Jakarta — Dudung Abdurachman resmi ditunjuk sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) oleh Prabowo Subianto pada Senin (27/4/2026). Ia menggantikan Muhammad Qodari dalam posisi strategis di lingkungan Istana.
Penunjukan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi pemerintahan, khususnya dalam mengawal kinerja kementerian dan lembaga di bawah Kabinet Merah Putih. Dengan latar belakang militer dan pengalaman kepemimpinan yang kuat, Dudung diyakini mampu menjalankan peran tersebut secara optimal.
Dukungan terhadap penunjukan ini juga datang dari kalangan pemuda dan pelajar. Ketua Umum Komite OSIS Nasional, Ahmad Wahyu Saputra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Dudung.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Sosok Pak Dudung kini dipercaya menjadi figur penting yang membantu Presiden dalam membenahi kementerian dan lembaga negara,” ujarnya.
Menurutnya, rekam jejak Dudung sebagai perwira tinggi TNI dengan disiplin tinggi dan jiwa korsa yang kuat menjadi modal utama dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Basic militer yang kuat serta ketegasan beliau menjadi harapan besar bagi kami. Insya Allah, Pak Dudung mampu mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga empat tahun ke depan dengan penuh integritas,” tambahnya.
Ahmad Wahyu juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Komite OSIS Nasional siap memberikan dukungan moral kepada pemerintah. Ia berharap kepemimpinan Dudung sebagai KSP dapat membawa perubahan positif, terutama dalam memperkuat sinergi antar lembaga dan mempercepat realisasi program strategis nasional.
Penunjukan ini sekaligus menjadi simbol kepercayaan terhadap figur berpengalaman untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Publik pun menaruh harapan besar agar Dudung Abdurachman dapat menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
