Ridho: Karang Taruna Harus Mampu Jadi Kepanjangan Tangan Pemerintah
[su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
Bandar Lampung | Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekbang Budi Harto mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutannya hendaknya Karang Taruna mampu sebagai kepanjangan tangan Pemprov Lampung dalam pembangunan khususnya masalah generasi muda. Permasalahan generasi muda di Prov Lampung akhir akhir ini antara lain masalah pendidikan, kesehatan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, dsb.
[espro-slider id=23098]
Demikian sambutan tertulis Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekbang Budi Harto pada acara Temu Karya Karang Taruna pada Kamis (29/9/2016) di Balai Kratun.
Selanjutnya dalam era otonomi diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas khususnya dalam pembangunan. Gubernur mengingatkan bahwa kita telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asea (MEA) dimana banyak pekerjaan-pekerjaan yang telah diambil oleh tenaga kerja asing. Dimana sekarang ini pencari kerja harus bersertifikat.
Oleh karena itu Karang Taruna diharapkan mampu menyiapkan kualitas generasi muda dimasa depan. Demikian juga saya ingatkan
Peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) perlu ditingkatkan dan disiapkan khususnya dalam upaya penanganan terhadap bencana, demikian pungkasnya.
Sementara itu Pengurus Nasional Karang Taruna Indonesia Iwan Renaldo Syarif yang sekaligus juga sebagai PLT Ketua Karang Taruna Prov Lampung mewakili Ketua Umum Karang Taruna Indonesia Didik Mukrianto dalam sambutannya mengharapkan semoga pengurus Karang Taruna Prov Lampung terpilih dapat mengemban tugas dan fungsi Karang Taruna dalam pembinaan generasi muda di Prov Lampung.
Ketua Penyelenggara Temu Karya Karang Taruna ke VI Prov Lampung Nipolin dalam laporannya mengatakan bahwa temu karya ini mengambil tema dengan Temu Karya Karang Taruna ke VI Prov Lampung Kita Tingkatkan Peran Pemuda Dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial Berwawasan Kebangsaan. Jumlah peserta sebanyak 60 orang utusan dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Nipolin mengatakan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.
Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Sosial No. 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.
Dalam Temu Karya ini akan dibahas tentang pemilihan kepengurusan Provinsi Lampung Masa Bhakti Tahun 2016 sd. 2021, juga akan dibahas Program Kerja. Demikian Nipolin mengakhiri laporannya.
Hadir dalam Temu Karya Karang Taruna ke VI Prov Lampung disamping dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati/Walikota, Kepala SKPD Provinsi Lampung juga para tokoh Karang Taruna Lampung seperti Fauzi AT dan Sabnu Ali dan lainnya. | red
[su_button]Berita lainnya :[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”15″ tax_term=”1,364″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]