Ngaben Massal Balinuraga Digelar Megah, 270 Sawa Diantar dalam Tradisi Suci yang Gerakkan Ekonomi Warga

LAMPUNG SELATAN – Ribuan warga memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, saat puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal digelar khidmat dan meriah, Jumat (7/8/2026).
Prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju setra menjadi salah satu rangkaian utama yang menarik perhatian masyarakat. Di tengah iring-iringan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turut hadir dan menyaksikan langsung pelaksanaan tradisi keagamaan sekaligus budaya yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Balinuraga.
Kehadiran Bupati Egi menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen menjadikan keberagaman sebagai bagian dari identitas daerah.
Menurut Bupati Egi, Ngaben Massal Balinuraga tidak hanya memiliki nilai spiritual bagi masyarakat Hindu, tetapi juga mengandung nilai budaya, kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan yang patut dijaga lintas generasi.
“Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Bupati Egi.
Bupati Egi menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade menuju Tempat Pemakaman Umum (Setra). Ia didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dan masyarakat.
Bupati Egi mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai konsisten menjaga dan mewariskan adat serta budaya kepada generasi berikutnya.
Ia menilai kekuatan utama pelaksanaan Ngaben Massal terletak pada semangat kebersamaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana karena adanya gotong royong dan partisipasi masyarakat yang telah dipersiapkan jauh sebelumnya.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Ngaben Massal juga menjadi momentum mempertemukan keluarga besar dari berbagai daerah. Sejumlah keluarga peserta datang dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi hingga Pulau Bali.
“Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama,” kata Egi.
Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa mengungkapkan, Ngaben Massal tahun ini diikuti 270 sawa, yang terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak.
Pelaksanaan upacara juga melibatkan sekitar 500 panitia dan relawan yang bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan puncak acara.
Menurut Made, tingginya partisipasi masyarakat membuat Ngaben Massal Balinuraga tidak hanya menjadi momentum spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Jumlah tersebut turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Made.
Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada masa mendatang dapat ditunjang dengan penataan dan fasilitas yang semakin baik, terutama untuk mengakomodasi keluarga serta tamu yang datang dari luar daerah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang begitu besar menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga memiliki potensi untuk berkembang sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Lampung Selatan.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya kepada masyarakat luas, tanpa menghilangkan nilai spiritual yang menjadi dasar pelaksanaannya.
Pelaksanaan Ngaben Massal Balinuraga 2026 kembali menunjukkan bahwa keberagaman adat dan budaya merupakan kekuatan penting bagi Kabupaten Lampung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan pun berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian adat, budaya, serta kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
