Lompat ke konten
Selamat Membaca Ketika Media Sosial Menghidupkan Kembali Musik Masa Lalu

Ketika Media Sosial Menghidupkan Kembali Musik Masa Lalu

Ditengah derasnya arus konten modern yang bergerak cepat di media sosial, musik nostalgia justru kembali menemukan tempat istimewa di hati generasi digital. Lagu-lagu era 70-an, 80-an, 90-an hingga awal 2000-an yang dahulu hanya diputar melalui radio, televisi musik, kaset pita, CD, hingga warnet, kini kembali hidup melalui platform digital seperti TikTok.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya konten bertema nostalgia musik yang bermunculan di media sosial. Mulai dari potongan konser lawas, fakta unik band era 90-an, sejarah musik, hingga kisah di balik lagu-lagu yang pernah menemani masa muda jutaan orang.

Menariknya, tren ini tidak hanya dinikmati oleh generasi lama yang ingin mengenang masa lalu, tetapi juga mulai menarik perhatian generasi muda yang sebelumnya tidak hidup di era tersebut. Musik lama kini hadir kembali dalam format pendek, cepat, emosional, dan lebih mudah diterima melalui algoritma media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa musik tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan publik. Ia hanya berpindah medium. Dari radio dan kaset menuju media sosial. Dari televisi musik menuju layar telepon genggam.

Dalam kajian komunikasi dan media baru, fenomena ini dapat dilihat melalui teori Media Ecology yang diperkenalkan oleh Marshall McLuhan. Teori ini menjelaskan bahwa media bukan sekadar alat penyampai pesan, tetapi juga membentuk cara manusia berpikir, berinteraksi, dan mengingat suatu budaya.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *