LAMPUNG – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia periode 2025–2030 resmi dilantik di Balai Keratun, Pemerintah Provinsi Lampung, Jumat (10/4/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah, serta berbagai unsur pemerintah, organisasi pers, akademisi, dan Forkopimda.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran JMSI Lampung menghadapi era digitalisasi, termasuk tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Novriwan Dorong Penguatan Organisasi dan Inovasi Digital
Ketua JMSI Lampung, Achmad Novriwan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun media yang profesional dan adaptif.
Ia juga menyoroti tiga program digital unggulan yang digagas oleh Andri Supriyandi, yakni:
- Pengembangan aplikasi agregator news untuk memperkuat distribusi media lokal
- Pembangunan platform ojek online berbasis daerah
- Sistem single hosting media JMSI sebagai portal terintegrasi media Lampung
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem digital lokal yang berdaya saing.
Teguh Santosa: Saatnya Bangun Kemandirian Digital
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, mengapresiasi terobosan JMSI Lampung yang dinilai sejalan dengan agenda nasional organisasi.
Ia menekankan pentingnya membangun platform digital mandiri agar tidak terus bergantung pada raksasa teknologi global seperti Google.
“Negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan sudah membangun ekosistem digital mereka sendiri. Indonesia juga harus bergerak ke arah itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan insan pers untuk menghadirkan konten yang produktif, konstruktif, dan tidak memecah belah di tengah derasnya arus disinformasi global.
Pemprov Lampung: Media Harus Adaptif dan Berintegritas
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, menekankan pentingnya peran media dalam menghadapi transformasi digital, khususnya perkembangan teknologi AI.
Ia mengingatkan bahwa integritas dan verifikasi informasi harus tetap menjadi prioritas utama dalam kerja jurnalistik.
“Media harus menjadi bagian dari solusi, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat literasi publik dan mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pelantikan ini turut dihadiri berbagai tokoh dan unsur strategis, mulai dari organisasi media, pemerintah daerah, hingga lembaga vertikal seperti KPU, Bawaslu, serta pimpinan perguruan tinggi di Lampung.
Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi simbol penguatan kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi era digital yang semakin dinamis.
