Pemerintah Kota Bandarlampung Resmikan 15 Unit Mobil Puskesmas Bandar Lampung

Bandarlampung – Pemkot Bandar Lampung meresmikan 15 unit mobil Puskesmas Keliling pada Jumat, 20 September 2024, yang dihadiri oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di halaman Pemkot Bandar Lampung. Mobil-mobil ini akan digunakan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di berbagai lokasi di kota.

Menurut Eva Dwiana, mobil Puskesmas Keliling ini memiliki fungsi yang mirip dengan ambulans puskesmas, namun bedanya, mobil ini akan berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memberikan pelayanan. “Mobil ini akan menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung, memberikan akses kesehatan yang lebih mudah,” ujar Eva.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga mengungkapkan rencana untuk menambah jumlah mobil Puskesmas Keliling pada tahun depan. “Untuk tahun ini, kita memiliki 15 unit mobil Puskesmas Keliling. Namun, pada tahun depan, kami berencana untuk menambah sebanyak 16 unit lagi,” tambahnya. Penambahan ini bertujuan untuk semakin memperluas cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Eva menekankan bahwa layanan Puskesmas Keliling ini akan dilakukan secara door-to-door, mencakup pelayanan yang mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. “Kami ingin memastikan bahwa layanan kesehatan yang kami berikan bisa diterima langsung oleh masyarakat dengan lebih mudah dan cepat,” tegasnya.

Inisiatif ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan tetap. Dengan adanya mobil Puskesmas Keliling, diharapkan masyarakat semakin merasakan manfaat dari layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses.

Pemkot Bandarlampung Resmikan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP)

Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Lampung, telah meresmikan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) 10 lantai yang dibangun sejak 2022 dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp64 miliar.

Peresmian ini ditandai dengan soft opening pada Jumat, di mana Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyampaikan bahwa gedung ini akan menjadi pusat pelayanan masyarakat.

Eva Dwiana menjelaskan, saat ini baru empat lantai yang dapat beroperasi maksimal, namun ke depannya seluruh lantai akan digunakan untuk berbagai pelayanan terintegrasi.

“Semua pelayanan nanti ada di sini, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengurus pajak atau perizinan,” ucapnya. Gedung ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bandarlampung.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menambahkan bahwa keberadaan MPP bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik di kota tersebut.

“Pelayanan publik di MPP diselenggarakan dalam bentuk pelayanan terpadu satu atap, sehingga lebih cepat, mudah, terjangkau, aman, dan nyaman,” katanya.

Menurut Muhtadi, ada 26 layanan publik yang terbagi di sejumlah lantai gedung MPP. Lantai satu mencakup tujuh layanan, seperti DPMPTSP, Bapenda, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Perindustrian.

Di lantai dua terdapat sembilan layanan, termasuk dari Kanwil Kemenkumham, Polresta, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, ATR/BPN, Samsat, dan sejumlah bank.

Sedangkan lantai tiga melayani sepuluh instansi, seperti Dirjen Pajak, BNN Provinsi, Kementerian Agama, PT Taspen, PDAM Way Rilau, BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang bermain anak, klinik kesehatan, ruang menyusui, ruang rapat, hingga area parkir di basement.

Dengan fasilitas lengkap dan layanan terintegrasi, MPP diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat secara efektif.

Langkah Besar FKIP Unila: Empat Program Studi PMIPA Gelar On-site Visit Akreditasi Internasional ASIIN

BANDAR LAMPUNG – FKIP Unila Cetak Sejarah: Akreditasi Internasional ASIIN untuk 4 Program Studi PMIPA FKIP Unila Gelar On-site Visit Akreditasi Internasional ASIIN Pertama kali untuk Empat Program Studi Jurusan PMIPA Lampung, 18-19 September 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan On-site Visit oleh The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) untuk empat program studi di Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PMIPA). Program studi yang terlibat dalam proses akreditasi ini meliputi Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Kimia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di FKIP Unila, dengan tujuan untuk memastikan bahwa program studi tersebut telah memenuhi standar internasional dalam hal kualitas akademik, kurikulum, dan kompetensi lulusan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Ketua Lembaga, Kepala Unit, Ketua Badan Pengelola Usaha, serta Tim Penjaminan Mutu. Dari FKIP, hadir Dekan FKIP Prof. Dr. Sunyono, M.Si., beserta para Wakil Dekan, Ketua Unit Penjaminan Mutu, dan empat ketua program studi, yakni Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Kimia.

Tim Asesor ASIIN yang hadir terdiri dari tujuh orang ahli internasional, yaitu:
• Prof. Dr. Roger Erb – University Frankfurt
• Prof. Dr. Gabriele Hornung – University Kaiserslautern
• Prof. Dr. Jörg Zabel – University Leipzig
• Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri – Universitas Sriwijaya
• Medina Andini – Guru Biologi, Surabaya
• Dwika Sarnia Putri – National Tsing Hua University, Taiwan
• Dipl. Phys. Rainer Arnold – ASIIN Project Manager

ASIIN bertujuan untuk mengevaluasi kualitas akademik, metode pengajaran, dan kompetensi lulusan dari keempat program studi PMIPA. Evaluasi ini mencakup kurikulum, hasil pembelajaran, dan kelayakan lulusan dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja. Proses akreditasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa program-program studi di PMIPA Unila memenuhi standar internasional yang relevan di bidang sains, teknologi, dan pendidikan.

Kegiatan On-site Visit ASIIN dibuka secara resmi oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila. Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia menegaskan bahwa akreditasi internasional merupakan bagian dari upaya strategis Unila dalam mewujudkan visinya untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing global.

Dekan FKIP, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa akreditasi internasional ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di FKIP Unila dan memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar internasional.

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan di FKIP dengan fokus pada pengecekan data dan dokumen. Para asesor ASIIN melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai dokumen dan bukti pendukung yang disiapkan oleh Tim Penjaminan Mutu dan taskforce dari masing-masing program studi. Pengecekan ini mencakup verifikasi kelengkapan dokumen, keakuratan data terkait pelaksanaan program studi, serta pencapaian learning outcomes.

Selain pengecekan dokumen, asesor juga mengadakan wawancara dengan tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan langsung terkait kualitas layanan akademik dan non-akademik di program studi yang terakreditasi. Tenaga kependidikan diwawancarai mengenai peran mereka dalam mendukung administrasi dan operasional program studi, sedangkan mahasiswa diminta memberikan masukan terkait pengalaman belajar, akses terhadap fasilitas akademik, dan kualitas pembelajaran.

Alumni program studi juga turut dilibatkan untuk memberikan masukan tentang relevansi pendidikan yang mereka terima dengan karier dan perkembangan profesional setelah lulus. Wawancara ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kualitas lulusan program studi yang terlibat dalam proses akreditasi.

Setelah proses wawancara, para asesor melakukan kunjungan ke berbagai fasilitas pendukung akademik di FKIP Unila. Kunjungan ini mencakup laboratorium pendidikan, pusat sumber belajar, podcast edukasi, laboratorium microteaching, virtual room, serta ruang baca. Para asesor juga meninjau fasilitas inovatif di FKIP, seperti EDU FUN, sebuah kafe kampus yang mengusung tema edukasi. Kafe ini tidak hanya menjadi tempat bersantai bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga mendukung proses pembelajaran informal dengan suasana yang kondusif untuk diskusi dan belajar.

Pada hari kedua, asesor melakukan wawancara dengan dosen dari masing-masing program studi yang terlibat. Wawancara ini difokuskan pada keterlibatan dosen dalam pengajaran, penelitian, serta pengembangan kurikulum. Para dosen memberikan masukan mengenai tantangan yang mereka hadapi dan berbagi pandangan terkait inovasi dalam metode pengajaran dan relevansi kurikulum dengan perkembangan terbaru di bidang sains dan teknologi.

Stakeholder dari berbagai sektor, seperti mitra industri dan sekolah, juga turut memberikan umpan balik mengenai kualitas lulusan dan relevansi keterampilan yang diberikan selama masa studi. Masukan dari stakeholder ini memberikan gambaran penting tentang kontribusi lulusan di dunia kerja dan area yang perlu ditingkatkan dalam program studi untuk lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan pelaksanaan kegiatan On-site Visit ASIIN ini, FKIP Unila berharap keempat program studi di PMIPA dapat meraih akreditasi internasional, yang akan meningkatkan reputasi dan daya saing program studi di tingkat global. Proses ini tidak hanya menjadi penilaian terhadap kualitas akademik, tetapi juga merupakan upaya berkelanjutan FKIP Unila untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Keberhasilan dalam akreditasi internasional akan menjadi bukti nyata komitmen FKIP Unila dalam menjaga kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan dunia. FKIP Unila siap melangkah menuju pencapaian yang lebih tinggi melalui akreditasi internasional ASIIN.

H. Kiwil Meriahkan Hari Maulid Nabi SAW 1443 H / 2024 M di Kelurahan Keteguhan

BANDAR LAMPUNG – Peringatan Hari Maulid Nabi SAW 1443 H / 2024 M menghadirkan H. Kiwil (Artis Komedi), Ust. Zikri Kurnia (Dai Milenial) , dan Fathul Mubarok (Qori Provinsi Lampung) serta para warga, mulai dari RT. 005, LK. 006 sampai 007 diselenggarakan pada malam Kamis, 18 September 2024, Pukul 19.30 WIB di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung terlihat meriah.

Salam pembuka yang disambut langsung oleh Ketua RT setempat, Ikrom dan di sambung oleh Lurah, sayuti.

Acara Peringatan Hari Maulid Nabi SAW 1443 H / 2024 M ini diisi dengan lantunan ayat-ayat dan sholawat yang dibaca oleh Qori Fathul Mubarok dan di sambung dengan ceramah Ustadz Zikri Kurnia dan diakhiri oleh komedian H. Kiwil.

Adanya acara Maulid Nabi SAW dan mengundang artis komedian membuat warga menjadi ceria dan semangat untuk membuat acara dan menghadirinya.

Tak hanya mendengarkan, disamping itu ada beberapa warga untuk berfoto dengan artis komedian tersebut, dan disambut H. Kiwil dengan senang hati berfoto dengan beberapa warga .

Salah satu warga mengatakan, dengan sengaja menunggu kehadiran H. Kiwil dari awal.acara.

“Sengaja nungguin sampe acara selesai biar bisa foto bareng H. Kiwil ,” ucap SM saat ditanyakan setelah selesai acara.

Dengan penuh semangat dan hikmat dari ratusan warga yang hadir hingga akhir acara, situasi aman dan lancar. [Susan]

Wali Kota Bandar Lampung Instruksikan Evaluasi Bangunan yang Melanggar GBS

Bandarlampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk segera mengevaluasi bangunan yang melanggar ketentuan Garis Batas Sempadan Bangunan (GBS), Minggu, 15 September 2024. Instruksi ini dikeluarkan untuk memastikan bahwa pembangunan yang berlangsung di kota tersebut tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

“Penting untuk menjaga ketertiban dalam pembangunan, baik itu gedung maupun bangunan lainnya,” ujar Eva Dwiana. Menurutnya, pemenuhan aturan GBS sangat penting untuk menghindari pelanggaran yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk merusak tata ruang kota. Wali Kota menegaskan, segala bentuk pelanggaran akan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kota.

“Evaluasi harus dilakukan terhadap bangunan yang melanggar ketentuan. Kita tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja,” tambahnya. Oleh karena itu, Eva Dwiana meminta Disperkim untuk segera bertindak dengan melakukan pendataan terhadap bangunan yang terbukti melanggar GBS, dan memberikan teguran atau tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Pemkot Bandar Lampung juga berkomitmen untuk mendukung masyarakat dan para investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kota. Namun, hal tersebut harus tetap mengacu pada aturan yang ada, agar pembangunan berjalan dengan tertib dan sesuai rencana.

“Tugas Disperkim untuk memberikan teguran kepada masyarakat yang terbukti melanggar, dan melakukan penindakan yang diperlukan,” jelasnya. Pemerintah kota berharap agar seluruh pihak dapat mematuhi aturan ini demi tercapainya tata kota yang lebih baik dan teratur.

Pj Gubernur Lampung Samsudin: Ini merupakan bagian dalam merubah gaya hidup yang peduli pada lingkungan

BANDAR LAMPUNG – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin membuka Kegiatan Coastal Clean Up atau kegiatan bersih-bersih pesisir…

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana Membuka Acara Konsultasi Publik 1 Penyusunan Matek dan Ranada RDTR WP IV

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana membuka acara konsultasi publik 1 penyusunan matek…

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Membuka Acara Konsultasi Publik 1 Penyusunan Matek dan Ranada RDTR WP IV

BANDAR LAMPUNG — Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana membuka acara konsultasi publik 1 penyusunan matek…

Pemerintah Kota Bandarlampung Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Ketua RT

Bandarlampung – Pemkot Bandar Lampung mengadakan pelatihan keterampilan komunikasi untuk Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kota Bandar Lampung pada Rabu dan Kamis, 11-12 September 2024, yang bertempat di Gedung Semergou.

Pelatihan ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandar Lampung dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan publik speaking para ketua RT yang berjumlah sekitar 800 orang.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, secara langsung membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan aspek sosial ketentraman di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap pelatihan ini dapat membantu para ketua RT untuk lebih baik dalam berkomunikasi dan melayani masyarakat,” kata Walikota Eva Dwiana. Ia juga menambahkan, bahwa keterampilan komunikasi yang semakin baik akan memperkuat hubungan antar warga, sehingga komunikasi menjadi lebih persuasif dan transparan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Bandar Lampung turut menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai elemen kemasyarakatan kelurahan. Ia berharap para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan apa yang mereka pelajari untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Keterampilan komunikasi yang lebih baik akan membuat para ketua RT dapat melayani warga dengan lebih efektif,” ujarnya.

Selain Walikota Eva Dwiana, pembukaan pelatihan juga dihadiri oleh Asisten I Sukarma Wijaya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eka Afriana, Forkopimda, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandar Lampung.

Mereka memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan dan rukun tetangga ini.

Pemerintah Kota Bandarlampung Jadikan Teluk Betung Kota Pariwisata Hijau

Bandarlampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung tengah berfokus pada pengembangan kawasan pariwisata hijau dan industri pengolahan laut di Kecamatan Telukbetung Timur dan Telukbetung Barat. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2021, kedua kecamatan tersebut akan menjadi bagian dari perencanaan wilayah pariwisata hijau dan pengolahan industri laut untuk periode 2021-2041.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa Telukbetung Timur dan Telukbetung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.882,99 hektar, yang sangat mendukung untuk perencanaan tersebut. Dua kecamatan ini, katanya, memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi dengan fungsi tambahan sebagai destinasi wisata alam dan bahari. Selain itu, kawasan ini juga direncanakan sebagai pusat pengolahan industri hasil laut dan fasilitas pengolahan sampah terpadu serta pelabuhan perikanan.

Dalam sambutannya pada acara Konsultasi Publik I Penyusunan Materi dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) RDTR Wilayah Perencanaan (WP) I Kota Bandar Lampung di Swiss Bell Hotel, Eva Dwiana menegaskan bahwa perencanaan ini merupakan langkah strategis untuk memajukan kota dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pengembangan ekonomi berbasis laut.

Sufrijadi, Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN), mengungkapkan bahwa konsultasi publik ini adalah salah satu tahapan penting dalam penyusunan RDTR. RDTR sendiri merupakan amanah dari Undang-undang Cipta Kerja yang berfungsi sebagai instrumen untuk investasi dan pengendalian pembangunan. Dalam proses penyusunan RDTR, Kota Bandar Lampung mendapat dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN, yang juga memberikan bantuan kepada berbagai kabupaten dan kota lain di Indonesia, seperti Kabupaten Magelang, Tegal, Seluma, dan Indra Giri Hulu.

Sufrijadi menambahkan bahwa konsultasi publik ini juga memberikan kesempatan bagi seluruh stakeholder untuk memberikan masukan dan kritik terhadap hasil kajian analisis yang telah dilakukan. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan masyarakat tanpa menambah kesulitan, dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Pemerintah Kota Bandarlampung Kembali Menjadi Kawasan Pariwisata Hijau

Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan rencana detail tata ruang (RDTR) wilayah perencanaan (WP) IV menjadi kawasan pariwisata hijau. Wilayah yang termasuk dalam rencana ini adalah Kecamatan Teluk Betung Barat dan Teluk Betung Timur, yang saat ini tengah dalam tahap konsultasi publik.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menjelaskan, konsep pariwisata hijau bertujuan menjadikan WP IV sebagai kawasan konservasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Konsep ini mencakup pengembangan kawasan perkotaan yang berbasis pariwisata pegunungan dan bahari. “Kawasan ini dirancang untuk berkembang secara inovatif dan kreatif, dengan tetap berwawasan lingkungan serta memaksimalkan potensi dan peluang yang ada,” ujar Eva, Kamis.

Terdapat dua alternatif penataan ruang yang ditawarkan dalam pengembangan ini. Alternatif pertama, WP IV dirancang menjadi kawasan yang tangguh terhadap bencana melalui pengembangan konservasi, wisata bahari, wisata alam, dan industri pengolahan hasil laut yang berdaya saing.

Alternatif kedua adalah mengembangkan kawasan perkotaan berbasis pariwisata dan industri pengolahan hasil laut, sambil tetap mempertahankan kawasan konservasi dengan dukungan infrastruktur perkotaan yang memadai.

Di samping itu, Pemkot Bandarlampung berencana membangun perumahan khusus untuk pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Teluk Betung Barat dengan luas lahan sekitar 5-6 hektare.

“Pembangunan ini juga akan memperkuat infrastruktur pendukung kawasan WP IV,” tambah Eva.

Eva berharap, setelah RDTR WP IV ini disepakati, investasi di Bandarlampung dapat lebih mudah masuk.

“Jika tata ruang sudah tertata dengan baik, investor dapat membangun sesuai rencana, sehingga akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Kota Tapis Berseri,” tegasnya.

Dengan pengembangan ini, Bandarlampung diharapkan mampu menjadi kota yang ramah lingkungan dan menarik bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Buka Pelatihan Publik Speaking Kepada Seluruh Elemen Kemasyarakatan

BANDAR LAMPUNG — Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana buka pelatihan publik speaking kepada seluruh elemen…

Pembangunan JPO Siger Milenial Oleh Pemerintah Kota Bandarlampung Masuk Tahap Finishing

Bandarlampung – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial di Kota Bandar Lampung telah mencapai tahap finishing pada Selasa, 10 September 2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengungkapkan bahwa progres pembangunan JPO tersebut kini telah mencapai 80%, dengan pemasangan lantai granit yang sedang berlangsung. Selain itu, tim pembangunan juga telah melakukan uji coba lampu penerangan di jembatan yang menunjukkan hasil lancar.

Dedi menambahkan bahwa pengecatan tangga jembatan juga tengah diselesaikan. Jika tidak ada kendala, JPO Siger Milenial ini akan segera dioperasikan.

Harapannya, jembatan ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Bandar Lampung, sesuai dengan visi Wali Kota Eva Dwiana yang ingin menjadikan tempat ini sebagai ikon baru Kota Tapis Berseri.

Ketika ditanya terkait kemungkinan penempatan UMKM di sekitar area JPO, Dedi menyebutkan bahwa pembahasan mengenai hal tersebut masih perlu dilakukan lebih lanjut dengan Wali Kota Bandar Lampung.

“Itu masih harus dikoordinasikan dengan semua pihak, tentunya sesuai arahan Ibu Wali Kota,” tutupnya.

JPO Siger Milenial diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyeberangan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dengan menarik wisatawan dan menciptakan peluang usaha.

Dengan menyelesaikan tahap finishing, pihak terkait berharap agar JPO ini bisa segera dioperasikan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Anggota DPRD Asroni Dukung Pemkot Bandar Lampung Audit Koperasi Betik Gawi

Bandar Lampung – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan audit Koperasi Betik Gawi yang menunggak pembayaran ratusan pensiunan guru SD.

“Kita mendukung Pemkot Bandar Lampung melakukan audit, kita ingin tahu lari uangnya ke mana,” kata Asroni Paslah yang dilansir dari RMOLLampung, Selasa (10/9).

Menurutnya, koperasi dibentuk untuk mensejahterakan anggotanya, namun koperasi ini malah membuat anggotanya terkatung-katung saat ingin mengambil dana tabungannya sendiri yang dipotong Rp100 ribu per bulan.

“Jika ditemukan oknum yang menyalahgunakan dana koperasi tersebut maka harus ditindak tegas secara hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asroni Paslah juga meminta alat penegak hukum (APH) untuk menindak permasalahan menunggaknya pembayaran tabungan Koperasi Betik Gawi telah berlangsung beberapa tahun lalu.

“Kalau tidak ada tindak lanjut dari APH, saya dukung mereka untuk melapor ke pusat,” tutur Ketua Gerindra Bandar Lampung itu.

Sebelumnya, puluhan pensiunan guru di Kota Bandar Lampung melakukan aksi di Depan Gedung Pemerintahan Kota (Pemkot) setempat, Senin (9/9).

Mereka meminta Pemkot Bandar Lampung untuk membantu mengembalikan hak tabungan yang tersimpan di Koperasi Betik Gawi yang nilainya hingga Rp100 miliar.

Salah satu massa aksi, Martiana Sundari mengaku setiap bulannya, Koperasi Betik Gawi melakukan pemotongan sebesar Rp100 ribu. Namun ketika mereka pensiun, hak tabungan yang mereka minta tidak diberikan.

“Data kami ada 275 guru yang mengambil uang pensiun tapi tidak ada. Kami ke sini ingin menyampaikan unek-unek supaya hak kami dikeluarkan,” kata Martiana Sundari.

Menurutnya, para guru SD dan SMP tergabung dalam Koperasi Betik Gawi sejak 2018 lalu. Namun sejak 2020 tabungan pensiun itu mulai tersendat-sendat.

“Harapannya hak kami diberikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, jika Pemkot Bandar Lampung tidak memenuhi permintaannya, maka ia akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri.

“Kita tunggu saja, tadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah akan membantu,” tutupnya.*

Pemerintah Kota Bandarlampung Raih Empat Penghargaan Dalam APPI 2024

Bandarlampung – Kota Bandarlampung berhasil meraih empat penghargaan pada ajang Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta pada Senin (9/9).

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. “Kami bersyukur atas raihan empat penghargaan APPI, dengan tema destinasi wisata, kuliner, seni budaya, dan event daerah,” katanya saat ditemui di Bandarlampung, Selasa.

Menurut Eva, penghargaan ini merupakan tambahan prestasi bagi Kota Bandarlampung. Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi, khususnya Dinas Pariwisata, yang dinilai telah bekerja keras membangun ekosistem wisata di kota tersebut. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus mencetak prestasi di berbagai bidang lainnya,” tambahnya.

Adiansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, menjelaskan detail pencapaian penghargaan ini. Dalam kategori video destinasi wisata, Kota Bandarlampung meraih peringkat ketiga, tema kuliner peringkat kelima, seni budaya peringkat ketujuh, dan event daerah peringkat kesepuluh.

Ia mengungkapkan, untuk tema destinasi wisata, video yang ditampilkan memuat lokasi-lokasi unggulan seperti Lembah Hijau, Puncak Mas, Bukit Aslan, dan Pantai Tiska. Pada kategori kuliner, Seruit Lampung menjadi andalan. Sementara itu, video kebudayaan khas Bandarlampung dan karnaval daerah menjadi unggulan dalam tema seni budaya serta event daerah.

“Kami berharap penghargaan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengunjungi Bandarlampung,” ujar Adiansyah. Ia juga menambahkan, akomodasi yang tersedia di Bandarlampung saat ini sudah cukup representatif untuk mendukung kunjungan wisata.

Namun, ia mengingatkan pentingnya pembenahan fasilitas oleh para pengelola wisata. “Kami juga meminta peningkatan kebersihan serta keramahan di lokasi wisata, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung,” pungkasnya.

Kejuaraan Futsal Wali Kota Cup 2024 resmi dibuka oleh Wali Kota Bandar Lampung

Bandarlampung – Kejuaraan Futsal Wali Kota Cup 2024 resmi dibuka oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada Senin, 9 September 2024, di UIN Raden Intan Lampung. Dalam sambutannya, Eva Dwiana menekankan pentingnya mengembangkan minat olahraga di kalangan pelajar, khususnya futsal, untuk menghindarkan mereka dari perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

“Para pelajar sekarang harus menghadapi banyak ancaman, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, geng motor, dan tindak kriminal lainnya. Semua itu harus kita hindari dan menjadi hal yang ‘tabu’ bagi para pelajar,” ujar Eva saat membuka kejuaraan. Ia menegaskan, dengan menyediakan kegiatan positif di lingkungan sekolah, peran pendidikan dapat meminimalisir risiko-risiko tersebut.

Menurut Wali Kota, pelajar diharapkan lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan di sekolah sebagai salah satu langkah pencegahan. Ia menyatakan bahwa penting untuk menciptakan sarana yang bisa menyalurkan hobi dan bakat mereka secara konstruktif dan kreatif, agar dapat mengurangi perilaku negatif yang tak diinginkan. Salah satunya adalah olahraga futsal, yang menjadi pilihan tepat untuk menggali potensi remaja.

Kejuaraan Futsal Wali Kota Cup 2024 ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar, baik di tingkat sekolah maupun universitas, di seluruh Provinsi Lampung dan antar daerah. Futsal dinilai sebagai olahraga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter melalui sportivitas dan nilai-nilai fair play.

“Futsal merupakan ajang untuk para atlet muda mengasah kemampuan bertanding mereka, meningkatkan sportivitas, serta menumbuhkan nilai fair play yang sangat penting dalam dunia olahraga,” tutup Eva Dwiana, berharap kejuaraan ini dapat memotivasi pelajar untuk lebih serius dalam berolahraga dan berprestasi.

Eva Dwiana Resmikan Aula Baru Universitas Muhammadiyah Lampung

Bandarlampung – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, meresmikan Aula Hj. Siti Walidah di Kampus II Universitas Muhammadiyah Lampung pada Jumat (06/09/2024) yang lalu.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Asisten 1 dan 3 Pemerintah Kota Bandar Lampung, Camat Sukarame, Lurah Sukarame Baru, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, Dr. Mardiana, MPd.i, beserta jajaran pimpinan lainnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, Dr. Mardiana, dalam sambutannya, menyampaikan kebahagiaannya atas peresmian aula tersebut yang menjadi bagian dari kemajuan kampus.

Ia menjelaskan bahwa Kampus II ini baru saja diresmikan pada akhir Mei 2024 dan kini sudah mulai operasional. Kampus II ini juga mencakup gedung rektorat dan beberapa kelas, sementara Kampus I masih terus beroperasi dengan 13 program studi yang ada, serta tambahan empat program studi baru yang direncanakan.

“Universitas Muhammadiyah Lampung diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar untuk pengembangan Kota Bandar Lampung dan Lampung secara umum,” ungkap Dr. Mardiana.

Ia juga menyampaikan bahwa universitas ini, yang bernaung di bawah Muhammadiyah, memiliki 178 perguruan tinggi di bawah naungannya dan terus berkomitmen untuk membangun kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada Walikota Bandar Lampung yang telah memberikan bantuan sebesar satu miliar rupiah untuk pembangunan Kampus II.
Bantuan tersebut sangat berarti dalam pengembangan fasilitas kampus dan mendukung keberlanjutan program pendidikan.

Walikota Eva Dwiana, dalam sambutannya, mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Universitas Muhammadiyah Lampung, serta menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan di kota tersebut.

“Kami dari pemerintah kota Bandar Lampung akan memberikan bantuan satu miliar rupiah lagi untuk pembangunan asrama mahasiswa di Kampus II. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi mahasiswa yang datang tidak hanya dari Bandar Lampung, tetapi dari seluruh Indonesia,” ujar Eva Dwiana.

Harapan besar pun disampaikan oleh Walikota untuk memastikan bahwa fasilitas yang ada di Kampus II dapat menampung mahasiswa dari berbagai daerah, dan menjadikan Bandar Lampung sebagai pusat pendidikan yang semakin maju.

Seorang Pemuda Diduga ODGJ Ini Menjadi Momok Menakutkan Bagi Warga Kelurahan Sukarame 2

BANDAR LAMPUNG – Beberapa hari terakhir ini, warga Lingkungan I dan II, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung diresahkan dengan adanya seorang pemuda yang diduga ODGJ [Orang Dengan Gangguan Jiwa] menenteng [membawa] 2 kantong plastik besar berisi barang-barang bekas yang masyarakat pun tidak mengetahui darimana asal-usul pemuda tersebut. Jumat [6/8/24].

Keberadaan pemuda yang mengenakan kopiah [peci] putih dan dress koko krem diduga ODGJ tersebut terlihat sesekali berteriak-teriak dan menjadi bulan-bulanan candaan anak-anak sekitar, tentu ada kekhawatiran bagi warga jika si pemuda yang terlihat sering bertingkah aneh itu mengeluarkan amarahnya.

Salah satu warga yang merasa takut terhadap gelagat pemuda tersebut, SA [27] mengatakan ia sangat ketakutan ketika si pemuda memaksa masuk kedalam rumahnya.

“Entah orang itu darimana, tiba-tiba datang dan dia [ODGJ] minta sesuatu trus maksa untuk masuk ke dalam rumah. Walau sudah saya kunci, tapi dia tetep memaksa masuk, dan duduk di teras depan, ya saya jadi takut!,” tuturnya.

Warga lainnya SE [52] berharap kepada instansi terkait, dalam hal ini Dinas Sosial Kota Bandar Lampung dapat mengatasi dan mengevakuasi pemuda yang mengaku dari kampung Kebon Sawo tersebut dari bullying anak-anak, serta dirawat dan ditempatkan ditempat yang layak. [Je]

Wali Kota Bandarlampung Sampaikan Perang UMKM Sangat Penting Di Bandarlampung

Bandarlampung – Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mendukung perekonomian di kota ini.

Menurut Eva, UMKM berkontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja sehingga mampu menurunkan angka pengangguran.

“Peranan UMKM ini sangat penting dalam kegiatan ekonomi di Bandarlampung, karena mampu menyerap tenaga kerja sehingga angka pengangguran berkurang di kota ini,” ujar Eva Dwiana pada Jumat (5/9) di Bandarlampung.

Sebagai upaya mendukung keberlanjutan UMKM, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terus berkomitmen memberikan perhatian khusus agar pelaku usaha kecil dapat mandiri dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Eva berharap produk-produk UMKM di Bandarlampung dapat bersaing tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar internasional.

Pemerintah Kota juga telah meluncurkan sejumlah program untuk memberdayakan UMKM. Di antaranya, fasilitas pinjaman modal tanpa bunga, pelatihan khusus bagi pelaku usaha kecil, serta penyediaan lokasi usaha dan tempat pengemasan produk.

“Kami sudah ada program pinjaman modal tanpa bunga, dan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha kecil menengah. Pemkot juga menyediakan tempat kemasan dan menyediakan lokasi berjualan bagi pelaku UMKM,” kata Eva.

Sebagai apresiasi atas upaya Pemkot Bandarlampung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM, Eva Dwiana menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada puncak peringatan Hari UMKM Nasional di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/9).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan penghargaan ini. Capaian ini saya persembahkan bagi seluruh masyarakat Kota Bandarlampung, yang telah peduli kepada UMKM,” ungkap Eva.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia bagi individu yang memberikan darma bakti besar kepada negara dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bandarlampung Berikan Rp. 1,2 Miliar Untuk Rumah Ibadah

Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menunjukkan perhatian besar terhadap kerukunan umat beragama dengan memberikan bantuan senilai Rp1,2 miliar kepada 22 rumah ibadah di kota tersebut.

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup masjid, mushola, gereja, dan vihara yang telah terdata sebelumnya, terutama saat kunjungan wisata rohani pada Bulan Ramadhan.

“Bantuan ini adalah wujud perhatian kami kepada semua agama di kota ini,” ujar Eva Dwiana di Bandarlampung, Kamis. Ia menegaskan bahwa sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandarlampung memiliki tanggung jawab untuk mengayomi seluruh keberagaman suku dan agama warganya. Salah satu upaya menjaga harmoni itu diwujudkan dengan mendukung rumah-rumah ibadah demi meningkatkan kerukunan umat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh pengurus rumah ibadah untuk kepentingan umat. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung kebutuhan fisik rumah ibadah, tetapi juga menguatkan rasa toleransi antarumat beragama. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi gesekan-gesekan antarumat di kota ini,” kata dia.

Eva juga mengajak masyarakat untuk membuktikan bahwa Bandarlampung, sebagai pusat provinsi, mampu menjadi contoh toleransi yang kuat. Kerukunan antarumat beragama, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana harmonis di tengah keberagaman kota ini.

Dengan semangat ini, Pemkot Bandarlampung berharap kerukunan umat terus terjaga dan tercipta hubungan yang saling menghormati di antara komunitas agama. Eva menambahkan, “Mari kita tunjukkan bahwa toleransi di kota ini berjalan dengan baik dan kerukunan agama dapat menjadi kebanggaan kita bersama.”