Kades Tanjung Agung Di Duga Tidak Melibatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan DD Tahun 2016
[su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
TELUK PANDAN | Sejumlah warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan mengeluhkan tidak adanya transparansi dari kepala desa setempat tentang realisasi penggunaan dana desa tahap pertama 2016 serta kurang memberdayakan masyarakat setempat.
“Intinya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan kepala desa kami. Karena sama sekali tidak melibatkan unsur aparatur desa, dan unsur BPD,” ujar Kaur Pembangunan Desa Tanjung Agung, Ahmad Idris kemarin.
Dikatakan, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, pihak desa beserta BPD dan perwakilan masyarakat sempat menggelar rapat pertemuan guna membahas tentang realisasi penggunaan dana desa tahap pertama tahun 2016.
“Kita pernah rapat bersama, untuk meminta laporan realisasi untuk kesinkronan data pengunaan dana desa. Yang pasti hasil rapat pada 25 Agustus lalu, dead lock. Bagaimana mau sinkron, kalau rincian penggunaan dananya tidak ada,” terangnya.
Dana desa lanjutnya untuk Desa Tanjung Agung tersebut mencapai sekitar Rp 700 juta. Dimana, 60 persen atau tahap pertama dari dana desa tersebut atau sekitar Rp 440 juta sudah berjalan, baik dibidang pembangunan dan bidang lainnya.
“Memang pembangunan fisiknya ada, tapi belum sesuai. Paling tidak kami dan masyarakat mengetahui 60 persen tahap pertama sudah ada laporan realisasinya untuk menyongsong pencairan tahap dua. Ini kan masih remang-remang laporan realisasinya. Saya tidak tahu apakah sudah diserahkan ke BPMPD kabupaten laporan realisasinya, karena kurangnya transparansi. Masyarakatnya sudah awam, jangan dibodoh-bodohin. Masyarakat inginnya terbuka,” ujarnya.
Senada disampaikan anggota BPD setempat, bahwa satu waktu ada musrenbang di tingkat kecamatan. Dimana dalam undangan tersebut, selain kepala desa, juga harus menyertakan sekretaris desa, kaur pembangun, ketua LPM, anggota BPD dan tokoh masyarakat.
“Gimana ceritanya ketika kami tanya kaur pembangunan, kok gak menerima dan memenuhi undangan rapat tersebut. Intinya kita ingin adanya transparansi dan semua pihak dilibatkan,” singkat anggota BPD Desa Tanjung Agung Muchlis Efendi.
Kepala Desa Tanjung Agung ketika dikonfirmasi mengatakan, mengaku sudah berupaya mengajak dan melibatkan perangkat desa. Namun, yang bersangkutan selalu menjauh dan tidak mau.
[su_qrcode data=”Ikuti berita gratis selengkapnya di Channel/Saluran BBM Lampung7news dan scan barcode ini.” title=”C00269663″ align=”center”]
[su_button]Berita lainnya[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”12″ tax_term=”14″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]
