METRO | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Metro menggelar rapat koordinasi pengurus bersama seluruh Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungannya, di Sekretariat KONI Metro, Sabtu (31/1/2026).
Pertemuan fokus pada evaluasi penggunaan dana pembinaan tahun 2025 serta pemantapan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Dikatakan Ketua Umum KONI Metro, H. Ampian Bustami, menekankan pentingnya akuntabilitas bagi setiap cabor dalam mengelola dana pembinaan yang telah dikucurkan sepanjang tahun 2025.
Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet.
“Kita ingin memastikan serapan anggaran tahun lalu tepat sasaran. Ini menjadi rapor bagi setiap cabor untuk menentukan langkah kita di tahun anggaran berikutnya,” ucap Ampian.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan juga mengenai rencana Pagu Anggaran KONI Metro tahun 2026.
Mengingat tahun depan merupakan tahun kompetisi besar, anggaran akan diprioritaskan untuk mendukung penuh persiapan dan keberangkatan kontingen Kota Metro menuju Porprov 2026.
Ampian menjelaskan bahwa alokasi anggaran akan dibagi menjadi dua fokus utama:
– Dana Pembinaan Rutin: Untuk operasional dan latihan harian cabor.
– Anggaran Khusus Porprov: Meliputi pemusatan latihan kota (Pelatkot), perlengkapan tanding, hingga bonus prestasi.
Menutup arahannya, ketua koni meminta seluruh pengurus cabor untuk segera tancap gas. Ia menegaskan bahwa Porprov 2026 bukan sekadar partisipasi, melainkan ajang pembuktian harga diri olahraga Kota Metro.
“Saya minta seluruh cabor sudah mulai melakukan pemetaan atlet potensial dari sekarang. Kita harus siap tempur. Target kita jelas, membawa pulang medali sebanyak mungkin dan mengharumkan nama Bumi Sai Wawai di tingkat provinsi,” tegas Ampian.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Metro dan perwakilan dari seluruh cabang olahraga yang berkomitmen penuh untuk menyukseskan agenda olahraga tahun 2026 mendatang.| (Arif).