BPS Pesawaran Lakukan Pendataan Sensus Ekonomi Tahun 2016

[su_animate type=”slideInRight” duration=”7″][highlight style=”red”]LAMPUNG7NEWS[/highlight][/su_animate]
Tegineneng | Pendataan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pesawaran sudah dimulai sejak 01 Mei 2016. Pendataan perdana dilakukan di kediaman Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir S.I.Kom yang dipimpin secara langsung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pesawaran, Wintarti Dyah Indriani S.E., didampingi petugas sensus.
“Setelah kita lakukan pendataan perdana di rumah Ketua DPRD Pesawaran, diketahui beliau mempunyai usaha. Tetapi tidak berada di Pesawaran, melainkan di Bandar Lampung. Nah, pendataan lebih lanjut akan dilakukan petugas sensus yang ada di Bandar Lampung,” ujar Wintarti usai pendataan.
Dikatakan, pendataan sensus ekonomi tersebut bertujuan untuk melihat kegiatan usaha di suatu daerah. Dan perlu diketahui, bahwa kegiatan sensus ekonomi tersebut bukan untuk melihat angka kemiskinan. Tetapi dimaksudkan untuk memetakan kegiatan ekonomi disuatu wilayah.
“Kita tidak memetakan hal itu (Angka Kemiskinan), melainkan memetakan kegiatan ekonomi yang ada di kabupaten ini, dan sensus ekonomi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Dijelaskan, kegiatan sensus ekonomi dilakukan kepada seluruh pelaku usaha ekonomi untuk seluruh kegiatan, kecuali sektor pertanian. Dimana, sensus yang dilakukan setiap kurun waktu 10 tahun sekali tersebut, bertujuan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan 10 tahun kedepan.
“Saya mengimbau, kepada seluruh petugas sensus untuk melakukan pendataan secara benar. Dan kepada para pelaku ekonomi dapat memberikan jawaban dan data yang jujur serta apa adanya. Apabila jawaban yang diberikan salah, maka tentu kebijakan yang diambil juga akan salah,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir S.I.Kom., berharap kepada BPS untuk dapat melakukan pendataan secara valid dan akurat guna mendukung kebijakan pemerintah kedepannya.
“Untuk itu saya berharap kepada BPS Pesawaran untuk mendata secara valid dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah daerah,” terangnya.
Ditanya upaya menurunkan angka kemiskinan di Pesawaran yang saat ini mencapai 17,5 persen dari jumlah seluruh penduduk di kabupaten setempat.
“Dengan angka yang masih cukup tinggi saya kira ini motivasi kita bersama pemerintah daerah dalam rangka mendapatkan data yang valid, untuk kemudian menentukan kebijakan untuk menurunkan angka kemiskinan di Pesawaran,” ungkapnya.
Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Pesawaran, untuk memberikan data yang benar dan apa adanya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Karena, data tersebut nantinya akan berpengaruh dalam mengambil suatu kebijakan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan data yang valid dan apa adanya. Karena data ini sangat dibutuhkan dalam rangka penentu kebijakan kita kedepan. Tidak perlu ada yang disembunyikan potensi-potensi yang ada di Pesawaran. Sehingga kedepan kita dapat mengambil kebijakan dalam rangka melakukan penggalian terhadap potensi di kabupaten kita ini,” pungkas Nasir.
| Hendri L7
| Baca Juga
Artikel | Kisah | Kesehatan | Pertambangan & Energi
Pertanian & Perikanan | Organisasi | Sosial
Handphone | Komputer | Mesin | Unik Langka
Lalu Lintas | Bola | Sport
| Berita Pilihan
[su_posts posts_per_page=”6″ tax_term=”109,14″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc” orderby=”rand”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]