LAMPUNG – Nuansa hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Lampung, Senin (30/3/2026).
Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Sumarlin Marzuki, hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan keluarga besar Pemerintah Provinsi Lampung dalam agenda tahunan yang sarat makna tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah antar pemangku kepentingan di Provinsi Lampung.
Gubernur: Ramadan Bentuk Disiplin dan Ketakwaan
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan “madrasah” yang membentuk karakter disiplin dan ketakwaan.
“Ramadan mengajarkan kedisiplinan dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-nilai ini harus terus kita bawa dalam membangun dan melayani masyarakat Lampung,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperkuat sinergi pelayanan publik.
“Silaturahmi ini menjadi energi untuk memperkuat kebersamaan, sehingga kerja ke depan semakin solid, harmonis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Danrem: Sinergi TNI dan Daerah Kunci Stabilitas
Sementara itu, Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam Halal Bihalal merupakan bentuk komitmen menjaga hubungan harmonis dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta kerukunan di Bumi Ruwa Jurai.
“Momentum ini sangat penting untuk memperkuat silaturahmi. Sinergitas antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci menciptakan suasana yang aman dan damai,” tegasnya.
Hadirkan Tokoh Lintas Sektoral
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting lintas sektor, mulai dari unsur Forkopimda, pimpinan instansi militer, aparat penegak hukum, hingga tokoh agama dan masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Simbol Kebersamaan dan Keikhlasan
Acara ditutup dengan prosesi saling berjabat tangan (mushafahah) yang berlangsung penuh kehangatan. Suasana semakin khidmat dengan lantunan selawat yang mengiringi momen saling memaafkan.
Halal Bihalal ini menjadi simbol nyata bahwa di tengah tanggung jawab besar menjaga keamanan dan pembangunan, nilai kebersamaan dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang aman, harmonis, dan penuh keberkahan. (*)

