Lompat ke konten
Selamat Membaca DPR Dukung Pengiriman Pasukan TNI ke Lebanon, Keselamatan Prajurit Jadi Prioritas Utama

DPR Dukung Pengiriman Pasukan TNI ke Lebanon, Keselamatan Prajurit Jadi Prioritas Utama

Komisi I DPR RI mendukung keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan pengiriman pasukan TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk nyata komitmen bangsa dalam menjaga stabilitas dan keamanan internasional.

Menurut Dave, keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB tidak hanya mencerminkan tanggung jawab internasional, tetapi juga memperkuat diplomasi aktif Indonesia di mata dunia.

“Komisi I DPR RI memandang keputusan Pemerintah untuk melanjutkan pengiriman prajurit TNI ke Lebanon sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Kendaraan UNIFIL berpatroli di pintu masuk desa perbatasan selatan Lebanon, Sarada, pada 24 Februari 2026. Foto: Rabih DAHER / AFP
Kendaraan UNIFIL berpatroli di pintu masuk desa perbatasan selatan Lebanon, Sarada, pada 24 Februari 2026. Foto: AFP

Meski demikian, Dave menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit TNI harus menjadi perhatian utama pemerintah, khususnya di tengah situasi keamanan kawasan yang dinamis dan penuh risiko.

Komisi I DPR mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan seluruh personel mendapatkan dukungan logistik, perlengkapan, serta koordinasi maksimal dengan pasukan PBB dan mitra internasional selama menjalankan misi di Lebanon.

Selain itu, evaluasi berkala terhadap perkembangan situasi di lapangan dinilai penting agar kebijakan yang diambil tetap relevan dan mampu menjamin keamanan personel TNI yang bertugas.

Dave juga meminta seluruh prajurit menjaga profesionalisme, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan selama menjalankan mandat perdamaian internasional.

“Misi perdamaian ini perlu dijalankan dengan profesionalisme tinggi, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membawa nama baik bangsa,” tegasnya.

Komisi I DPR RI turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI yang akan bertugas di Lebanon dan berharap kontribusi Indonesia dapat semakin memperkuat diplomasi serta peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan Indonesia tetap memenuhi komitmen pengiriman pasukan perdamaian untuk misi UNIFIL meski sempat terjadi insiden yang menewaskan personel TNI di Lebanon.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Senin (11/5/2026) telah melepas keberangkatan 780 prajurit TNI yang akan melakukan rotasi pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *