[espro-slider id=18999]
[su_animate type=”slideInRight” duration=”2″ delay=”1″][highlight style=”red”]LAMPUNG7NEWS[/highlight][/su_animate]
GEDONG TATAAN | Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Bansat Pol PP) diminta terus meningkatkan profesionalisme dan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan terus senantiasa mendekatkan diri kepada masyarakat. Serta membangun jejaring dan komunikasi dengan anggota Pol. PP di seluruh Indonesia, Khususnya di Kabupaten Pesawaran.
Hal tersebut di ungkapkan Wakil Bupati Pesawaran Eriawan SH, saat membacakan sambutan Mendagri Tjahjo Kumolo pada peringatan HUT Pol. PP yang Ke-66.
“Selain itu, Pol. PP juga harus menjaga kedisiplinan diri dan ketegasan dalam bertindak agar kewibawaan Pol. PP dapat terjaga,” kata Eriawan.
Menurut Eriawan, peran Sat. Pol. PP semakin strategis dengan dimasukkannya urusan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat dalam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar daiam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Hal tersebut membawa konsekuensi tersendiri bagi organlsasi Sat. Pol. PP.
“Pola sikap dan perilaku serta kualitas SDM harus benar-benar diperhatikan sehingga mampu menjalankan tugas, kewajiban, serta kewenangannya, yang secara tegas telah tertuang dalam Peraturan Perundang-undangan. Selain itu sarana prasarana yang memadai juga harus disediakan. Dengan demikian kehadiran Sat. Pol. PP dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar dapat dirasakan di seluruh lapisan,” jelasnya.
Lebih lanjut Eriawan mengatakan, keberadaan Sat. Pol. PP merupakan salah satu potensi sumber daya aparatur yang sangat penting dalam pemerintahan daerah. Dimana pada era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi serta dapat membandingkan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah. Apabiia layanan yang diberikan tidak maksimal, maka secara real time dapat terpublikasi melalui komunikasi sosial online.
“Perlu saya tekankan bahwa Sat. Pol. PP rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik karena kinerjanya yang harus berhubungan langsung dengan masyarakat, dan tidak akan mungkin wibawa pemerintahan akan tetap terbangun apabila aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten,” ungkapnya.
Lebih jauh Eriawan mengatakan, untuk dapat memenuhi harapan masyarakat, maka perlu adanya pola sikap dan pola tindak yang harus dimiliki oleh Pol PP. Setidaknya para Polisi Pamong Praja harus memiliki unsur-unsur sebagaimana tema Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat tahun ini, yakni memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas.
“Humanis diperlukan karena objek pelayanan Polisi Pamong Praja adalah masyarakat yang sehingga sentuhan manusia sangat dibutuhkan. Salam, Sapa, dan Senyum atau “3S” diperlukan untuk menunjukan bahwa polisi pamong praja adalah pribadi-pribadi yang ramah, yang mampu memberikan ketulusan pelayanan melalui konsep “3S” tersebut. Berdedikasi merupakan hal yang general dan lazim diketahui, namun seringkali kita sering mengabaikan dalam mengaplikasikannya,” pungkasnya.
| Ed. Je | Hendri L7news.
[su_posts posts_per_page=”4″ tax_term=”249,14″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”rand”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts][/su_posts]