Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, mencatat capaian positif pada sektor pertanian, khususnya komoditas padi, pada awal tahun 2026.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Way Kanan melaporkan realisasi tanam dan panen padi periode Januari–Februari 2026 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Way Kanan, Falahudin, S.I.Kom., mengatakan realisasi tanam padi pada Februari 2026 mencapai 2.731 hektare atau melampaui target seluas 2.724 hektare.
“Artinya capaian tersebut sudah melebihi target yang telah ditentukan,” kata Falahudin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Selain realisasi tanam, capaian panen padi pada Februari juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dinas TPHP mencatat luas panen mencapai 3.764 hektare, angka tersebut juga melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Menurut Falahudin, capaian positif tersebut sebelumnya juga telah terjadi pada periode Januari 2026.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap tren peningkatan luas tanam dan panen dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya guna menjaga produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.
Untuk Maret 2026, Dinas TPHP menargetkan luas tanam padi mencapai 2.800 hektare. Namun demikian, sebagian petani dilaporkan memilih menunda masa tanam hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap optimistis target tersebut dapat tercapai melalui berbagai langkah pendampingan dan dorongan kepada petani.
“Kami terus mengupayakan berbagai langkah agar target tanam pada bulan Maret dapat tercapai,” ujar Falahudin.
Ia menjelaskan, target tanam dan panen tersebut merupakan bagian dari program yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka menjaga dan mempertahankan swasembada pangan tahun 2026.
Kabupaten Way Kanan sendiri dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Provinsi Lampung yang memiliki kontribusi penting terhadap pasokan beras di tingkat regional.
Pemerintah daerah berharap peningkatan produktivitas pertanian tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.

