BE-Kraf Pusat Gelar Pameran Tapis Di Negeri Katon, Pesawaran
[su_animate][su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
NEGERI KATON | Sebagai upaya melestarikan kearifan lokal, khususnya kerajinan tapis yang berada di Desa Negeri Katon, Kecamatan negeri Katon, Daerah Kabupaten Pesawaran bersama Badan Ekonomi Kreatif (BE-Kraf) pusat menggelar pameran tapis yang dipusatkan di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon.
“Pameran tapis ini akan berlangsung tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu. Dan, produk-produk tapis yang berasal dari Desa Negerikaton ini sudah mendapat sentuhan dari Badan Ekonomi Kreatif (BE Kraf) pusat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Pesawaran, Jaka Sungkawa saat meninjau persiapan pameran.
Dikatakan, berbagai kegiatan akan digelar pada pameran tapis diantaranya visualisasi tapis, berbagai produk tapis yang telah disentuh kreasi sesuai pangsa pasar. Dimana, tujuan pameran tapis ini yakni tidak hanya melestarikan tapis, tetapi juga memperkenalkan tapis Pesawaran di kancah Nasional maupun Internasional.
“Selama tiga hari ini, selain pameran tapis, ada kegiatan workshop dan kegiatan lainnya. Nah, tapis yang ditampilkan pada pameran ini, tidak hanya dalam bentuk pakaian, tetapi sudah dikreasikan pada bentuk yang beragam. Misal, topi, peci dan furniture yang sudah diberikan sentuhan tapis. Sehingga, produk tapis ini bisa masuk kesemua kalangan,” jelasnya.
Ditambahkan, Febri perwakilan BE Kraf pusat, tujuan lain yang ingin dicapai melalui pameran tapis tersebut untuk mengingatkan kembali bahwa tapis bukan hanya sekedar pakaian ataupun kain yang disulam. Melainkan, mengingatkan kembali sejarah tapis dan memberikan pengetahuan tentang tapis.
“Ada empat titik yang akan dikonsentrasikan pada pameran tapis ini. Yang menampilkan berbagai produk tapis, kemudian rumah percontohan. Kita akan tampilkan bagaimana proses pembuatan tapis tersebut. Selama ini pembuatan tapis masih bersifat konvensional. Namun, dewasa ini sudah dapat dibuat dengan sistem portable,” ungkapnya.
Sementara, tokoh masyarakat Desa Negeri Katon, Rivanzi menuturkan Desa Negerikaton adalah pusat para perajin tapis. Sehingga, diperlukan pembinaan dari semua pihak, sehingga produk tapis tidak hanya menyentuh kalangan tertentu saja, melainkan dapat menembus pasar global.
“Produk-produk tapis yang dibuat sudah dikreasikan dengan pangsa pasar sekarang. Sehingga memberikan nilai tambah, khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Negeri Katon ini. Dan alhamdulillah, kita mendapat respon yang sangat positif dari Be-Kraf untuk kegiatan ini,” ujar Rivanji.
Lebih jauh wakil Ketua I DPRD Pesawaran ini menambahkan, berbagai produk tapis saat ini tidak hanya dilestarikan oleh para perajin dikalangan tertentu saja. Tetapi generasi mudah, khususnya di Desa Negeri Katon turut ambil bagian melestarikan tapis dengan berbagai kreasi dan desain yang sudah kekinian yang dimaksudkan untuk menarik minat pasar.
“Meskipun bentuk tapis sudah dikreasikan pada bentuk lain, bukan hanya kain. Tetapi tidak mengurangi makna tapis itu sendiri. Ini tidak lain, untuk menarik minat pasar. Dengan demikian, apabila pasar sudah luas. Maka permintaan akan tapis akan naik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah ini,” pungkasnya.
[su_button]Berita lainnya :[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”15″ tax_term=”355,109,14″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]

