Walikota Metro Hadiri Peringatan Anniversary ke-7 RS Azizah

Metro | Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rumah Sakit (RS) Azizah atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdiannya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, saat menghadiri peringatan Anniversary ke-7 RS Azizah, yang berlangsung di halaman parkir rumah sakit setempat, Sabtu (24/01/2026).

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan bahwa tujuh tahun perjalanan RS Azizah merupakan bukti nyata dari komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Tujuh tahun perjalanan RS Azizah merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Bambang.

Walikota menambahkan, dalam kurun waktu tersebut RS Azizah telah tumbuh dan berkembang sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan kontribusi penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Metro.

Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Keberadaan rumah sakit seperti RS Azizah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bambang.

Pada usia ke-7 ini, Walikota berharap, RS Azizah tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan layanan, tetapi juga semakin berperan aktif dalam kegiatan sosial, promotif, dan preventif kesehatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Komisaris I RS Azizah, dr. Hartawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan tokoh agama di sekitar rumah sakit atas dukungan yang telah diberikan sehingga RS Azizah dapat berkembang hingga saat ini.

“Visi kami adalah pelayanan kepada pasien dengan konsep patient center. Kami berkolaborasi bersama Direktur Utama PT Graha Sidah, dalam membangun rumah sakit ini agar memiliki pondasi yang kuat, sehingga Direktur RS Azizah dapat terus melakukan inovasi dan kemajuan demi kepentingan pasien,” jelas dr. Hartawan.

Hartawan berharap, RS Azizah dapat terus berkembang dengan menekankan pelayanan yang baik kepada pasien serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Graha Sidah, Prof. Nurdiono, menyampaikan bahwa selama tujuh tahun perjalanan RS Azizah, pihaknya tetap berprinsip untuk tidak meninggalkan lingkungan sekitar.

Ia berharap keberadaan rumah sakit ini dapat terus berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, salah satunya dengan memanfaatkan potensi tenaga kerja lokal.

“Kami berupaya memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar, kecuali untuk kebutuhan khusus yang memang harus dari luar. Prinsip kami adalah kebersamaan, sehingga keberadaan RS Azizah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya Kota Metro,” pungkas Nurdiono. | (Rio).

dr. Apriyanto, Sp.Ak Resmi Ketua IDI Kota Metro

Metro | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Metro menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro serta berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kerja dan pengabdian.

Hal tersebut disampaikan Ketua IDI Kota Metro, dr. Apriyanto, Sp.Ak, usai pelantikan pengurus IDI periode 2025–2028 yang berlangsung di Aula Diklat RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Minggu (14/12/2025).

Usai pelantikan, dr. Apriyanto mengungkapkan, bahwa jajaran pengurus IDI Kota Metro akan segera melaksanakan rapat kerja guna menyusun dan mematangkan program kerja organisasi ke depan.

“Program kerja yang akan kami jalankan meliputi peningkatan kompetensi para dokter di Kota Metro. Kami akan memperbanyak seminar dan workshop agar pengetahuan serta keterampilan anggota selalu terbarui dan tidak tertinggal,” ucap Apriyanto.

Selain itu, IDI Kota Metro juga akan fokus pada penguatan solidaritas internal organisasi melalui kegiatan silaturahmi, keagamaan, olahraga, serta aktivitas lain yang mendukung kebersamaan antar anggota.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi lainnya. Yang paling utama adalah kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Apriyanto.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, berharap keberadaan IDI sebagai organisasi profesi dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Metro.

Menurut Walikota, IDI memiliki peran strategis yang berbeda dibandingkan organisasi profesi lainnya karena berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat.

“Jika IDI dijalankan sesuai dengan fungsi dan tugasnya, maka akan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Metro. Kolaborasi antara IDI dan pemerintah harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Saya sebagai kepala daerah akan senantiasa memberikan dukungan penuh bagi IDI Kota Metro,” pungkas Bambang.| (Rio).

Dinas Kesehatan Kota Metro Kampanye Gerakan Posyandu Aktif

Metro | Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menegaskan komitmennya terhadap peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan gerakan Posyandu aktif yang digelar Dinas Kesehatan. Acara berlangsung di Halaman Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Selasa (25/11/2025).

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra, bahwa Posyandu merupakan garda terdepan daripada pembangunan di bidang kesehatan.

“Terkait dengan pemenuhan gizi, apabila anak-anak di timbang di Posyandu gizi nya kurang, maka akan langsung di bawa ke Puskesmas untuk diberikan terapi dan nutrisi,” ucap Eko Hendro.

Eko Hendro menjelaskan, Gizi merupakan bagian dari salah satu pelayanan di kesehatan, apabila ditimbang di posyandu gizi nya kurang, langsung di bawa ke Puskesmas untuk diberikan terapi dan nutrisi.

“Apalagi sekarang ada MBG (Makan Bergizi Gratis), kemudian ada pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal, kontribusi ke situ. Artinya ini merupakan bentuk komitmen daripada pemerintah. Karena gizi adalah nomer satu (1), supaya generasi muda cerdas dan cemerlang,” ujar Eko Hendro.

Lebih lanjut dijelaskannya, fungsi Posyandu tidak hanya pelayanan, tapi juga pemberdayaan masyarakat.

“Di sinilah Dinas Kesehatan sangat terbantu oleh para kader. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah sepuluh (10) Posyandu, yang diwakili dari setiap Puskesmas di Kota Metro.

“Untuk jumlah keseluruhan kader Posyandu di Kota Metro berjumlah 1.245 kader dari 160 Posyandu. Namun pada kegiatan ini, kita tidak mengundang semua, hanya perwakilan 10 Posyandu dari setiap Puskesmas (Pusat Kesehatan masyarakat) di Kota Metro. Yang jelas, momen pada hari untuk memberikan semangat dan motivasi supaya Posyandu tetap aktif,” pungkas Eko Hendro.|(Rio).

Generasi Sehat Masa Depan Hebat, Dinas Kesehatan Kota Metro Peringati Hari Kesehatan Nasional Ke-61

Metro | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, berlangsung di halaman Dinas Kesehatan setempat, Jum’at, (21/11/2025).

Acara ini dihadiri ratusan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan undangan lainnya, sebagai momentum refleksi dan akselerasi pembangunan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinkes Kota Metro Eko Hendro Saputra menyampaikan, bahwa akses masyarakat terhadap kesehatan pasti dan bisa tercukupi.

“Bagaimana masyarakat bisa berobat gratis, mendapatkan mutu pelayanan baik dan keselamatan pasien tercapai,” ucap Eko Hendro.

“Kita selalu meningkatkan mutu pelayanan, supaya masyarakat lebih mudah mengakses, kita punya PSC, bagi masyarakat yang kurang mampu bisa menggunakan PSC Dinas Kesehatan untuk di antara ke faskes,” ungkap Eko Hendro.

Eko Hendro juga menjelaskan, untuk tenaga kesehatan tentunya kita selalu meningkatkan motivasi mereka untuk selalu meningkatkan kompetensinya, untuk yang ingin sekolah kita berikan kemudahan dukungan itu merupakan salah satu bentuk suport kepada mereka karena kedepan tantangan lebih berat.

“Sesuai dengan enam pilar transformasi kesehatan, pilar ke tiga pilar sumber daya manusia kesehatan, disitu sudah lengkap akan meningkatkan mutu layanan melalui kompetisi dari pada tenaga kesehatan,” ujar Eko Hendro.

Sementara itu, Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, tahun 2025 menjadi sebuah tonggak penting HKN ke-61 Dengan ema yang diusung “generasi sehat masa depan hebat ” menegaskan komitmen dan alat pembangunan kesehatan kita ini adalah sebuah pesan yang jelas investasi terbesar bagi kejayaan bangsa ini adalah investasi pada kesehatan generasi mudanya.

Walikota juga menjelaskan, generasi sehat yang kita cita-citakan bukan sekedar generasi yang terbebas dari penyakit, dia adalah generasi yang tangguh secara fisik, gesit secara mental berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi.

“Mereka adalah anak-anak yang terlahir dari ibu-ibu yang sehat tumbuh dengan gizi yang optimal, terlindungi dari stunting dan mendapatkan imunisasi lengkap,” ucap Bambang.

Pada momentum HKN ke-61, WaliKota menegaskan, bahwa penguatan pondasi kesehatan sejak dini harus menjadi prioritas, dengan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif mulai dari 1.000 Hari.

Acara ini dimeriahkan dengan senam bersama, penyerahan penghargaan oleh Walikota Metro, cek kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan capaian kesehatan di bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit.

Penghargaan khusus juga diserahkan kepada RSU Muhammadiyah Metro sebagai juara 1 video pendek kampanye Lampung Merdeka TB.

Tak ketinggalan, penyerahan tali kasih kepada pegawai purnabakti di lingkungan Dinkes Kota Metro, diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol puncak peringatan HKN Ke-61 dan pembagian hadiah doorprize.| (Rio).

RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Gelar Penilaian Akreditasi Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan

Metro | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro melaksanakan kegiatan penilaian akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan, berlangsung di Aula RSUD setempat, Selasa (11/11/2025).

Dalam laporannya, Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro dr. Fitri Agustina menyampaikan, bahwa kegiatan akreditasi ini dilaksanakan selama satu hari sebagai bagian dari upaya rumah sakit dalam mencapai target kinerja di bidang pendidikan dan pelatihan kesehatan.

dr. Fitri Agustina, Direktur RSUD A.Yani

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan visi dan misi RSUD Jenderal Ahmad Yani, khususnya dalam bidang pelayanan dan pendidikan. Kami berharap penilaian akreditasi ini berjalan lancar dan sejalan dengan visi-misi Kota Metro sebagai kota berbasis jasa dan berbudaya religius,” ungkap Fitri.

Fitri menambahkan, rumah sakit berkomitmen untuk terus membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berkarakter, serta meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang terarah.

Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi terhadap upaya peningkatan mutu SDM di bidang kesehatan.

Lanjutnya, kegiatan pendidikan dan pelatihan merupakan langkah penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

“Belajar dan membaca adalah simbol keberlanjutan. Dalam konteks rumah sakit, hal itu diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Jika RSUD Jendral Ahmad Yani telah memenuhi standar, kami berharap rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelatihan dengan akreditasi nilai A,” ucap Bambang.

Bambang menambahkan, Kota Metro sebagai kota kecil namun aman dan nyaman, terus berinovasi dalam pelayanan publik.
“RSUD Jenderal Ahmad Yani menjadi bagian penting dari upaya kami menjadikan Metro sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan di bidang kesehatan, tidak hanya bagi tenaga kesehatan dari Lampung, tetapi juga dari berbagai daerah bahkan mancanegara,” tambah Bambang.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor Akreditasi Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Leny Evanita, MM menjelaskan, bahwa pelaksanaan akreditasi ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan SDM kesehatan yang berkualitas.

“Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan harus dilakukan melalui pengelolaan SDM yang baik, mulai dari perencanaan, penyediaan, pemberdayaan, peningkatan mutu, hingga pembinaan dan pengawasan,” jelas Leny Evanita.

Menurut dr. Leny, salah satu bentuk pengembangan potensi SDM kesehatan adalah melalui pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi lainnya.
“Adanya akreditasi ini, diharapkan lembaga pelatihan di bidang kesehatan dapat semakin profesional dan terstandar,”pungkas Leny. (Rio)

Bonowati Ikuti Penilaian dan Verifikasi Lapangan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung

Metro | Pemerintah Kota (Pemkot) Metro optimistis dapat meraih juara tingkat nasional dalam ajang Penilaian dan Verifikasi Lapangan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung.

Dalam Kegiatan tersebut, Posyandu Bonowati, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat menjadi perwakilan Kota Metro, Kamis (09/10/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Eko Hendro menegaskan, bahwa Sangat optimis dalam meraih juara di tingkat Nasional, seperti tahun 2024 mendapatkan juara bahkan kader-kader terbaik nasional.

“Posyandu ini yang terbaik di 22 kelurahan diantara 160 posyandu di kota Metro yang menitikberatkan pada siklus hidup manusia dan layak di lakukan usulan untuk verifikasi oleh provinsi Lampung,” ucap Eko.

Eko menjelaskan bahwa posyandu tidak hanya diperuntukkan bagi bayi, balita, dan ibu hamil, tetapi ke depan juga akan dikembangkan untuk remaja dan lansia.

“Pemerintah tentunya sangat mendukung agar pembinaan posyandu dapat dilakukan semaksimal mungkin di lapangan, serta pemberdayaan masyarakat terus dioptimalkan. Sebab, posyandu merupakan milik masyarakat dan menjadi bentuk usaha kesehatan berbasis sumber daya masyarakat,” ungkap Eko.

Eko menambahkan, tim dari Provinsi Lampung yang terdiri dari Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa turut hadir untuk melakukan verifikasi lapangan.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan, bahwa terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi fokus dalam kegiatan posyandu, meliputi pendaftaran, penimbangan, pengukuran, pencatatan, penyuluhan, dan konsultasi. Setiap meja memiliki fungsi dan indikator penilaian tersendiri untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

Senada itu, Asisten I Pemerintah Kota Metro, Rosita, mengungkapkan bahwa pada hari ini Kota Metro menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Lomba Posyandu tingkat Provinsi Lampung.

“Seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) di posyandu ini menjadi objek penilaian, termasuk peran dari tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tim juga menilai sejauh mana peran serta masyarakat serta pelaksanaan kegiatan posyandu berjalan dengan baik,” jelas Rosita.

Rosita berharap, agar Kota Metro dapat meraih juara di tingkat nasional sebagai perwakilan Provinsi Lampung. Pencapaian di tingkat nasional nantinya tidak hanya menjadi gelar juara semata, tetapi juga menjadi penghargaan bagi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga bagi para kader posyandu, masyarakat sekitar, serta OPD pendukung yang telah bekerja keras dan berkomitmen dalam pembinaan posyandu,” ucap Rosita.

Rosita menambahkan, jerih payah dan partisipasi semua pihak dalam membina serta mengikuti berbagai kegiatan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung, Yulianto, menyampaikan bahwa pembinaan posyandu melalui penilaian di Kota Metro saat ini telah berhasil masuk tiga besar mewakili Provinsi Lampung.

Kegiatan verifikasi lapangan yang dilaksanakan hari ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luar biasa, tidak hanya bagi pembinaan Posyandu 6 SPM, tetapi juga bagi masyarakat Kota Metro secara keseluruhan.

Yulianto berharap, agar seluruh pihak, terutama Tim Pembina Posyandu 6 SPM, dapat terus meningkatkan kerja sama dan sinergi.

Yulianto menegaskan, hal itu penting tidak hanya saat proses penilaian berlangsung, tetapi juga dalam upaya berkelanjutan untuk memajukan posyandu di Kota Metro agar semakin unggul dibandingkan kabupaten dan kota lainnya. | (Rio).

Ilmuwan Eropa Kembangkan AI Delphi-2M untuk Prediksi Risiko 1.000 Penyakit

Tim peneliti dari Inggris, Denmark, Jerman, dan Swiss mengumumkan pengembangan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama…

Walikota Metro Hadiri Orientasi Dokter Muda di RSUD Jendral Ahmad Yani

Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso membuka serah terima ucap janji dan pembukaan orientasi dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro, Rabu, (17/09/2025).

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan selamat datang dan selamat menjalani masa orientasi kepada para mahasiswa Co-Ass Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Orientasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tindak lanjut konkret dari Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang telah kitasepakati bersama. Ini merupakan bukti komitmen untuk bersinergi dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan,” ucap Bambang

Lebih lanjut Bambang menyampaikan bahwa Kota Metro sebagai kota pendidikan dan kota sehat, sangat terbuka terhadap kehadiran para tenaga medis muda yang ingin belajar, berkembang, dan mengabdi.

“Kami percaya bahwa kehadiran mahasiswa Co-Ass di rumah sakit di Kota Metro akan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam peningkatan layanan medis, tetapi juga dalam membangun semangat kemanusiaan dan profesionalisme di bidang kesehatan,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, Profesi dokter adalah panggilan jiwa yang mulia. Dalam proses menjadi seorang dokter, masa Co-Ass adalah fase penting yang akan menguji ketangguhan, integritas, dan empati kalian terhadap pasien dan masyarakat.

Oleh karena itu, diharakan peserta dapat mengikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh, menjalin komunikasi yang baik dengan para pembimbing, dan menjaga etika profesi selama bertugas.

 

“Kehadiran kalian semua di sini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah kalian akan mendapatkan pengalaman berharga, tidak hanya dalam mengobati pasien, tetapi juga dalam memahami dinamika sosial dan kesehatan masyarakat. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk menerapkan ilmu, melakukan praktik klinik yang relevan dengan kesehatan, dan memberikan dampak yang nyata serta berkelanjutan bagi Masyarakat Kota Metro,” ungkap Bambang.

Direktur RSUD A. Yani Metro, Dr. Fitri Agustina menyatakan, penerimaan dokter muda ini selaras dengan visi rumah sakit sebagai institusi pendidikan.

Menurutnya, masa orientasi menjadi jembatan penting antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik langsung di lapangan.

“Saat ini para mahasiswa memasuki proses implementasi pengetahuan, setelah bergelut dengan teori-teori di Kampus Malahayati, Lampung,” kata Fitri.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., berharap seluruh proses kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ilmu bagi mahasiswa.

Muhammad Kadafi menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini secara optimal, tidak hanya untuk keberhasilan pribadi, tetapi juga demi mendukung kesuksesan Kota Metro dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat serta mewujudkan visi dan misinya.

Menurutnya, Kota Metro menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mendukung Metro sebagai Kota Pendidikan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi proses pembelajaran dan pengabdian yang berharga, sekaligus bekal bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir, menulis karya ilmiah, maupun melaksanakan aktivitas kemahasiswaan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan,”pungkas Khadafi. | !Rio).

24 Jam Siagakan Ambulance Gratis PSC 119, Dinkes Metro Beri Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Metro | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro terus menyiagakan ambulance Public Safety Center (PSC) 119 terkhusus untuk warga di Bumi Sai Wawai yang kurang mampu, dan dalam situasi gawat darurat secara gratis.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra, bahwa pelayan ambulance PSC 119 beroperasi selama 24 jam dan gratis, guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Kota Metro.

“Layanan ini gratis 24 jam dan bertujuan untuk memberikan akses cepat, tepat terhadap pertolongan medis bagi mereka yang membutuhkan. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat keterlambatan penanganan medis,” ucap Eko, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/7/0225).

Ditambahkannya, bagi masyarakat di Kota Metro, yang ingin menggunakan pelayanan ambulance gratis dapat menghubungi call center di 119 (bebas pulsa).

“Dapat juga menghubungi WhatsApp (WA) di Nomor (0821-8643-1119). Otomatis akan terkoneksi dengan Tim PSC 119 Kota Metro,” ujar Eko.

Eko mengungkapkan, di tengah kondisi darurat, seperti kecelakaan atau sakit parah, akses cepat ke pertolongan medis menjadi kunci utama.

“Public Safety Center (PSC) 119 hadir sebagai solusi untuk masyarakat, yang Beroperasi 24 jam, merupakan pusat koordinasi layanan gawat darurat yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas kesehatan se Kota Metro, termasuk puskesmas dan rumah sakit,” ungkap Eko.

“Dengan adanya PSC 119, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi bingung mencari pertolongan saat menghadapi situasi darurat,” imbuhnya.

Selain itu, Eko menjelaskan, PSC 119 tidak hanya memberikan pertolongan medis, tetapi juga membantu proses evakuasi dan memastikan pasien mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan yang sesuai.

“Public Safety Center (PSC) 119 menjadi garda terdepan dalam penanganan gawat darurat, siap melayani dan memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan, kapanpun dan dimanapun,” jelas Eko.

 

“Program PSC 119 (Ambulance Gratis) ini sudah berjalan sejak tahun 2024 lalu. Pada tahun 2024, Ambulance PSC 119 telah melayani sebanyak 546 jiwa. Sedangkan di tahun 2025, dari bulan Januari hingga bulan Juli telah melayani sebanyak 240 jiwa,” pungkas Eko.| (Red).

Kota Metro Juara Nasional Posyandu Berprestasi 2024

Metro | Dinas Kesehatan Kota Metro terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat melalui pendekatan promotif, preventif, dan berbasis partisipasi aktif.

Dalam tiga tahun terakhir, khususnya di bawah kepemimpinan dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes sebagai Kepala Dinas dan Diah Meirawati, S.Tr.Keb., SKM, M.Kes sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Metro berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat provinsi dan nasional.

Salah satu pencapaian gemilang datang dari Posyandu Mawar, yang berhasil mengharumkan nama Kota Metro sebagai Juara Nasional Posyandu Berprestasi 2024.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan yang konsisten dan pendekatan pemberdayaan kader yang dilakukan secara sistematis oleh tim teknis kesehatan masyarakat.

Masih di tahun yang sama, Kota Metro juga menerima STBM Award Kategori Paripurna, penghargaan tertinggi dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kota Metro tidak hanya mampu menjalankan kelima pilar STBM secara menyeluruh, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai budaya masyarakat.

Tak hanya unggul dalam pelaksanaan program, Kota Metro juga mencatatkan prestasi di bidang inovasi. Melalui produksi video edukatif kesehatan yang kreatif dan berdampak, tim promosi kesehatan Dinkes Metro meraih Juara I Inovasi Video Kesehatan Tingkat Provinsi.

Inovasi lainnya seperti program digital MEWS Integrated untuk pemantauan ibu dan bayi, serta program edukasi remaja Jama Pai SMA, menegaskan bahwa transformasi layanan kesehatan di Metro menyentuh berbagai lapisan usia dan kebutuhan.

Semua kerja nyata ini kemudian turut mengantarkan Kota Metro menerima predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Padapa, sebagai bentuk pengakuan atas sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan sehat yang berkelanjutan.

Capaian-capaian tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan hasil dari proses panjang, kolaboratif, dan berbasis data.
Dinas Kesehatan Kota Metro terus mendorong inovasi dan keterlibatan masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kami bekerja bukan untuk pencitraan, tapi untuk memastikan program sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Eko Hendro Saputra, Senin (07/07/2025).

Dengan semangat pelayanan dan dedikasi, Dinas Kesehatan Kota Metro membuktikan bahwa kerja nyata akan selalu meninggalkan jejak kebaikan, dan Metro berada di jalur yang tepat menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Prestasi hanyalah bonus dari kerja ikhlas dan konsisten di lapangan,” tambah Diah Meirawati.| (Red).