Lampung – Program Pascasarjana Universitas Lampung kembali menggelar sidang terbuka promosi doktor pada Rabu, 15 April 2026, di Aula A Pascasarjana. Dalam sidang tersebut, Winda Trijayanthi Utama resmi mempertahankan disertasinya di bidang Ilmu Lingkungan di hadapan dewan penguji.
Promovendus mengangkat disertasi berjudul “Pemodelan Pengelolaan Sampah Padat Rumah Tangga Berkelanjutan di Kota Bandar Lampung”, yang menjadi kontribusi akademik dalam menjawab persoalan lingkungan perkotaan.
Sidang dipimpin langsung oleh Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, sebagai Ketua Penguji, dengan Sekretaris Penguji Tugiyono. Turut hadir Direktur Pascasarjana, Murhadi.
Adapun tim pembimbing terdiri dari Promotor Asep Sukohar, Co-Promotor I Ofik Taupik Purwadi, serta Co-Promotor II Fitria Saftarina.

Dalam pemaparannya, Winda menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan sampah rumah tangga, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya edukasi lingkungan, serta belum terintegrasinya sistem pengelolaan sampah.
Melalui pendekatan pemodelan sistem, penelitian ini mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan perilaku masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan kebiasaan dan kesadaran masyarakat.
Hasil penelitian menghasilkan model pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan dan aplikatif, yang dapat disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat di Kota Bandar Lampung.
Selain itu, penelitian ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah strategis dalam mengurangi volume sampah dan dampak lingkungan.
Sidang promosi doktor ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan selesainya sidang tersebut, Winda Trijayanthi Utama resmi dinyatakan lulus sebagai doktor dan menjadi doktor ke-24 di bidang Ilmu Lingkungan dari Program Pascasarjana Unila.
Keberhasilan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun implementasi kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.
