Wali Kota Metro Lantik Pejabat Eselon III di Akhir Tahun, Ini 23 Namanya

METRO | Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kota Metro kembali melakukan penyegaran birokrasi. Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, melantik dan mengambil sumpah jabatan 23 pejabat Eselon III di lingkungan Pemkot Metro, Rabu (24/12/2025) sore, di Aula Pemerintah Kota setempat.

Inilah daftar nama lengkap 23 pejabat yang dilantik dan dimutasi:

1. Alfajar Nasution, S.Sos., M.Si, dari Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro.

2. dr. Achmad Redho Akbar, MM, dari Sekretaris Dinas Kesehatan menjadi Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata.

3. Eka Syafriyanto, dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda menjadi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

4. Abu Mansur Al Maturidi, SE, dari Kabid Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda.

5. Susilo Rahmadani, M.H., S.STP, dari Kasi Tibum Satpol PP menjadi Kabid Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP.

6. Renan Joko Sajarwo, S.IP., MM, dari Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan menjadi Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro.

7. dr. Hasril Syahdu, MKM, dari Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jenderal Ahmad Yani menjadi Direktur UPTD RSUD Sumbersaribantul.

8. Estelita Kesuma, SKM., M.Kes, dari Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Jenderal Ahmad Yani menjadi Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

9. Leny Marlina, SE., MM, dari Pengawas Koperasi Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian.

10. Erfir Thabrani Indra R A, S.Sos., M.I.P, dari Analis Kebijakan Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol.

11. Risfania, S.STP., M.Si, dari Sekretaris Kesbangpol menjadi Camat Metro Barat.

12. Triyono, S.Sos, dari Camat Metro Barat menjadi Sekretaris Kesbangpol.

13. Irawesi Afif, S.ST, dari Bidan Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Litbang SDM dan Diklat RSUD Jenderal Ahmad Yani.

14. Aditya Wardana, S.STP., MM, dari Pranata Humas Ahli Muda menjadi Kepala Bidang Komunikasi, Informasi dan Statistik Diskominfo.

15. Haris Munandar, S.STP., M.Si, dari Kasubbag Dokumentasi menjadi Kasubbag Protokol Setda.

16. Kharisma Zarkasi Rusyadi Saputra, S.STP., M.Si, dari Lurah Ganjar Asri menjadi Kasubbag Dokumentasi Setda.

17. Ruben Nugroho, S.STP, dari Analis Protokol menjadi Lurah Ganjar Asri.

18. Maya Ariestanty, A.Md, dari Pengelola Sarpras Kantor menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Sumbersari Bantul.

19. Lampita Hodmaida S, SE, dari Analis Kebijakan Ahli Pertama menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Ganjar Agung.

20. Hari Sapta Marsetyo, SE, dari Analis Laporan Keuangan menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Yosodadi.

21. Yulia Puspitasari, S.Ipem, dari Kasi Pemerintahan Kelurahan Purwoasri menjadi Sekretaris Lurah Purwoasri.

22. Muhammad Fadel Darmawan, S.Tr.IP, dari Analis Pelayanan menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan Purwoasri.

23. Rosmalita Elviera MD, A.Md.Kep, dari Perawat Mahir Puskesmas Yosodadi menjadi Kepala Subbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Yosodadi.

Pelantikan ini menegaskan langkah Pemerintah Kota Metro dalam menata ulang struktur birokrasi, dengan menempatkan pejabat sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. | (Rio).

Lampung–Banten Mantapkan Langkah Bersama Menuju Tuan Rumah PON 2032

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah KONI Lampung bersama KONI Banten…

Mendagri Apresiasi Kinerja Daerah, Lampung Masuk Zona Hijau Realisasi Anggaran

LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual…

Lampung Masuk Provinsi dengan Inflasi Terendah di Indonesia

LAMPUNG – Provinsi Lampung kembali menorehkan capaian positif dengan menempati peringkat empat nasional sebagai provinsi dengan…

Empat Cabor Baru, Menambah Keanggotaan KONI Lampung Menjadi 98 Anggota

Bandarlampung | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, kini memiliki 98 anggota sebagai mitra pembinaan atlet di seantero provinsi Lampung.

Ke-98 anggota itu terdiri dari KONI daerah 15 kabupaten dan Kota, 6 Organisasi Olahraga Fungsional dan 67 Cabang Olahraga. Dimana sebelumnya ada 94 anggota.

Wakil ketua Bidang Organisasi, Rudi Antoni menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya anggota, maka KONI Provinsi Lampung memiliki kewajiban yang juga lebih besar untuk mengcover kemitraan dengan cabang olahraga utamanya.

Hari ini, kata Acil – panggilan akrab Rudy Antoni, dalam Rapat Kerja Provinsi tahun 2025, KONI Lampung menerima dan mengesahkan 4 cabang olahraga baru untuk bergabung sebagai anggota KONI Lampung.

“Empat anggota dari cabang olahraga Savate (Federasi Savate Indonesia), Padle (Perkumpulan Besar Padle Indonesia) , Modern Triathlon Indonesia (MPI) dan Sepakbola Mini atau Mini Soccer (Komite Sepakbola Mini Indonesia). Ini diharapkan merupakan kekuatan baru Lampung pada multi event nasional kedepan,” kata Acil, Sabtu (4/10/2025).

Sebab dari cabor baru ini sudah memiliki catatan bagus terkait kepemilikan atlet. Bahkan ada yang berperingkat tinggi di level Asia.

“Kami berharap, seluruh cabang olahraga secara organisasi berbenah menuju organisasi olahraga yang kian mandiri, sehingga tidak terus bergantung 100 persen kepada bantuan pemerintah provinsi Lampung melalui Dispora dan KONI Lampung,” ungkap Acil.

Meskipun Permenpora No.14 sudah dicabut secara keseluruhan, namun tidak serta merta akan kembali memiliki amunisi full dari Pemprov Lampung.

Bagaimanapun, cabang olahraga tetap dituntut untuk bisa melakukan berbagai terobosan untuk menopang pembinaan atlet masing-masing, dengan apapun cara.

“Beberapa hari terakhir terus bergulir bahwa KONI Provinsi Lampung juga mulai menjalin berbagai kerjasama dengan mitra pendidikan seperti perguruan tinggi yang hari ini menanda tangani kesepakatan bersinergi dalam berbagai hal terkait pembinaan atlet Lampung,” tambah Rudi.

Meskipun baru dua perguruan tinggi negeri yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman, namun diharapkan akan terus bertambah pihak-pihak yang mendukung pembinaan olahraga Lampung.

“Mungkin ini pengejawantahan dari tagline : Sinergi untuk prestasi itu. Artinya KONI Lampung tidak akan jalan sendiri dan hanya menyalurkan dana hibah Pemprov saja melainkan juga kreatif membangun link dengan berbagai stakeholder yang sangat relevan.” Kata Rudi.

Dengan bertambahnya anggota cabor, maka keperluan infrastruktur juga pasti akan bertambah. Maka dari itu kerjasama dengan pihak kampus untuk membantu membangun fasilitas dan infrastruktur olahraga lainnya merupakan sebuah keniscayaan.| (Red).

Sekdaprov Lampung Ikuti Rakor Nasional Bahas Inflasi dan Kondisi Terkini Pasca Aksi Unjuk Rasa

LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Rapat Koordinasi Perkembangan Situasi Nasional dan Pengendalian…

Ratusan Perenang Ikuti Kejurnas Open Water Swimming Series 2025 di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Ratusan perenang ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open Water Swimming (OWS) Series…

[Opini]: Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih Harus Lebih Kuat agar Makin Dicintai

Oleh: Jeffry Noviansyah

Ketua Komite Pewarta Independen (KoPI) dan Pemimpin Redaksi Lampung7.com

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang baru saja berlangsung menandai babak baru dalam perjalanan Provinsi Lampung. Pasangan Rahmat Mirzani Djausal, ST., MM., dan Dr. Jihan Nurlela Chalim, MM., kini memimpin provinsi yang dikenal dengan julukan Sang Bumi Ruwa Jurai ini. Seiring dengan harapan yang tinggi dari masyarakat, pasangan ini dihadapkan pada tugas besar untuk membawa Provinsi Lampung menuju arah yang lebih baik.

Saya merasa perlu memberikan pandangan dan harapan terkait kepemimpinan yang akan datang. Harapan utama, tentu adalah agar kedua pemimpin ini dapat mengedepankan kepentingan rakyat Lampung dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan. Rakyat Lampung, yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan, membutuhkan pemimpin yang mampu mendengarkan, merespon, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Mengedepankan Kepentingan Rakyat

RMD dan JNC memiliki latar belakang yang kuat, baik dari sisi birokrasi maupun pendidikan. Namun, dalam memimpin provinsi yang sangat beragam ini, pemimpin yang bijak harus memiliki prioritas untuk selalu menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan. Provinsi Lampung adalah tanah yang kaya akan potensi, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga kelautan. Namun, di balik potensi tersebut, banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pembangunan antar daerah.

Saya berharap keduanya dapat fokus pada pembangunan yang merata, dengan perhatian khusus kepada daerah-daerah yang masih tertinggal. Program-program yang mereka rancang harus menyentuh langsung ke kebutuhan rakyat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Ini adalah kunci agar Lampung dapat menjadi provinsi yang maju dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

Beberapa hari terakhir, ketika masyarakat Kota Bandar Lampung tengah diterjang bencana banjir akibat hujan lebat yang berkepanjangan. Mengawali kepeduliannya, RMD sudah sangat baik dengan turun langsung melihat masyarakatnya yang menjadi korban banjir.

Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

Harapan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih agar Lebih Dicintai
Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih, Rahmat Mirzani Djausal, ST., MM., dan Dr. Jihan Nurlela Chalim, MM. Foto: Istimewa

Selain itu, salah satu hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Masyarakat Lampung berhak tahu bagaimana penggunaan anggaran daerah dan dampaknya terhadap kehidupan mereka. Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat akan merasa lebih dekat dengan pemerintah dan lebih percaya pada setiap kebijakan yang dijalankan.

Saya juga berharap Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih dapat melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam hal kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Keterlibatan masyarakat, terutama melalui media massa dan organisasi masyarakat sipil, akan memperkuat proses demokrasi dan menciptakan kebijakan yang lebih efektif serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam secara Berkelanjutan

Sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan. Dalam hal ini, saya berharap pasangan RMD dan JNC dapat mengedepankan kebijakan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kebijakan terkait pengelolaan lahan, pemeliharaan hutan, serta pengembangan produk-produk lokal harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai keuntungan sesaat dari eksploitasi sumber daya alam merugikan generasi mendatang atau bahkan merusak keseimbangan ekosistem. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kapasitas sektor pertanian dan perikanan agar dapat bersaing di pasar global tanpa merusak alam.

Lampung yang Sejahtera dan Berdaya Saing

Kepemimpinan RMD dan JNC ke depan harus benar-benar mengedepankan visi untuk membangun Lampung yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing. Untuk mewujudkan ini, mereka harus mampu bekerja dengan hati, menjaga amanah rakyat, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan.

Sudah tentu pasti, Lampung adalah rumah kita bersama, dan sudah sepatutnya kita semua bekerja keras untuk membangun rumah ini agar lebih baik, adil, dan makmur bagi seluruh warganya. Semoga pasangan gubernur dan wakil gubernur yang baru dapat membawa perubahan positif, menjawab tantangan, di cintai dan memenuhi harapan rakyat Sang Bumi Ruwa Jurai.

Inflasi Lampung Desember 2024 Terkendali, Sesuai Target Nasional

BANDAR LAMPUNG – Inflasi Provinsi Lampung pada Desember 2024 tercatat terkendali dan berada dalam batas sasaran…

IHK Provinsi Lampung Pada Oktober 2024 Meningkat Dibanding Periode Sebelumnya

LAMPUNG – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada Oktober 2024 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20% (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode September 2024 yang mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm).

Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang tercatat inflasi sebesar 0,08% (mtm), begitu juga jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat perkembangan IHK di Provinsi Lampung pada bulan Oktober dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang tercatat deflasi sebesar -0,02% (mtm).

Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Oktober 2024 mengalami inflasi 1,94% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 2,16% (yoy), namun lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,71% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi terutama disebabkan oleh peningkatan harga komoditas kelompok makanan dan minuman . Komoditas utama penyumbang inflasi tertinggi adalah bawang merah, tomat, daging ayam ras, cumi-cumi dan ikan nila dengan andil masing-masing sebesar 0,11%; 0,07%; 0,04%; 0,02%; dan 0,02%.

Peningkatan harga bawang merah disebabkan oleh menipisnya pasokan menjelang masa panen di beberapa sentra produksi seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran, serta sejalan dengan kenaikan harga bawang merah di Provinsi Jawa Tengah yang merupakan daerah pemasok utama.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Nasional (PIHPS), harga bawang merah di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2024 adalah sebesar Rp31.450/kg, lebih tinggi dibandingkan Rp26.250/kg pada bulan sebelumnya. Lebih lanjut, peningkatan harga tomat disebabkan oleh penurunan pasokan seiring tidak optimalnya produksi akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif. Peningkatan harga ayam ras disebabkan oleh pasokan yang terbatas pasca tingginya permintaan di bulan September, serta sejalan dengan kenaikan harga pakan ternak.

Hal tersebut terkonfirmasi dari harga jagung di tingkat perternak yang mengalami kenaikan pada oktober 2024, yaitu menjadi Rp4.783/kg dari Rp4.661/kg pada bulan sebelumnya. Adapun peningkatan harga cumi-cumi dan ikan nila disebabkan oleh terbatasnya aktivitas penangkapan ikan akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif. Hal tersebut sejalan dengan prakiraan BMKG terkait peningkatan intensitas hujan menjelang triwulan IV 2024 dan NTP perikanan tangkap yang tumbuh 0,03% pada bulan Oktober 2024.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi pada Oktober 2024 tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, terutama cabai merah, bensin dan ayam hidup dengan andil masing-masing sebesar -0,06%; -0,05% dan -0,02%. Penurunan cabai merah disebabkan oleh kenaikan pasokan pada periode musim panen di Jawa Timur yang merupakan pemasok utama untuk Provinsi Lampung. Selanjutnya, penurunan harga bensin sejalan dengan No. 26/1155/Bdl/Srt/B kebijakan penurunan harga BBM non subsidi untuk periode Oktober 2024. Adapun penurunan harga ayam hidup dipengaruhi oleh perlambatan permintaan di tengah pasokan yang terjaga.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) hingga dengan akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti (CI) berupa (i) akselerasi permintaan domestik pada periode high season HBKN Nataru; dan (ii) kenaikan harga emas Provinsi Lampung seiring berlanjutnya peningkatan harga emas dunia.

Selanjutnya dari sisi Inflasi Volatile Food (VF) adalah (i) kenaikan harga beras seiring dengan berakhirnya masa panen gadu dan masuknya puncak musim tanam; (ii) kenaikan harga minyak goreng sejalan dengan relaksasi HET MinyaKita.

Adapun risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K.

  1. Keterjangkauan Harga
    a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.
    b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko mengalami kenaikan harga seperti beras dan aneka cabai.
  2. Ketersediaan Pasokan
    a. Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK, yaitu Toko MAPAN (Metro Antisipatif Pengendalian Harga Pangan) di Kota Metro dan toko TAPIS (Toko Pengendalian Inflasi) di Kota Bandar Lampung.
    b. Penguatan kerjasama antar daerah (KAD) untuk komoditas-komoditas defisit dan berisiko defisit dengan daerah sentra produksi.
  3. Kelancaran Distribusi
    a. Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume dan rute penerbangan Lampung menuju Jakarta, Batam, Medan, dan Bali.
    b. Penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.
  4. Komunikasi efektif
    a. Melakukan rapat koordinasi rutin mingguan di setiap Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.
    b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam untuk mencegah perilaku panic buying. [Rilis]