Diarak di Atas Bade 24 Meter, Bupati Egi Targetkan Balinuraga Jadi Desa Wisata Budaya 2027

LAMPUNG SELATAN – Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kembali mencuri perhatian melalui pelaksanaan Ngaben Massal yang berlangsung meriah dan khidmat, Jumat (7/8/2026). Di tengah ribuan masyarakat yang memadati jalannya prosesi, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendapat kehormatan diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam rangkaian Ngaben Massal di Balinuraga. Penghormatan itu sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat yang hingga kini konsisten mempertahankan tradisi dan budaya leluhur.
Namun, di balik kemeriahan prosesi tersebut, muncul visi besar untuk masa depan Desa Balinuraga. Bupati Radityo Egi Pratama menyatakan target menjadikan Balinuraga sebagai Desa Wisata Budaya pada 2027, dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali.
Di hadapan masyarakat, Egi menilai Balinuraga memiliki modal budaya dan sosial yang kuat untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Lampung Selatan.
“Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya,” ujar Egi.
Menurutnya, kekayaan adat dan budaya yang masih terjaga, ditambah semangat gotong royong masyarakat, menjadi aset penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya.
Egi juga mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika mendapat kesempatan mengikuti prosesi adat dan diarak di atas bade.
“Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini,” katanya.
Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Perhatian
Untuk merealisasikan rencana menjadikan Balinuraga sebagai desa wisata budaya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan, termasuk melalui peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, serta penguatan ekosistem pariwisata.
Egi mengatakan, akses menuju Balinuraga perlu diperbaiki agar semakin mendukung mobilitas wisatawan dan masyarakat.
“Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kebersihan, keamanan, keindahan lingkungan, serta konsistensi dalam menjaga tradisi menjadi faktor utama yang harus dipertahankan masyarakat.
Bagi Egi, budaya Balinuraga bukan hanya milik masyarakat setempat. Kekayaan tersebut merupakan bagian dari aset budaya Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bade 24 Meter Jadi Simbol Penghormatan
Sementara itu, salah seorang panitia pembangunan bade, Wayan Mantra, menjelaskan bahwa keputusan mengarak Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat kepada kepala daerah.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga,” ujar Wayan.
Turut mendampingi Bupati Egi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.
Pelaksanaan Ngaben Massal tahun ini pun tidak hanya menjadi momentum pelestarian tradisi keagamaan dan budaya, tetapi juga membuka babak baru bagi pengembangan potensi wisata Balinuraga.
Dengan kekayaan budaya, kekompakan masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah, Balinuraga kini mulai menatap visi baru sebagai destinasi wisata budaya unggulan Lampung Selatan pada 2027.
Jika visi tersebut terealisasi, Balinuraga diharapkan mampu menjadi salah satu ikon wisata budaya Lampung yang memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat kepada wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
