Lompat ke konten
Selamat Membaca Tragis! Misteri Mayat di Pantai Kota Agung Timur Terungkap, Petani BNS Hilang Saat Memancing Ditemukan Tak Bernyawa

Tragis! Misteri Mayat di Pantai Kota Agung Timur Terungkap, Petani BNS Hilang Saat Memancing Ditemukan Tak Bernyawa

Tanggamus – Misteri penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di pesisir Pantai Muara Hati, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, akhirnya terkuak. Korban dipastikan adalah Sugiyo (60), seorang petani asal Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing.

Jasad korban ditemukan sejauh kurang lebih 34 kilometer dari titik awal diduga terseret arus banjir. Penemuan tersebut sontak mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan aparat dan warga selama dua hari terakhir.Tragis! Misteri Mayat di Pantai Kota Agung Timur Terungkap, Petani BNS Hilang Saat Memancing Ditemukan Tak Bernyawa

Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus, Tjasudin, mengungkapkan bahwa identitas korban dikenali dari ciri-ciri fisik serta pakaian yang masih melekat di tubuhnya, termasuk kaos berwarna biru tua dan sarung golok yang dikenakan di pinggang.

ā€œDari pakaian dan sarung golok yang masih dikenakan, pihak keluarga meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Sugiyo, warga Simpang Bayur yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing,ā€ ujarnya mewakili Kapolres Tanggamus, Rahmad Sujatmiko.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Bayur.

Peristiwa ini bermula pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, Sugiyo berpamitan kepada anaknya untuk pergi memancing. Meski sempat dilarang karena kondisi cuaca yang mendung, korban tetap berangkat.

Tragis! Misteri Mayat di Pantai Kota Agung Timur Terungkap, Petani BNS Hilang Saat Memancing Ditemukan Tak Bernyawa

Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung pulang. Di saat yang sama, debit air Sungai Way Semuong diketahui meningkat dan meluap, memicu kekhawatiran keluarga.

Laporan kehilangan pun segera disampaikan ke Polsek Wonosobo pada Selasa (14/4/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bersama tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Brimobda Lampung, dan warga langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Kamis pagi (16/4/2026) sekitar pukul 08.07 WIB. Tiga warga yang tengah memancing di pesisir Pantai Muara Hati menemukan sesosok tubuh mengapung di laut.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung untuk dilakukan pemeriksaan visum sebelum akhirnya dipastikan sebagai korban yang dilaporkan hilang.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan debit air sungai yang meningkat, terutama saat beraktivitas di sekitar perairan. (Khoiri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *