Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan komitmen dan keseriusan dalam menuntaskan kasus Tuberkulosis (TBC) secara menyeluruh, mulai dari penemuan kasus hingga perbaikan kualitas hunian pasien.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Bantuan Renovasi Rumah Pasien TBC yang digelar secara virtual, Rabu (15/4/2026).
Lampung Jadi Prioritas Penanganan
Jihan menegaskan, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting, terlebih setelah kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan yang memberikan perhatian khusus terhadap penanganan TBC di Lampung.
“Kita menjadi salah satu provinsi prioritas penanganan TBC. Ini bukan untuk dibanggakan, karena artinya penemuan kasus kita masih rendah dan harus segera ditingkatkan,” tegasnya.
Capaian Masih Jauh dari Target
Meski tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Lampung telah mencapai 90 persen, namun capaian penemuan kasus dinilai masih rendah.
Data tahun 2026 mencatat, penemuan terduga TBC baru mencapai 20,5 persen atau 26.789 kasus. Sementara penemuan kasus TBC hanya 11,3 persen atau 3.498 kasus dari target 30.475 kasus.
Selain itu, investigasi kontak baru mencapai 37 persen, dan kontak serumah yang mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih sangat rendah, yakni 0,7 persen.
“Artinya masih belum ada keseriusan di beberapa daerah dalam menjalankan Rencana Aksi Daerah penanggulangan TBC. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Minta Daerah Aktif Lakukan Tracking
Jihan meminta seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat program pencegahan dan pengendalian penyakit menular, serta aktif melakukan penelusuran kasus di lapangan.
“Jangan menunggu pasien datang. Lakukan pencarian aktif, tracking, dan pastikan semua kontak diperiksa serta mendapatkan terapi pencegahan,” katanya.
Program BSPS untuk Hunian Sehat
Selain penanganan medis, Jihan juga menyoroti Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat untuk merenovasi rumah pasien TBC agar lebih sehat dan layak huni.
Program ini menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan kondisi rumah yang belum memenuhi standar kesehatan seperti ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi.
Ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengusulkan calon penerima bantuan paling lambat 20 April 2026.
“Koordinasi dengan seluruh stakeholder harus diperkuat agar program ini tepat sasaran,” tegasnya.
TBC Jadi Perhatian Nasional
Jihan menegaskan, penanganan TBC merupakan salah satu fokus utama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Saya minta dinas terkait aktif menjemput bola, memperbarui data, dan mempercepat penanganan di lapangan,” pungkasnya.
