemuan ini Marciano Norman memberikan beberapa pesan terkait keberadaan organisasi KONI di Lampung diantaranya agar KONI Lampung menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah Provinsi Lampung dalam hal teknis dengan Dispora dan OPD terkait lainnya.

“Ini penting, karena KONI bukan lembaga yang berdiri sendiri, melainkan memiliki keterikatan dengan lembaga lainnya, terutama dalam kaitannya dengan penyediaan dana pembinaan. Maka sudah seyogyanya kalau kita bermitra dengan baik dengan belaiu-beliau termasuk DPRD Provinsi,” kata Marciano.

KONI Daerah, lanjut Marciano, merupakan perpanjangan tangan dari KONI Pusat dalam hal pembinaan dan pengembangan olahraga di daerah. Karena atlet-atlet daerahlah yang kelak akan membela negara ini dengan koordinasi yang baik dalam level nasional untuk kepentingan pertandingan tingkat internasional.

“Saya berharap Pak Taufik dan teman-teman di KONI Lampung mampu menjalin dan memperkuat hubungan baik dengan para pengurus cabang olahraga, pelatih dan atletnya, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Ini penting sebagai dasar kebersamaan dalam meraih prestasi ke dapan,” tambah Marciano.

Tanpa cabor, lanjut Marciano, KONI ini tidak memiliki kekuatan apa-apa. Karena KONI dan Cabor adalah mitra kerja dalam pembinaan prestasi olahraga, namun dalam tupoksi yang berbeda. Marciano mengingatkan untuk terus berkoordinasi dalam waktu dekat untuk menentukan jadwal pelantikan dan pengukuhannya.

Bismillahirohmanirrohim, KONI Provinsi Lampung akan segera tancap gas melakukan tugas yang sudah bejibun di depan mata. Selamat Bekerja kawan. | (Red).

24 Jam Siagakan Ambulance Gratis PSC 119, Dinkes Metro Beri Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Metro | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro terus menyiagakan ambulance Public Safety Center (PSC) 119 terkhusus untuk warga di Bumi Sai Wawai yang kurang mampu, dan dalam situasi gawat darurat secara gratis.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra, bahwa pelayan ambulance PSC 119 beroperasi selama 24 jam dan gratis, guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Kota Metro.

“Layanan ini gratis 24 jam dan bertujuan untuk memberikan akses cepat, tepat terhadap pertolongan medis bagi mereka yang membutuhkan. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat keterlambatan penanganan medis,” ucap Eko, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/7/0225).

Ditambahkannya, bagi masyarakat di Kota Metro, yang ingin menggunakan pelayanan ambulance gratis dapat menghubungi call center di 119 (bebas pulsa).

“Dapat juga menghubungi WhatsApp (WA) di Nomor (0821-8643-1119). Otomatis akan terkoneksi dengan Tim PSC 119 Kota Metro,” ujar Eko.

Eko mengungkapkan, di tengah kondisi darurat, seperti kecelakaan atau sakit parah, akses cepat ke pertolongan medis menjadi kunci utama.

“Public Safety Center (PSC) 119 hadir sebagai solusi untuk masyarakat, yang Beroperasi 24 jam, merupakan pusat koordinasi layanan gawat darurat yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas kesehatan se Kota Metro, termasuk puskesmas dan rumah sakit,” ungkap Eko.

“Dengan adanya PSC 119, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi bingung mencari pertolongan saat menghadapi situasi darurat,” imbuhnya.

Selain itu, Eko menjelaskan, PSC 119 tidak hanya memberikan pertolongan medis, tetapi juga membantu proses evakuasi dan memastikan pasien mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan yang sesuai.

“Public Safety Center (PSC) 119 menjadi garda terdepan dalam penanganan gawat darurat, siap melayani dan memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan, kapanpun dan dimanapun,” jelas Eko.

 

“Program PSC 119 (Ambulance Gratis) ini sudah berjalan sejak tahun 2024 lalu. Pada tahun 2024, Ambulance PSC 119 telah melayani sebanyak 546 jiwa. Sedangkan di tahun 2025, dari bulan Januari hingga bulan Juli telah melayani sebanyak 240 jiwa,” pungkas Eko.| (Red).