Lompat ke konten
Selamat Membaca Ketika Media Sosial Menghidupkan Kembali Musik Masa Lalu Halaman 2

Ketika Media Sosial Menghidupkan Kembali Musik Masa Lalu

Melalui perspektif tersebut, TikTok bukan hanya platform hiburan semata, melainkan telah berubah menjadi ruang baru yang menghidupkan kembali budaya populer masa lalu dalam format digital yang lebih singkat dan mudah dikonsumsi generasi saat ini.

Fenomena nostalgia musik di media sosial juga dapat dikaitkan dengan teori Uses and Gratifications yang dikembangkan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch.

Teori ini menjelaskan bahwa audiens secara aktif memilih media sesuai kebutuhan emosional dan psikologis mereka. Dalam konteks konten nostalgia musik, banyak pengguna media sosial mencari rasa nyaman, kenangan masa lalu, hingga kedekatan emosional melalui lagu-lagu lama yang pernah menjadi bagian kehidupan mereka.

Musik nostalgia akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media emosional yang menghadirkan kembali memori kolektif lintas generasi. Di era digital saat ini, media sosial mulai berfungsi sebagai arsip budaya populer. Konten nostalgia musik menjadi semacam “mesin waktu” yang membawa penonton kembali ke masa ketika musik masih dinikmati melalui kaset pita, radio, VCD, hingga tayangan MTV Asia yang dahulu menjadi bagian penting kehidupan anak muda.

Fenomena ini melahirkan banyak akun niche yang secara konsisten mengangkat kembali musik lawas, sejarah band, budaya konser, hingga perjalanan musisi dari berbagai era dan berbagai negara.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *