Lompat ke konten
Selamat Membaca Derri Kusuma Dorong Aksi Nyata, Infrastruktur Candipuro Butuh Perhatian Serius

Derri Kusuma Dorong Aksi Nyata, Infrastruktur Candipuro Butuh Perhatian Serius

Lampung Selatan – Persoalan infrastruktur kembali mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Golkar, Derri Kusuma, saat menyerap aspirasi masyarakat di tiga desa di Kecamatan Candipuro, yakni Rawa Selapan, Titiwangi, dan Cintamulya, pada 10–14 April 2026.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, satu persoalan krusial yang mencuat adalah jembatan penghubung Candirejo–Bumijaya di Desa Titiwangi yang putus sejak 2025 dan hingga kini belum juga diperbaiki.

Bagi warga, kondisi ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.

“Ini bukan lagi soal usulan, tapi kebutuhan mendesak yang sudah terlalu lama diabaikan,” keluh warga.

Selain jembatan putus, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan kabupaten dan jalan lingkungan di sejumlah titik di Candipuro yang mengalami kerusakan dan belum tersentuh perbaikan.

Menanggapi hal itu, Derri Kusuma menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terutama terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Jembatan ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Tidak bisa ditunda-tunda lagi. Harus segera ada langkah konkret,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tengah menghadapi tantangan. Meski begitu, ia tetap optimistis di bawah kepemimpinan Radityo Egi Pratama, pembangunan di Lampung Selatan dapat terus berjalan dan semakin merata.

“Kita akui situasi tidak mudah, tapi kita juga sudah melihat hasilnya. Tahun 2025, pembangunan di dapil 7 cukup terasa. Ini harus kita kawal agar berlanjut dan tepat sasaran,” ujarnya.

Reses ini menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di Lampung Selatan, khususnya di Kecamatan Candipuro, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan respons cepat, keberpihakan, dan keseriusan dari pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *