Keputusan itu muncul setelah polemik penilaian juri pada babak final yang digelar 9 Mei 2026 lalu menjadi viral di media sosial. Saat itu, jawaban dari tim SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah dan dikurangi 5 poin oleh juri. Namun, jawaban serupa yang diberikan tim SMAN 1 Sambas justru dianggap benar dan mendapat tambahan 10 poin.
Belakangan, pihak MPR RI mengakui adanya gangguan teknis pada sistem pengeras suara yang menyebabkan jawaban tim SMAN 1 Pontianak tidak terdengar jelas oleh dewan juri.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, sebelumnya memastikan final LCC tingkat Kalimantan Barat akan diulang demi menjaga objektivitas dan kredibilitas perlombaan.
