Pemerintah Rusia resmi memblokir layanan pesan instan WhatsApp milik Meta. Kremlin menyatakan kebijakan tersebut diambil karena perusahaan dinilai tidak mematuhi regulasi yang berlaku di negara itu.
Menurut pemerintah Rusia, platform asal Amerika Serikat tersebut gagal membagikan informasi kepada aparat penegak hukum terkait sejumlah kasus, termasuk penipuan dan terorisme.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan keputusan pemblokiran diambil setelah Meta dinilai tidak menunjukkan kepatuhan terhadap hukum Rusia. Hal itu disampaikannya dalam laporan yang dikutip Reuters.

Pemerintah Rusia kemudian menyarankan masyarakat beralih ke aplikasi pesan instan alternatif bernama MAX, yang disebut sebagai platform nasional dan mudah diakses. Namun, aplikasi tersebut juga menuai kritik karena dituding berpotensi menjadi alat pengawasan pemerintah.
Pemblokiran WhatsApp disebut sebagai puncak tekanan yang telah berlangsung sekitar enam bulan terakhir. Rusia dinilai tengah berupaya membangun infrastruktur komunikasi yang lebih “berdaulat,” dengan mewajibkan perusahaan teknologi asing mematuhi aturan domestik atau menghadapi pelarangan.
Pada Maret 2022, pengadilan Rusia telah menetapkan Meta sebagai organisasi ekstremis. Sejak itu, berbagai domain terkait WhatsApp mulai menghilang dari daftar nasional, dan layanan tersebut hanya bisa diakses melalui jaringan pribadi virtual (VPN).
Tidak hanya WhatsApp, Rusia juga telah membatasi atau memblokir sejumlah platform lain seperti Snapchat, Facebook, Instagram, dan YouTube.
Langkah pembatasan pertama dilakukan pada Agustus oleh Roskomnadzor, badan pengawas media dan telekomunikasi Rusia. Sejak saat itu, pengguna mengalami kesulitan melakukan panggilan melalui aplikasi tersebut.
Pada Desember, pemerintah menyatakan akan mengambil langkah bertahap untuk membatasi WhatsApp, yang dituduh melanggar hukum serta digunakan untuk aktivitas kriminal, termasuk perekrutan teroris dan penipuan.
Selain itu, pengadilan Rusia juga beberapa kali menjatuhkan denda kepada WhatsApp karena dianggap gagal menghapus konten ilegal. Hingga kini, Meta juga tidak memiliki kantor perwakilan resmi di Rusia selama mengoperasikan layanan tersebut.
Laporan Reuters menyebutkan, sejak pembatasan diberlakukan, banyak warga Rusia hanya dapat menggunakan WhatsApp melalui VPN.

