Lompat ke konten
Selamat Membaca Grebek Sungai! Ratusan Personel TNI Turun Tangan, Tanggul Jebol dan Sampah Jadi Target Utama

Grebek Sungai! Ratusan Personel TNI Turun Tangan, Tanggul Jebol dan Sampah Jadi Target Utama

Aksi Cepat Kodim 0410/KBL di Enam Titik Rawan Banjir, Warga Ikut Gotong Royong Pulihkan Aliran Sungai

Bandar Lampung – Aksi cepat dan terkoordinasi ditunjukkan Komando Distrik Militer 0410/KBL melalui kegiatan “Grebek Sungai” yang digelar serentak di sejumlah titik rawan banjir di Kota Bandar Lampung, Sabtu (18/4/2026).

Sejak pagi buta, ratusan personel gabungan dari Yon TP 943/DPC dan Yon TP 848/SPC langsung diterjunkan ke lapangan. Tanpa menunggu lama, mereka menyisir sungai, memperbaiki tanggul jebol, dan membersihkan tumpukan sampah yang selama ini menjadi pemicu banjir.

Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Enam titik strategis yang selama ini menjadi langganan genangan disasar secara intensif, mulai dari Kedaton, Way Halim hingga Bumi Waras.

Di wilayah Kedaton, tepatnya di Gang Patria dan Jalan Kelinci, personel bekerja ekstra keras membongkar talud yang rusak, memecah batu reruntuhan, hingga menggali pondasi baru sepanjang 22 meter. Perbaikan ini menjadi langkah krusial untuk mencegah longsor susulan saat debit air meningkat.

Sementara itu, di kawasan Way Halim yang mencakup Jagabaya I dan II, fokus pekerjaan tertuju pada pembersihan material sisa banjir dan penguatan struktur tanggul. Pondasi baru sepanjang 30 meter dibangun sebagai benteng menghadapi luapan air di musim hujan mendatang.

Titik terberat berada di wilayah Bumi Waras, tepatnya di Jalan Pandawa, Kelurahan Garuntang. Sebanyak 68 personel dikerahkan untuk membantu warga membersihkan puing-puing rumah terdampak banjir, mengangkut sampah, serta menyiapkan material pembangunan ulang tembok penahan air.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat terlihat begitu solid. Warga turun langsung, bahu-membahu bersama aparat, mempercepat pemulihan lingkungan mereka.

Kegiatan “Grebek Sungai” ini menjadi bukti nyata kesigapan TNI dalam merespons potensi bencana sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi sungai secara optimal dan meminimalisir risiko banjir, terutama menjelang intensitas hujan yang kian meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *