Rawat 3 Hari Bayar 5 Hari, Warga Adukan Pelayanan RSI Ke Komisi II DPRD
[su_animate][su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
Metro | Sungguh ironis, Roni (30) warga Jalan G. Lawu, RT. 34, RW. 09, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, akhirnya mendatangi Kantor DPRD Kota Metro guna mengadukan kejadian yang menimpa keluarga dan dirinya, terkait pelayanan Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Metro, selasa (1/11/2016).
Diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Tondi Nasution dan Anggota Alizar, di ruang tamu Komisi II DPRD setempat.
Terlalu!!! RSI Metro, Jebak Pasien Miskin Dengan Obat Mahal
Parah !!! Ada Lagi Korban, Dua Warga Mengadukan Pelayanan RSI Ke DPRD Kota Metro
Dalam penyampaiannya, Roni menceritakan kejadian tersebut pada bulan Februari 2016 lalu, dimana saat itu yang sakit adalah adiknya (Yanti 15). Bermula pada tanggal 24 Febuari 2016 adiknya sakit dan dibawa ke RSI, sakitnya saat itu demam dan dikatakan itu DBD, kemudian harus dirawat di RSI, dan masuk ke ruang kelas 2 secara umum, tetapi setelah di rawat 3 hari ternyata tidak ada perubahan terkait penyakit adiknya tersebut, akhirnya terpaksa di pindahkan ke RS lain.
Lebih lanjut diceritakan Roni, saat ia akan menyelesaikan administrasi pembayaran perawatan di RSI selama 3 hari tepatnya tanggal 27 Febuari, alangkah kagetnya begitu melihat biaya yang akan dibayarkan.
“Tertera dalam tagihan saya harus menyelesaikan pembayaran sebesar 6,5 juta rupiah, Saya kaget dan sempat emosi, masak dirawat 3 hari dan itupun tidak ada perubahan kesembuhan harus bayar semahal itu, dijawab bagian administrasi, emang segitu yang harus dibayarkan,” jelas Roni.
Ditambahkan Roni, ia terpaksa harus menjual motornya untuk menyelesaikan pembayaran adminstrasi RSI tersebut. Dan lebih fatalnya, Roni baru mengetahui setelah melihat kwitansi pembayaran, bahwa jumlah yang dibayarkan tidak sesuai dengan apa yang diterima saat di RSI. Di kwitansi tertulis adiknya dirawat selama 5 hari, dan itu masuk dalam tagihan, padahal adiknya hanya dirawat 3 hari, terhitung mulai tanggal 24 – 27 Febuari 2016.
“Saya baru tahu ini Pak, setelah saya lihat kwitansi saat akan mengadu kesini (DPRD) bahwa yang saya bayar sebesar 6.5 juta rupiah ini untuk 5 hari, padahal adik saya hanya dirawat 3 hari dan yang mahal obatnya yakni 3,8 juta rupiah, belum lagi pelayanannya selama di RSI, Sprei tidak pernah ganti, WC di kamar mandi mampet, berarti saya ini ditipu pak, saya berharap dewan selaku wakil kami bisa menampung keluhan kami, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ucap Roni, sambil menunjukkan kwitansi pembayaran serta bukti saat masuk dan saat keluar RSI, pada Ketua Komisi II.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II Tondi Nasution, akan menindaklanjuti pengaduan tersebut dan akan memanggil pihak RSI untuk dimintai keterangan dan konfirmasi seputar pelayanan kesehatan yang menimpa warga Metro.

“Saya sangat prihatin apa yang telah menimpa warga masyarakat Metro ini, saya dan teman-teman komisi II, selaku anggota legislatif akan secepatnya memanggil pihak RSI untuk konfirmasi terkait apa yang telah mereka lakukan terhadap pasiennya, masak iya seperti itu? Logikanya apa yang kita pakai fasilitas, ya, itu dong yang harusnya dibayar. Dan apabila ini benar, berarti mereka telah melakukan kesalahan standar pelayanan kesehatan terhadap warga masyarakat Kota Metro dan ini nanti akan ada tindaklanjutnya,” pungkas Tondi.
Arif | L7News
[su_button]Berita lainnya :[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”15″ tax_term=”10″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]
