Lompat ke konten
Selamat Membaca Rupiah Melemah ke Rp17.500/USD, Ancaman Subsidi Energi Membengkak hingga Rp210 Triliun

Rupiah Melemah ke Rp17.500/USD, Ancaman Subsidi Energi Membengkak hingga Rp210 Triliun

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan akan berdampak serius terhadap keuangan negara, khususnya pada sektor subsidi energi. Pengamat Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menilai pelemahan kurs hingga menembus Rp17.500 per dolar AS berpotensi meningkatkan beban subsidi energi hingga 15–20 persen di atas pagu APBN 2026 yang diperkirakan sekitar Rp210 triliun.

Menurut Iwa, skema subsidi energi di Indonesia masih menggunakan mekanisme cost recovery, di mana pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian BBM dengan harga jual yang ditetapkan kepada masyarakat. Komponen harga keekonomian sendiri sangat dipengaruhi harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Kalau kurs rupiah terus melemah, maka impor minyak mentah, BBM, dan LPG menjadi jauh lebih mahal. Dampaknya langsung terasa pada subsidi dan kompensasi energi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap pelemahan Rp1.000 terhadap dolar AS diperkirakan menambah beban subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp12–15 triliun per tahun. Dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di level USD75 per barel dan kurs Rp17.500 per dolar AS, harga keekonomian solar subsidi diperkirakan bisa mencapai Rp14 ribu per liter, sementara harga jual tetap Rp6.800 per liter.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *