Taufik juga menyoroti peran dari dinas sosial yang dipandang belum maksimal melindungi dan memberikan pendampingan terhadap ODGJ. Untuk itu, dirinya berharap korban ODGJ dalam kasus yang terjadi di Tugu Durian, harus memperoleh pendampingan, perawatan dan pemulihan secara psikologis. Pemprov dan Pemkot diminta memastikan pemulihan korban terwujud.
Taufik juga mempertanyakan belum adanya informasi bahwa pelaku pemerkosaan tersebut ditangkap dan diproses hukum.
“Para pelaku harus diusut jangan sampai masih berkeliaran karena mereka telah melakukan kejahatan” ujar Taufik.
Terakhir, Taufik meminta kelompok masyarakat terutama yang bergerak dalam bidang advokasi dan pendampingan, memberikan perhatian terhadap para ODGJ yang terlantar di jalan, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak di luar sana yang mengalami hal yang sama. | red
Lihat Juga:
-
BPS Catat Impor Logam Mulia dari Australia Melonjak 634,30% pada Januari 2026, Emas Picu Inflasi 8,42%
-
Kesepakatan Tarif RI–AS 2026: Pemerintah Tegaskan Impor Pakaian Bekas Bukan untuk Thrifting, Hanya Berupa Bahan Baku Industri
-
Kesepakatan Dagang RI–AS: Pajak Digital Tak Boleh Diskriminatif, Google hingga Netflix Tetap Kena PPN
-
Harga Komoditas Bergerak Variatif, Minyak dan Nikel Turun, Batu Bara Menguat
-
BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil Januari 2026, Geser Honda dan Suzuki
- BPS Catat Impor Logam Mulia dari Australia Melonjak 634,30% pada Januari 2026, Emas Picu Inflasi 8,42%
- Kesepakatan Tarif RI–AS 2026: Pemerintah Tegaskan Impor Pakaian Bekas Bukan untuk Thrifting, Hanya Berupa Bahan Baku Industri
- Kesepakatan Dagang RI–AS: Pajak Digital Tak Boleh Diskriminatif, Google hingga Netflix Tetap Kena PPN
- Harga Komoditas Bergerak Variatif, Minyak dan Nikel Turun, Batu Bara Menguat
- BYD Tembus Lima Besar Penjualan Mobil Januari 2026, Geser Honda dan Suzuki